SuaraSumsel.id - Joncik Muhammad adalah sosok pemimpin yang kisah hidupnya mencerminkan keteguhan hati dan kerja keras.
Lahir pada 4 November 1970 di Desa Sawah, Kecamatan Muara Pinang, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan (Sumsel), Joncik berasal dari keluarga sederhana.
Ayahnya seorang petani, namun keterbatasan ekonomi tidak menyurutkan semangat belajarnya.
Sejak duduk di bangku SD Negeri 16 Desa Sawah, kemudian berlanjut ke SMP Negeri 1 Muara Pinang dan SMA Negeri 1 Tebing Tinggi, Joncik telah menunjukkan tekad kuat untuk menata masa depan lewat pendidikan.
Perjalanan karier politiknya pun tak kalah berliku. Ia berhasil menorehkan kemenangan dalam Pilkada Empat Lawang dan menghadapinya dengan sabar saat dua kali digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Namun, gugatan kedua di MK tersebut ditolak, dan Joncik tetap berdiri sebagai pemimpin yang sah, menandai kemenangan tak hanya di medan politik, tetapi juga atas keteguhan prinsip dan perjuangan panjangnya.
Profil Joncik Muhammad
Ia menyelesaikan pendidikan dasar di SD Negeri 16 Desa Sawah, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Muara Pinang dan SMA Negeri 1 Tebing Tinggi.
Setelah lulus SMA, Joncik diterima di Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.
Baca Juga: Panduan Lengkap 6 Jalur Pendaftaran SPMB Sumsel 2025/2026: Domisili, Afirmasi, hingga Prestasi
Selama masa kuliah, ia aktif dalam organisasi kemahasiswaan, termasuk Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dan menjabat sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Geografi UGM. Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum HMI Cabang Yogyakarta.
Riwayat Pendidikan Tinggi
S1 Geografi – Universitas Gadjah Mada (1995–2000)
S1 Hukum – Universitas Palembang (2006–2011)
S2 Manajemen – STIE ABI Surabaya (2000–2003)
S2 Hukum – Universitas Muhammadiyah Palembang (2014–2017)
S3 Ilmu Hukum – Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang (2019–2023)
Netralitasnews
Tag
Berita Terkait
-
Detik-Detik Emosional Joncik-Arifai Saat MK Tolak Gugatan Pilkada Empat Lawang
-
Viral Kasus Begal Bank Mekaar Rp80 Juta Ternyata Rekayasa: Pegawai Jadi Otak Aksi
-
PSU Pilkada Empat Lawang 2024 Sepi Pemilih, Musim Kopi Dipersalahkan
-
Kemenangan Joncik-Arifai di PSU Empat Lawang: Raih Hampir 60 Persen Suara
-
PSU Empat Lawang Panas! Joncik Unggul Hitung Cepat, Budi Antoni Klaim Menang
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Kasus Hindoli Terkuak, Tersangka Sumur Ilegal Ditangkap Usai Berpindah hingga Jambi
-
5 Mitos Pulau Kemaro yang Masih Dipercaya Warga, dari Cinta Tragis hingga Pantangan Misterius
-
Viral di Sitinjau Lauik, Siapa Arteria Dahlan? Dari Politisi PDIP ke Komisaris PT Pusri
-
Cara Menyimpan Songket Mahal agar Tak Dimakan Ngengat, Rahasia Benang Emas Tetap Berkilau
-
Empat Nama Sudah Dikantongi Polisi, Namun Tersangka Belum Ditetapkan, Kasus Hindoli Mandek?