Tasmalinda
Jum'at, 10 Juli 2026 | 23:41 WIB
PT Bukit Asam memperkuat peran pemberdayaan yang berdampak dan berkelanjutan
Baca 10 detik
  • PT Bukit Asam Tbk meningkatkan kompetensi karyawan melalui pelatihan pengembangan program masyarakat agar lebih terukur dan berkelanjutan.
  • Pelatihan bertujuan membekali staf dengan keterampilan menyusun program berbasis kebutuhan nyata serta prinsip ESG dan SDGs.
  • Inisiatif ini dirancang untuk menciptakan kemandirian masyarakat, memperkuat ekonomi lokal, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi pemangku kepentingan.

SuaraSumsel.id - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) memperkuat strategi pengembangan dan pemberdayaan masyarakat agar program yang dijalankan tak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu memberikan dampak nyata, terukur, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Langkah tersebut dilakukan dengan meningkatkan kompetensi insan perusahaan dalam merancang, menjalankan, hingga mengevaluasi Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).

Melalui In-House Training & Workshop 101: Keterampilan Dasar Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat, perwakilan Divisi Sustainability dan sejumlah unit bisnis PTBA dibekali kemampuan untuk menyusun program berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat.

Program pemberdayaan juga diarahkan agar lebih adaptif serta selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Corporate Secretary Division Head PTBA, Eko Prayitno mengatakan, peningkatan kapasitas insan perusahaan menjadi bagian penting dari komitmen PTBA untuk menghadirkan program pemberdayaan yang mampu menciptakan manfaat jangka panjang.

"Sebagai perusahaan yang mengedepankan prinsip keberlanjutan, PTBA terus berkomitmen menghadirkan program-program pemberdayaan masyarakat yang mampu meningkatkan kemandirian masyarakat, memperkuat ekonomi lokal, serta menciptakan nilai bersama bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar Eko.

Menurutnya, keberhasilan sebuah program pemberdayaan tidak cukup hanya diukur dari terlaksananya kegiatan. Program harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menghasilkan perubahan yang dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Sustainable Economic, Social and Environment Department Head PTBA, Listati, menegaskan bahwa orientasi terhadap dampak menjadi bagian penting dalam pelaksanaan PPM.

"Program PPM berorientasi pada penciptaan dampak yang berkelanjutan. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi insan perusahaan menjadi investasi strategis agar setiap program yang dijalankan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara tepat," terang Listati.

Baca Juga: PTBA Cetak Mekanik Muda Siap Industri, Lulusan Basic Mechanic Course Ring 1 Tanjung Enim Dikukuhkan

Program Pemberdayaan Harus Berangkat dari Kebutuhan Masyarakat

Dalam pelatihan tersebut, Dr. Rina Ekawati dari Yayasan Kinarya Anak Bangsa hadir sebagai narasumber utama dengan membawakan materi bertajuk "Cetak Biru Dampak Berkelanjutan".

Para peserta mempelajari prinsip penyusunan program pemberdayaan yang dimulai dari identifikasi kebutuhan masyarakat, penggunaan data sebagai dasar perencanaan, penetapan indikator keberhasilan yang jelas, hingga pengukuran dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Pendekatan tersebut menjadi penting agar sebuah program tidak hanya selesai ketika kegiatan berakhir, tetapi mampu menciptakan manfaat yang terus dirasakan masyarakat.

Selain mendapatkan materi, peserta mengikuti workshop interaktif untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman. Mereka juga berlatih menyusun rancangan program PPM menggunakan pendekatan yang lebih sistematis dan berorientasi pada dampak.

Bagi PTBA, penguatan kompetensi internal tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan setiap program pemberdayaan masyarakat dapat dilaksanakan secara lebih tepat sasaran sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan kemandirian dan penguatan ekonomi lokal.

Load More