-
Dinkes Sumsel mencatat sekitar 390.354 kasus ISPA hingga September 2025.
-
Kasus meningkat secara bertahap dan terjadi sebaran besar di beberapa kabupaten/kota di Sumsel.
-
Pencegahan sederhana seperti cuci tangan, konsumsi buah-sayur, masker dan istirahat cukup bisa memiliki dampak besar.
SuaraSumsel.id - Hingga September 2025, Dinkes Sumatera Selatan mencatat sebanyak 390.354 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayahnya. Antara News Sumatera Selatan
Angka ini mencengangkan dan membawa pertanyaan besar yakni apa yang terjadi di Sumsel hingga kasusnya setinggi itu dan bagaimana kita sebagai warga bisa melindungi diri?
Dinkes Sumsel mencatat data per bulan sebagai berikut: Januari 42.480; Februari 45.356; Maret 42.550; April 39.910; Mei 39.209; Juni 38.740; Juli 45.170; Agustus 48.194; dan September 48.745 kasus.
Catatan penting: di antara tiga bulan terakhir, terjadi peningkatan meskipun dibandingkan September beberapa tahun lalu angka bisa lebih tinggi (di tahun 2023: 52.183 kasus pada bulan yang sama).
Menurut Dinkes Sumsel, daerah dengan sebaran kasus ISPA terbanyak bulan September 2025 adalah: kota Palembang, Muara Enim, Banyuasin, Musi Banyuasin dan Lahat.
Faktor-faktor yang disebut sebagai penyebab meliputi:
- Virus dan bakteri penyebab ISPA yang menyebar. Antara News Sumatera Selatan
- Perubahan cuaca, kondisi udara yang mungkin kering atau lembap secara ekstrem.
- Perilaku hidup yang belum sepenuhnya bersih dan sehat — seperti mencuci tangan, memakai masker di luar saat kondisi udara buruk, menjaga daya tahan tubuh.
Dinkes Sumsel mengimbau masyarakat agar segera menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) yakni mengonsumsi makanan bergizi seimbang terutama buah dan sayur, mencuci tangan dengan sabun seusai aktivitas atau sebelum makan, istirahat cukup.
Selain itu:
- Saat keluar rumah, gunakan jaket atau payung agar tak terpapar dingin atau hujan mendadak.
- Gunakan masker ketika berada di luar rumah atau di kerumunan jika kondisi udara kurang baik.
- Jaga etika batuk atau bersin — tutupi dengan lengan atau tisu agar tak menular ke orang lain.
Mengapa Ini Perlu Kita Perhatikan Sekarang Juga?
Baca Juga: Jangan Buka Usaha Ini! 5 Bisnis yang Paling Cepat Gulung Tikar di Palembang
Karena angka yang hampir 400 ribu kasus ISPA bukan angka kecil, dan menunjukkan bahwa banyak orang di Sumsel berisiko.
Jika kita sebagai warga tak waspada, risiko untuk sakit, berobat, kehilangan hari kerja atau sekolah bisa meningkat.
Saat lingkungan kita sehat, maka kita semua lebih kuat, baik dari sisi pribadi maupun komunitas.
Tag
Berita Terkait
-
Jangan Buka Usaha Ini! 5 Bisnis yang Paling Cepat Gulung Tikar di Palembang
-
Persaingan Gaji Kian Panas! Bank di Palembang Siap Hadapi Perang Gaji Menjelang 2026
-
5 Langkah Cerdas Cegah Penipuan Lowongan Kerja Online untuk Anak Muda Palembang
-
Kronologi dan 5 Fakta Ibu Hamil yang Tewas Tragis di Hotel Palembang oleh Teman Prianya
-
Kepala Dibenturkan ke Dinding: Kronologi Guru SMAN 16 Palembang Jadi Korban Kekerasan
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Jelang Kunjungan Prabowo ke Inggris, Trah Sultan HB II Tolak Keras Kerja Sama Strategis! Ada Apa?
-
Siapa Ario Damar? Tokoh Penting Palembang yang Makamnya Kini Dikritik Usai Direvitalisasi
-
Fadli Zon Kaget! Acara Serah Terima SK Keraton Solo Diserbu Protes, Mikrofon Direbut
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
Terkini
-
5 Cushion Lokal Terbaru untuk Makeup Praktis di 2026
-
5 Ciri Warkop Legendaris Palembang yang Jadi Tempat Kumpul Cerita Warga Kota
-
Siapa Ario Damar? Tokoh Penting Palembang yang Makamnya Kini Dikritik Usai Direvitalisasi
-
Liburan Lebih Praktis, Kartu Debit Bank Sumsel Babel Temani Perjalanan di Italia
-
Revitalisasi Makam Ario Damar Tuai Kritik, Dari Nama Salah sampai Bangunan Bocor