“Kami ingin pasar modal benar-benar menjadi milik semua orang, tanpa kecuali,” sambungnya.
Melalui kegiatan ini, pesan kuat dan penuh harapan bergema dari Palembang: menjadi investor bukanlah hak eksklusif segelintir orang yang memiliki modal besar, pendidikan tinggi, atau akses informasi yang melimpah.
Pasar modal adalah milik bersama, ruang demokratis di mana setiap individu—termasuk penyandang disabilitas—memiliki hak yang sama untuk tumbuh, belajar, dan berkontribusi.
Kegiatan Sekolah Pasar Modal ini menjadi bukti nyata bahwa inklusi keuangan bukan sekadar konsep, melainkan langkah konkret untuk merangkul kelompok-kelompok yang selama ini kerap berada di pinggiran pembangunan ekonomi.
Dengan menyediakan materi yang mudah dipahami, suasana yang ramah, dan pendampingan langsung dari para praktisi, kegiatan ini membuka mata bahwa peluang investasi bukan hanya untuk mereka yang sempurna secara fisik atau mapan secara ekonomi, melainkan juga untuk mereka yang memiliki semangat belajar dan keberanian untuk mandiri.
Ini adalah tonggak penting dalam mewujudkan keadilan ekonomi, di mana akses terhadap pengetahuan dan kesempatan investasi benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, tanpa diskriminasi.
Bagaimana menurut kalian?
Berita Terkait
-
Tembok Roboh di PTC Palembang! Penjaga Parkir Terluka, Motor-Motor Rusak
-
Pembangunan Gedung Baru Palembang Indah Mall Disoal: Tak Punya Dokumen Lingkungan?
-
Bongkar Praktik Parkir Liar di Palembang: Ada Jejak Setoran hingga ke Ketua RT
-
Kabel Internet Bikin Kota Palembang Semrawut, Provider Terancam Sanksi Berat
-
Warga Palembang Harap Siaga: 3 Penyulang PLN Jalani Pemeliharaan Serentak
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?