-
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti masih adanya praktik penyelewengan kekuasaan di daerah, termasuk di Sumatera Selatan.
-
Ia menyebut dugaan proyek fiktif di BUMD Sumsel sebagai bukti bahwa reformasi tata kelola pemerintahan belum tuntas.
-
Pemerintah daerah diminta memperbaiki disiplin anggaran agar perekonomian bisa tumbuh merata dan tidak hanya di pusat.
SuaraSumsel.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan masih banyak praktik penyimpangan kekuasaan di daerah, termasuk dugaan proyek fiktif yang terjadi di Sumatera Selatan (Sumsel).
Purbaya menilai fenomena ini menunjukkan bahwa reformasi tata kelola pemerintahan di tingkat daerah belum benar-benar selesai.
Pernyataan itu disampaikan Purbaya saat Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah 2025 di Kementerian Dalam Negeri.
Ia menegaskan, data dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi pengingat bahwa dalam tiga tahun terakhir masih banyak kasus korupsi yang terjadi di berbagai daerah, mulai dari suap audit BPK di Sorong dan Meranti, jual-beli jabatan di Bekasi, hingga proyek fiktif BUMD di Sumatera Selatan.
“Artinya, reformasi tata kelola ini belum selesai. Masih ada kebocoran anggaran dan penyalahgunaan kekuasaan di daerah,” ujar Purbaya.
Purbaya tidak menyebut secara rinci proyek BUMD mana yang dimaksud, namun pernyataannya kembali menyoroti persoalan klasik di Sumsel yakni pengelolaan badan usaha milik daerah (BUMD) yang kerap bermasalah.
Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah proyek daerah di Sumsel memang sempat menjadi sorotan publik mulai dari investasi fiktif, pengadaan tanpa realisasi, hingga pengelolaan aset yang tidak transparan.
Kasus-kasus seperti ini dinilai memperburuk kepercayaan publik terhadap efektivitas anggaran daerah.
Beberapa lembaga antikorupsi daerah bahkan menyebut, BUMD sering dijadikan "lahan aman" untuk praktik penyelewengan dana publik dengan dalih investasi jangka panjang.
Dalam kesempatan itu, Menteri Purbaya meminta pemerintah daerah di seluruh Indonesia, termasuk Sumatera Selatan, segera memperbaiki disiplin anggaran dan tata kelola keuangan publik.
Menurutnya, dua triwulan ke depan menjadi waktu penting untuk memperbaiki kinerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah agar tidak hanya terpusat di kota besar.
Baca Juga: Tak Cuma Bahasa Inggris! 3 Bahasa Asing Ini Jadi Incaran Perusahaan di Sumsel
“Tolong diperbaiki dua triwulan ke depan, supaya saya bisa bicara ke atas. Yang paling penting, ekonominya bergerak dan bergeraknya merata — bukan hanya di pusat,” tegasnya.
KPK: Jual-Beli Jabatan dan Gratifikasi Masih Jadi Masalah Utama
KPK, kata Purbaya, juga menyoroti tiga sumber utama risiko korupsi di daerah, yaitu jual beli jabatan di lingkungan birokrasi, gratifikasi dan penyalahgunaan kewenangan, Intervensi dalam proses pengadaan barang dan jasa.
Praktik-praktik ini, menurutnya, tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga menghambat pertumbuhan ekonomi daerah karena menciptakan ketimpangan, proyek mangkrak, dan rendahnya daya saing investasi lokal.
Pernyataan Menteri Keuangan tersebut menjadi sinyal keras bagi kepala daerah di Sumsel. Menurutnya, kepercayaan investor bisa terganggu jika reformasi tata kelola tidak segera dilakukan.
“Proyek fiktif BUMD itu bukan isu baru. Tapi kalau sampai disebut oleh Menteri Keuangan di forum nasional, artinya pemerintah pusat sudah menaruh perhatian serius,” ujarnya.
Dedy menambahkan, Sumsel punya potensi besar di bidang energi dan infrastruktur, namun masalah tata kelola kerap menjadi batu sandungan.
Tag
Berita Terkait
-
Tak Cuma Bahasa Inggris! 3 Bahasa Asing Ini Jadi Incaran Perusahaan di Sumsel
-
Bikin Penasaran! Lebih Untung Bangun Rumah atau Beli Jadi di Palembang? Ini Hasil Hitungan
-
Hampir 400 Ribu Warga Sumsel Terkena ISPA hingga September 2025, Dinkes Ungkap Penyebabnya
-
Jangan Buka Usaha Ini! 5 Bisnis yang Paling Cepat Gulung Tikar di Palembang
-
Persaingan Gaji Kian Panas! Bank di Palembang Siap Hadapi Perang Gaji Menjelang 2026
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Sebelum Jadi Deputi BGN, Ini Warisan Penanganan Kasus Ketut Sumedana di Kejati Sumsel
-
Kajati Sumsel Berganti, Siapa yang Kini Memimpin Kejati Usai Ketut Sumedana ke BGN?
-
Kronologi Kematian Brigadir EWS, Ditemukan Tewas di Rumah Kos hingga 13 Saksi Diperiksa
-
Komisaris Utama Pertamina Apresiasi Kesiapan Kilang Plaju Jadi Pelopor Green Refinery