SuaraSumsel.id - Cuaca ekstrem yang makin panas tak hanya bikin tubuh cepat lelah, tapi juga bisa memicu gangguan pencernaan seperti perut kembung.
Menurut pakar, suhu tinggi berpotensi mempercepat pertumbuhan bakteri jahat dalam usus, yang dapat menyebabkan infeksi gastrointestinal, diare, hingga perut terasa penuh dan tidak nyaman.
"Ketika suhu meningkat, kita lebih banyak berkeringat dan kebutuhan cairan tubuh jadi lebih tinggi," kata Ahli Terapi Nutrisi dari Inggris, Clarissa Lenherr, dikutip dari Antara, Rabu (2/7/2025).
Menurutnya, kondisi ini berisiko memperlambat kerja sistem pencernaan dan memperparah gejala perut kembung jika tidak ditangani dengan baik.
Untuk menghindari kondisi tersebut, berikut ini 8 kiat mencegah perut kembung saat cuaca panas yang bisa langsung Anda praktikkan.
1. Penuhi kebutuhan cairan minimal dua liter per hari
Dehidrasi menjadi musuh utama sistem pencernaan. Ketika tubuh kekurangan air, usus tidak mampu berfungsi optimal, sehingga memperlambat pergerakan makanan dan menyebabkan fermentasi di dalam perut.
"Saat makanan atau tinja berada terlalu lama di saluran pencernaan, akan terjadi fermentasi dan menghasilkan gas yang memicu perut kembung," jelas Lenherr.
2. Hindari makanan mentah atau terlalu dingin
Meski terlihat menyegarkan, makanan dingin justru bisa memperlambat kinerja lambung. Ini disebabkan oleh efek penyempitan pembuluh darah di lambung yang memperlambat pencernaan.
"Makanan dingin dapat menyebabkan pencernaan menjadi lambat dan tertunda," ujarnya.
3. Konsumsi sayuran yang dimasak ringan
Sayuran kukus atau rebus lebih mudah dicerna dibanding sayuran mentah. Jika tetap ingin mengonsumsi salad, pastikan sayur sudah direbus sebentar sebelumnya.
"Sayuran yang dimasak lebih lembut dan mudah dicerna. Cobalah mengukus sebelum menyantapnya," sarannya.
4. Stop minuman bersoda!
Berita Terkait
-
Tak Sekadar Syarat Keberangkatan, Mengapa Pemeriksaan Kesehatan Calon Pekerja Migran Penting?
-
Prabowo Ibaratkan Kabinet Tim Sepak Bola, Minta Menkes Cek Kesehatan Menteri
-
BPJS Kesehatan Perkuat Akses Layanan JKN bagi Warga di Kepulauan Nias
-
Komnas HAM Pantau Dampak Karhutla di Kalimantan, Soroti Hak Kesehatan hingga Pendidikan
-
2 Juta WNI Doyan Berobat ke Luar Negeri, RI Kehilangan Potensi Devisa Rp 200 T
Terpopuler
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- 4 Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Tak Masuk Skuad Utama Persija, Kualitas Shayne Pattynama di Bawah Standar Shin Tae-yong
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Dituduh Curi Uang, Napi Lapas Muaradua Tewas Dianiaya: 4 Rekan Sekamar Jadi Tersangka
-
BRI Gandeng Prodia, Tawarkan Diskon MCU Hingga Free Medical Check-Up
-
Kabut Asap Kembali Selimuti Palembang, 4 Wilayah Catat Kualitas Udara Berbahaya
-
Karhutla Sumsel: 20 Korporasi Masuk Penyidikan, Identitas 4 Perusahaan Baru Belum Dibuka
-
KMP Batumandi Terbakar di Merak, 4 ASN Ogan Ilir Hendak Konsultasi ke BKN dan Kemendagri