- KPK membongkar modus korupsi kuota haji khusus 2024 yang membuat impian 8.400 calon jemaah haji pupus
- Modus keji ini dilakukan dengan memberi calon jemaah lama hanya lima hari kerja untuk melunasi biaya ratusan juta rupiah
- KPK menegaskan praktik ini bukan kebetulan, melainkan skenario sistematis untuk memonetisasi “sisa kuota” haji.
SuaraSumsel.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap sebuah modus operandi yang sangat keji dan mengiris hati dalam kasus dugaan korupsi kuota haji khusus tahun 2024.
Ribuan calon jemaah, yang telah menabung dan menunggu dengan sabar selama belasan tahun, diduga sengaja "digagalkan" keberangkatannya melalui sebuah skenario licik agar sisa kuota bisa diperjualbelikan kepada pihak lain.
Praktik culas ini telah membuat impian suci 8.400 calon jemaah yang seharusnya berangkat tahun ini sirna seketika. Mereka adalah orang-orang yang telah setia mengantre lebih dari 14 tahun dan telah menyetorkan dana awal sekitar Rp25 juta untuk mendapatkan nomor antrean.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membeberkan salah satu modus utama yang digunakan oleh para pelaku. Mereka diduga dengan sengaja menetapkan batas waktu pelunasan biaya haji yang sangat tidak masuk akal.
“Penyidik mendalami modus pengaturan jangka waktu pelunasan yang dibuat mepet atau ketat, agar sisa kuota tambahan tidak terserap calon jemaah lama,” ujar Budi Prasetyo.
Para calon jemaah yang sudah menunggu lama ini hanya diberi waktu lima hari kerja untuk melunasi sisa biaya yang jumlahnya ratusan juta rupiah.
Bagi banyak orang, terutama yang tinggal di daerah atau harus mencairkan aset terlebih dahulu, waktu sesingkat itu tentu tidak cukup. Akibatnya, banyak dari mereka yang gagal melakukan pelunasan tepat waktu, dan secara sistem, keberangkatan mereka pun dibatalkan.
Di sinilah "permainan kotor" itu dimulai. Kuota-kuota yang kosong akibat "kegagalan" para jemaah lama ini kemudian menjadi komoditas yang diperjualbelikan.
Kuota tersebut diduga ditawarkan kepada para jemaah baru yang bersedia membayar fee tambahan di luar biaya resmi, memungkinkan mereka untuk melompati antrean puluhan tahun yang seharusnya mereka jalani.
Baca Juga: Terseret OTT Suap Rp5,9 Miliar, Anggota DPRD Perempuan Ini Ajukan Justice Collaborator
KPK bahkan menelusuri dugaan adanya pemberangkatan langsung bagi jemaah baru yang seharusnya berada di urutan paling buncit dalam daftar tunggu.
Menurut Budi, pola ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan sebuah skenario yang dirancang secara sistematis dari awal untuk menciptakan "sisa kuota" ilegal yang bisa dimonetisasi.
“Penyidik menduga ini memang diskenariokan untuk menguntungkan pihak tertentu,” tegasnya.
Skandal ini tidak hanya menghancurkan mimpi ribuan orang untuk beribadah ke Tanah Suci, tetapi juga menimbulkan kerugian negara yang sangat fantastis. KPK memperkirakan praktik haram ini telah merugikan keuangan negara lebih dari Rp1 triliun.
Kini, KPK menyatakan bahwa proses penyidikan telah memasuki tahap akhir. Lembaga antirasuah tersebut berjanji akan segera mengumumkan nama-nama tersangka yang menjadi dalang di balik "dosa" besar yang telah menodai kesucian ibadah haji ini.
Berita Terkait
-
Terseret OTT Suap Rp5,9 Miliar, Anggota DPRD Perempuan Ini Ajukan Justice Collaborator
-
Heboh OTT PUPR OKU! Rp 1,2 Miliar Masuk Rekening Mahasiswi, Ini Fakta Sebenarnya
-
Lelang Barang Sitaan KPK Resmi Dibuka! HP iPhone 13 Pro Max cuma Rp8 Juta
-
Catat Tanggalnya! Lelang Tas Mewah Eks Koruptor 11 Juni, Ada Chanel hingga Louis Vuitton
-
KPK Lelang Tas Mewah Loup Noir, Siapa Cepat Dia Dapat!
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Gemas Banget! 7 Cushion Lokal dengan Kemasan Estetik yang Bikin Kalap Pengen Koleksi
-
Petani Buah Naga Naik Kelas Berkat Program Klasterku Hidupku BRI
-
Sungai Lematang dan Lengi Meluap, Ratusan Warga Muara Enim Terdampak Banjir
-
BRI Gandeng BP Batam & Kemenkop: Akses Pembiayaan UMKM di Zona Perdagangan Bebas Makin Mudah
-
Program Klasterku Hidupku BRI Dorong Petani Buah Naga Banyuwangi Naik Kelas