SuaraSumsel.id - Perjalanan panjang menuju terbentuknya skuat utama EPA SFC U-20 kini mencapai babak penentu.
Setelah melalui berbagai tahap seleksi yang ketat, tim muda Sriwijaya FC akan menjalani laga uji coba terakhir melawan David FC, klub Liga 4 asal Palembang, pada Rabu (3/6/2025) sore di Stadion Bumi Sriwijaya.
Pertandingan ini bukan sekadar uji coba biasa. Ini adalah penentu nasib puluhan pemain muda yang telah berjuang keras selama masa seleksi.
Dari total 40 pemain yang tersisa, hanya 25 orang saja yang akan resmi bergabung sebagai bagian dari Elang Andalas Muda, sebutan untuk skuat EPA SFC U-20.
Penentu Akhir Sebelum Tur Nasional
Muhammad David, Pembina tim Sriwijaya FC baik senior maupun junior, menegaskan bahwa laga melawan David FC adalah momen krusial yang akan menentukan siapa yang pantas bertahan.
“Rabu EPA SFC U-20 akan melakoni laga uji coba seleksi terakhir melawan David FC klub Liga 4. Setelah itu, mereka akan menjalani tur ke Lampung, Tangerang, dan Bandung,” ujar David.
David yang juga merupakan Ketua Umum Askot PSSI Palembang ini menjelaskan, pemangkasan jumlah pemain dilakukan untuk menyempurnakan skema tim yang nantinya akan mewakili Sriwijaya FC U-20 dalam kompetisi nasional dan berbagai laga uji coba luar daerah.
Kerangka Tim Sudah Terbentuk, Kecuali Lini Depan
Baca Juga: Sumatera Selatan Resmi Punya Klub Liga 2 Baru! Sumsel United Satu Grup dengan Sriwijaya FC
Menurutnya, gambaran besar mengenai kerangka tim sudah mulai terbentuk. Posisi kiper, bek, dan gelandang sudah memiliki pemain-pemain yang menjanjikan. Namun, lini depan masih menjadi pekerjaan rumah terbesar tim pelatih.
“Skema Elang Andalas Muda kita hanya akan berjumlah 25 pemain, itu sudah fix. Kiper, belakang dan tengah sudah bagus. Tapi untuk posisi depan masih belum rampung,” kata David.
Untuk mengatasi hal itu, dua pemain dari klub Liga 3 asal Pulau Jawa akan didatangkan khusus untuk mengikuti laga uji coba terakhir. Harapannya, mereka bisa mengisi kekosongan lini serang yang selama ini belum menemukan formasi ideal.
Tur Uji Coba Nasional: Lampung, Tangerang, dan Bandung
Setelah laga kontra David FC, SFC U-20 dijadwalkan melakukan tur uji coba ke beberapa wilayah di Indonesia, yakni Lampung, Tangerang, dan Bandung. Di sana, mereka akan menghadapi sesama tim EPA (Elite Pro Academy) dari klub-klub Liga 1 dan Liga 2.
“Setelah seleksi selesai, kami akan uji coba melawan tim-tim EPA di luar kota. Ini bagian dari pembentukan karakter dan pengalaman tanding,” jelas David.
Berita Terkait
-
Sumatera Selatan Resmi Punya Klub Liga 2 Baru! Sumsel United Satu Grup dengan Sriwijaya FC
-
20 Tahun Sriwijaya Mania, Manajemen Sriwijaya FC Hadir dan Beri Hadiah
-
SFC Temukan 70 Bakat Baru dari Turnamen EPA U20, Ini Daftar Lengkap Namanya
-
60 Pemain Terpilih, Sriwijaya FC Siapkan Generasi Baru untuk Liga 2
-
Buru Bakat Muda Sumsel, EPA Sriwijaya FC U-20 Resmi Bergulir
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Dari Juara Jadi Juru Kunci: Sriwijaya FC Terpuruk ke Liga 3, Sumsel United Justru Melaju
-
Unsri Buka Suara soal Kasus Dokter Myta, Beban Kerja Internship Bukan Kewenangan Kampus
-
Dokter Dipaksa Kerja Saat Sakit? Kasus Myta Jadi Alarm Serius, IDI Sumsel Buka Suara
-
Seperti Adegan Film, Mahasiswa Ini Masuk Indomaret dari Atap dan Gasak Ratusan Rokok
-
Kasus Dokter Myta Diselidiki Tim Terpadu, Siapa Bertanggung Jawab Jika Dugaan Overwork Terbukti?