- Dua siswi SMPN 33 Palembang terlibat kekerasan fisik di kawasan dam dekat sekolah pada Kamis, 10 Juli 2026.
- Konflik dipicu masalah asmara dan ketersinggungan di media sosial yang menyebabkan pelaku menganiaya korban hingga mengalami luka memar.
- Pihak sekolah berkoordinasi dengan pemerintah dan kepolisian, sementara keluarga pelaku berencana melakukan mediasi dengan pihak korban terkait kejadian.
SuaraSumsel.id - Video kekerasan yang melibatkan dua siswi SMP di Kota Palembang, Sumatera Selatan, viral di media sosial. Seorang siswi diduga menjambak dan menendang kakak kelasnya berkali-kali hingga berusaha menyeret korban untuk diceburkan ke dam.
Ironisnya, aksi kekerasan tersebut sengaja direkam menggunakan telepon seluler oleh teman pelaku. Video itu kemudian diunggah ke status WhatsApp hingga akhirnya tersebar luas di media sosial.
Peristiwa tersebut terjadi di kawasan dam sungai yang tidak jauh dari SMP Negeri 33 Palembang pada Kamis (10/7/2026), sekitar pukul 11.00 WIB.
Kepala SMP Negeri 33 Palembang, Nurbaiti, mengungkapkan dugaan pemicu pertikaian antara kedua siswi tersebut. Persoalan asmara dan ketersinggungan akibat unggahan di media sosial diduga menjadi awal konflik yang kemudian berujung kekerasan.
"Ini soal asmara, pelaku dan korban ini menyukai satu murid laki-laki di sekolah ini. Ya namanya anak-anak baru mengenal lawan jenis, jadi pelaku ini mungkin tidak senang dengan perkataan tersebut hingga pelaku ini ajak korban ketemuan di TKP, namun jika tidak datang pelaku mengancam korban," ujar Nurbaiti melansir dari mattanews.co - jaringan Suara.com.
Berdasarkan keterangan pihak sekolah, siswi yang diduga sebagai pelaku berusia 13 tahun, sedangkan korban berusia 14 tahun dan merupakan kakak kelasnya. Sebelum kejadian, korban disebut diajak bertemu di lokasi. Bahkan, korban diduga mendapat ancaman apabila tidak memenuhi ajakan tersebut.
Korban akhirnya datang. Saat keduanya bertemu, pelaku diduga langsung menarik rambut korban dan menendangnya berkali-kali.
Tak berhenti di sana, korban juga disebut sempat ditarik rambutnya dan hendak diceburkan ke dam. Setelah korban tak lagi memberikan perlawanan, pelaku meninggalkan lokasi. Sementara itu, seorang teman merekam kejadian tersebut menggunakan ponsel milik pelaku.
"Pelaku melakukan aksinya seorang diri dan teman pelaku disuruh merekam pakai HP pelaku. Setelah itu mungkin emosi, pelaku memposting video itu di status WhatsApp," ungkap Nurbaiti.
Baca Juga: BRI Region 4 Palembang Salurkan Bantuan ke Enam Gereja, Perkuat Kepedulian dan Toleransi
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka memar di bagian tangan dan mengeluhkan sakit pada punggung. Meski demikian, korban disebut masih datang ke sekolah. Pihak sekolah mengaku prihatin atas peristiwa tersebut dan telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Palembang, Dinas Pendidikan, PPA Kota Palembang, serta PPA Polda Sumsel.
"Tentunya kami sangat prihatin, karena mereka masih remaja dan masih sekolah. Jadi emosi mereka itu belum stabil. Kejadian ini sudah ramai, kita sudah berkoordinasi dengan Wali Kota, Dinas Pendidikan. Lalu ada pendampingan dari PPA Kota Palembang dan PPA Polda Sumsel," kata Nurbaiti.
Sekolah belum mengambil keputusan mengenai langkah yang akan diberikan kepada kedua siswi tersebut. Pihak sekolah akan terlebih dahulu menggelar rapat bersama para guru dengan mempertimbangkan kondisi kedua belah pihak.
Kasus tersebut juga telah dilaporkan oleh pihak korban kepada kepolisian. Menurut Nurbaiti, pelaporan merupakan hak korban dan keluarganya.
Pihak sekolah berupaya mempertemukan kedua keluarga dalam kondisi tenang untuk mencari penyelesaian. Namun, apabila tidak ditemukan titik temu, sekolah menyerahkan proses selanjutnya kepada kedua pihak dan tetap berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan.
Keluarga siswi yang diduga sebagai pelaku juga direncanakan mendatangi rumah korban untuk melakukan mediasi dan menyampaikan permintaan maaf secara langsung.
Tag
Berita Terkait
-
BRI Region 4 Palembang Salurkan Bantuan ke Enam Gereja, Perkuat Kepedulian dan Toleransi
-
Mulai Hari Ini, Isi Solar Subsidi di 10 SPBU Palembang Wajib Ikuti Aturan Baru
-
Mobil Masuk Kolong Truk Mogok di Bypass Palembang, Begini Kronologi Kecelakaannya
-
Kronologi Lengkap Pemuda Bawa Bendera Tauhid Terobos Mapolda Sumsel hingga Minta Pinjam Helikopter
-
Viral Mahasiswa Unsri Ngaku Ditodong Pistol usai Cekcok di Jalan Soekarno-Hatta Palembang
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
Terkini
-
Gegara Limbah, 3 Pabrik Tahu di Palembang Disegel, Belasan Usaha Lain Jadi Sorotan
-
Viral Siswi SMP di Palembang Dijambak dan Ditendang Gegara Berebut Siswa Laki-laki, Aksinya Direkam
-
BRI Buka Akses Investasi ORI030 dengan Imbal Hasil Kompetitif hingga 7,00%
-
Dulu Bela Timnas dan Sriwijaya FC, Kini M Nasuha Ditargetkan Bawa Sumsel United ke Liga 1
-
Dugaan Mafia Solar di Sumsel Belum Reda, 21 Ton BBM Ilegal Kini Terbongkar di Sungai Musi