- Kasus jagal kucing di Pagar Alam akhirnya terbongkar.
- Aksi cepat polisi mendapat apresiasi warga
- Sujady dijerat pasal berlapis, mulai dari kepemilikan senjata tajam hingga kekerasan terhadap hewan
SuaraSumsel.id - Kasus jagal kucing yang menggemparkan Kota Pagar Alam akhirnya menemukan titik terang. Usai video penyembelihan kucing di bawah jembatan viral di media sosial, jajaran Polres Pagar Alam bergerak cepat.
Hanya dalam waktu kurang dari 24 jam, pelaku bernama Sujady (55) berhasil dibekuk di Hotel Telaga Biru, Rabu (3/9/2025) siang.
Saat penangkapan, polisi menemukan seekor kucing anggora yang masih hidup—diduga kuat akan dijadikan korban berikutnya, serta dua bilah pisau tajam yang digunakan untuk menyembelih. Kedua barang bukti itu langsung diamankan sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Penangkapan kilat ini disambut positif oleh masyarakat Pagar Alam. Publik menilai langkah cepat kepolisian mampu meredam keresahan warga, terutama mereka yang kehilangan kucing peliharaan dalam beberapa bulan terakhir.
“Penangkapan ini adalah bentuk komitmen kami untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. Tidak ada ruang bagi tindakan keji dan meresahkan seperti ini,” tegas Kapolres Pagar Alam, saat konferensi pers.
Kasus ini bukan sekadar kriminal biasa. Banyak warga mulai curiga setelah daging yang dijual pelaku dengan label “kambing muda” terasa berbeda. Namun, kecurigaan itu baru terbukti setelah video jagal kucing viral dan mengundang kemarahan publik.
Gelombang kecaman juga datang dari warganet serta komunitas pecinta hewan. Mereka mengecam keras aksi Sujady yang dianggap bukan hanya sadis dan tidak manusiawi, tetapi juga menipu masyarakat dengan menjual daging kucing seharga Rp100 ribu per kilogram.
Kini, Sujady harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Polisi menjeratnya dengan pasal berlapis, mulai dari:
UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata tajam (ancaman 10 tahun penjara).
Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan (ancaman 7 tahun penjara).
Pasal 302 KUHP tentang kekerasan terhadap hewan.
Baca Juga: Ratusan Kucing Dibantai, Dagingnya Diklaim Kambing Muda dan Dijual Rp 100 Ribu per Kilogram
Jika terbukti bersalah, ia bisa menghadapi hukuman panjang di balik jeruji besi.
Kasus jagal kucing di Pagar Alam menjadi peringatan keras bahwa praktik perdagangan daging ilegal masih bisa terjadi di sekitar kita. Tanpa pengawasan ketat, masyarakat berisiko tertipu, sementara hewan-hewan menjadi korban kekejaman.
Kini, setelah Sujady ditangkap, warga Pagar Alam berharap tidak ada lagi kasus serupa yang menodai kota mereka. Polisi menegaskan akan terus melakukan patroli dan penyelidikan untuk memastikan praktik keji ini benar-benar berhenti.
Tag
Berita Terkait
-
Ratusan Kucing Dibantai, Dagingnya Diklaim Kambing Muda dan Dijual Rp 100 Ribu per Kilogram
-
Viral di Pagaralam: Ratusan Kucing Disembelih, Dagingnya Dijual Keliling Kota Bikin Warga Syok
-
Sekolah Tanpa Siswa? Sejumlah SD Negeri di Sumsel Cuma Mengajar 1-2 Murid Baru
-
Jangan Asal Kasih Makan! Ini 5 Merek Makanan Kucing Terbaik yang Bikin Anabul Sehat
-
Semua Sudah Pulang, Kecuali Satu: Jemaah Haji Sumsel Masih Hilang di Tanah Suci
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot
-
Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla
-
Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar
-
51.200 Liter Minyak Disita di Muratara, Bareskrim Ungkap Dugaan Pasokan Solar Ilegal ke Kontraktor
-
PTBA dan UGM Uji Pupuk Kalium Humat dari Batu Bara untuk Tingkatkan Hasil Panen