-
Perusahaan di Sumatera Selatan kini tidak hanya mencari karyawan yang bisa berbahasa Inggris.
-
Bahasa Mandarin, Korea, dan Jepang menjadi tiga bahasa asing yang paling dibutuhkan di dunia kerja Sumsel.
-
Kemampuan berbahasa asing dapat membuka peluang karier lebih luas dan meningkatkan potensi gaji.
SuaraSumsel.id - Di era globalisasi, kemampuan berbahasa asing bukan lagi sekadar nilai tambah — tapi sudah jadi modal wajib untuk bersaing di dunia kerja. Namun, menariknya, kini perusahaan di Sumatera Selatan tidak hanya mencari karyawan yang bisa berbahasa Inggris.
Ada tiga bahasa asing lain yang justru makin banyak dicari oleh industri, perusahaan ekspor, hingga startup digital.
Lalu, apa saja bahasa asing yang kini jadi incaran utama HRD dan manajer rekrutmen di Sumsel?
1. Bahasa Mandarin — Primadona di Dunia Industri & Ekspor
Bahasa Mandarin menempati posisi teratas dalam daftar bahasa asing yang paling dicari perusahaan di Sumatera Selatan.
Hal ini tak lepas dari meningkatnya kerja sama antara perusahaan Tiongkok dan industri lokal, terutama di sektor energi, konstruksi, dan pertambangan.
Banyak perusahaan di Palembang, Muara Enim, hingga Lahat kini membutuhkan staf administrasi, penerjemah, hingga teknisi yang mampu berkomunikasi dengan mitra dari Tiongkok.
Karyawan dengan kemampuan Mandarin dasar saja bisa mendapat insentif tambahan hingga 30 persen dari gaji pokok.
2. Bahasa Korea — Didorong Gelombang Industri dan Budaya K-Pop
Baca Juga: 5 Langkah Cerdas Cegah Penipuan Lowongan Kerja Online untuk Anak Muda Palembang
Tak hanya karena drama dan K-pop, Bahasa Korea kini juga diminati karena banyaknya investasi dari perusahaan Korea Selatan di Sumsel, terutama di sektor tekstil, otomotif, dan energi terbarukan.
Perusahaan asal Korea yang beroperasi di kawasan industri Tanjung Api-Api dan Ogan Ilir bahkan telah membuka pelatihan internal bahasa Korea bagi staf lokal.
Bahasa ini dianggap penting untuk menjembatani komunikasi bisnis dan meningkatkan kepercayaan dari mitra asing.
3. Bahasa Jepang — Stabil di Dunia Teknik dan Manufaktur
Meski bukan yang paling populer, Bahasa Jepang tetap bertahan sebagai bahasa bergengsi di dunia industri manufaktur dan teknik.
Perusahaan Jepang di sektor otomotif dan logistik di Sumsel masih membutuhkan karyawan yang bisa membaca dokumen teknis berbahasa Jepang atau berkomunikasi dasar dengan tim dari Tokyo dan Osaka.
Tag
Berita Terkait
-
5 Langkah Cerdas Cegah Penipuan Lowongan Kerja Online untuk Anak Muda Palembang
-
Dibuka 5 Hari! Cek Syarat & Jurusan Rekrutmen PLN Group 2025, Link Daftar di Sini
-
Jangan Sampai Ditolak HRD Karena Foto! Ini Cara Sulap Selfie Jadi Foto CV Profesional Pakai AI
-
Ternyata Cuma 7 Langkah! Rahasia Ombre Lips Korea Sempurna untuk Pemula
-
Efek K Pop! Ini Deretan Sepatu yang Dipakai Idol Korea dan Langsung Sold Out
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla
-
Sopir Logistik Diminta Setop Masuk Empat Lawang, Ada Cerita Perampokan Pukul 05.00 WIB
-
PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba
-
438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?
-
Edison Didakwa Terima Rp4,67 Miliar dalam Kasus Smart Board, Jaksa Ungkap Dugaan Transaksi Bertahap