SuaraSumsel.id - Bayangkan sebuah ruang kelas dengan hanya satu bangku terisi.
Itulah kenyataan yang dialami sejumlah Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kota Pagaralam, Sumatera Selatan.
Di tengah semangat pemerintah untuk memperluas akses pendidikan, justru muncul ironi yakni sekolah-sekolah yang kekurangan murid.
Dua sekolah menjadi sorotan utama. SDN 71 di Kelurahan Gunung Dempo tahun ini hanya mendapatkan satu murid baru.
Sedangkan SDN 42 di Kelurahan Tumbak Ulas hanya menerima dua siswa baru untuk tahun ajaran 2025/2026. Bukan hanya tahun ini—tren minimnya pendaftar sudah terjadi selama lebih dari satu dekade.
“Tahun ini kami cuma dapat satu siswa baru, dan ini bukan pertama kalinya. Dulu tahun 2008 siswa kami mencapai 110 orang, tapi sekarang total dari kelas I sampai VI hanya 15,” ungkap Kusnin, Plt Kepala SDN 71, Selasa (6/8/2025).
Kondisi ini terjadi karena jumlah penduduk di sekitar sekolah menurun drastis, khususnya setelah pegawai PTPN 7 banyak yang pindah tugas.
Bangunan sekolah tetap berdiri megah, namun ruang-ruang kelas terasa sunyi, hanya diisi belasan anak dari enam tingkatan kelas.
Kondisi serupa terjadi di SDN 42 Karang Dapo, yang meskipun terletak di pusat kota, hanya berhasil menjaring dua murid baru.
Baca Juga: Belum Capai Target 8 Persen, Ekonomi Sumsel Tumbuh Hanya 5,42 Persen, Ada Apa?
Total siswa di sekolah ini kini tinggal 18 orang.
“Kami sudah berusaha keras. Bahkan kami tawarkan ruang kelas untuk PAUD agar mereka bisa lanjut ke SD kami. Tapi PAUD sudah punya gedung sendiri,” ujar Elsa, S.Pd, Kepala SDN 42 melansir sumselupdate.com-jaringan Suara.com.
Ia menilai, penurunan jumlah penduduk usia produktif di sekitar sekolah jadi penyebab utama. “Anak-anak muda lebih memilih tinggal di kawasan perumnas atau daerah lain. Di sini makin sedikit anak-anak,” tambahnya.
Minimnya murid juga membuat jumlah guru tampak tidak sebanding. Di SDN 71, terdapat 7 guru yang mengajar hanya 15 siswa. Sementara kualitas guru sebenarnya tidak jadi masalah. Para guru rutin mengikuti pelatihan dan pengembangan kompetensi.
Namun, seperti diakui Elsa, permasalahan bukan hanya pada kualitas guru, melainkan sudah menyangkut persoalan demografi dan distribusi siswa. Ia berharap zonasi ulang atau strategi distribusi peserta didik bisa menjadi solusi, karena tanpa murid, semua program pendidikan tak akan berarti.
Fenomena serupa juga terjadi di SDN lain seperti SDN 17 Prahu Dipo, SDN 63 Muara Sindang, dan SDN 52 Padang Temu yang hanya menerima 3–4 murid baru.
Berita Terkait
-
Belum Capai Target 8 Persen, Ekonomi Sumsel Tumbuh Hanya 5,42 Persen, Ada Apa?
-
Kopi Asal Sumsel Diekspor ke Malaysia, Nilainya Tembus Rp1,2 Miliar
-
Jalan Khusus 26,4 Kilometer Dibangun, Ini Rute Lengkap Angkutan Batu Bara yang Hindari Jalan Umum
-
Listrik Padam di Sejumlah Kawasan Palembang Hari Ini, Cek Wilayah dan Jadwalnya
-
Kredit Usaha Rakyat Bank Sumsel Babel Tembus Rp557 Miliar, UMKM Sumsel Makin Bergeliat
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
Jelang HUT RI, Pertamina Hulu Rokan Zona 4 Tambah Produksi Minyak 1.400 BOPD dari Tiga Sumur Baru
-
Misteri Penusukan di 16 Ilir Palembang, Pria Banyuasin Alami Luka di Kepala hingga Bahu