Menurutnya, aksi damai ini juga akan menyertakan orasi-orasi yang membangun, bukan provokasi. Bahkan, para driver berencana mendoakan para pejabat mulai dari Presiden RI hingga Wali Kota Palembang.
Seruan Nasional dari Kota Pempek
Palembang menjadi salah satu kota yang memulai gerakan ini, namun gema aksinya diprediksi menjalar ke kota-kota besar lain di Indonesia.
20 Mei yang juga bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, dianggap sebagai momen simbolik untuk menggugah kesadaran semua pihak tentang pentingnya keadilan dalam dunia kerja digital.
“Selama ini kami tidak memiliki suara. Sistem rating bisa menghukum kami tanpa proses, insentif tak jelas asalnya, dan kami tak memiliki ruang untuk bernegosiasi. Hari ini, kami ingin didengar,” ujar Reno, salah satu pengemudi dari komunitas driver di Jakabaring.
Apa Harapan Mereka?
Aliansi Ojol Palembang Bersinergi tak sekadar turun ke jalan, mereka membawa suara hati ribuan driver yang selama ini bekerja dalam bayang-bayang sistem yang dianggap tak berpihak.
Dalam aksi damai bertajuk “Kebangkitan Ojol Nasional”, mereka mengusung tiga tuntutan utama: perbaikan sistem kemitraan agar lebih adil dan manusiawi, transparansi dalam pemberian bonus dan insentif yang selama ini kerap membingungkan, serta kehadiran nyata pemerintah sebagai pelindung bagi para pekerja informal digital.
Bagi mereka, ini bukan soal rupiah semata, tapi tentang martabat dan keadilan bagi para penggerak ekonomi di era digital.
Baca Juga: Pasar Modal Inklusif: Difabel Palembang Antusias Belajar Investasi Saham
Tak sedikit di antara driver yang mengalami pemutusan kemitraan secara sepihak tanpa pembelaan. Banyak pula yang terjerat utang karena sistem sewa motor yang mencekik.
Kota Tanpa Ojol, Tapi Penuh Suara Hati
Palembang mungkin akan sedikit lebih padat pada 20 Mei karena absennya ribuan ojol yang biasa menjadi roda penggerak logistik harian. Tapi di balik keheningan itu, ada suara keras yang sedang diperjuangkan: hak, keadilan, dan pengakuan.
Aksi ini bukan sekadar off-bid, tetapi adalah doa panjang dari para pahlawan ekonomi digital yang selama ini jarang mendapat tempat dalam narasi besar pembangunan kota.
Berita Terkait
-
Pasar Modal Inklusif: Difabel Palembang Antusias Belajar Investasi Saham
-
Tembok Roboh di PTC Palembang! Penjaga Parkir Terluka, Motor-Motor Rusak
-
Pembangunan Gedung Baru Palembang Indah Mall Disoal: Tak Punya Dokumen Lingkungan?
-
Bongkar Praktik Parkir Liar di Palembang: Ada Jejak Setoran hingga ke Ketua RT
-
Kabel Internet Bikin Kota Palembang Semrawut, Provider Terancam Sanksi Berat
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- 5 Rekomendasi Lipstik Anti Luntur Saat Dipakai Makan Gorengan
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Detik-detik Polisi di OKU Ditusuk saat Gerebek Bandar Narkoba, Operasi Berubah Mencekam
-
Sumsel Siapkan Lompatan Ekonomi Baru lewat Task Force Investasi
-
Bukan Sekadar Kurban, Kilang Pertamina Plaju Hadirkan Kepedulian dan Kebersamaan untuk Warga
-
Batas Waktu Takbiran Idul Adha 2026, Sampai Kapan Takbir Masih Disunnahkan?
-
Doa Malam Idul Adha yang Dianjurkan Dibaca, Amalan Mustajab agar Hajat dan Rezeki Dimudahkan