SuaraSumsel.id - Kabar gembira menghampiri perekonomian Sumatera Selatan di awal tahun 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan baru-baru ini merilis data yang menunjukkan pertumbuhan positif ekonomi daerah pada Triwulan I-2025.
Angka pertumbuhan yang tercatat tidak hanya sekadar menunjukkan geliat ekonomi, tetapi juga memantik harapan akan momentum kebangkitan yang lebih kuat setelah berbagai tantangan ekonomi global dan nasional.
Berdasarkan data yang dirilis, ekonomi Sumatera Selatan pada Triwulan I-2025 tumbuh sebesar 0,16% (q-to-q). Angka ini menunjukkan perbandingan pertumbuhan ekonomi antara triwulan pertama tahun 2025 dengan triwulan sebelumnya (Triwulan IV-2024).
Meskipun terlihat moderat, pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya yang mencatatkan kontraksi. Hal ini mengindikasikan adanya pembalikan tren dan potensi pemulihan aktivitas ekonomi di berbagai sektor.
Kepala BPS Sumsel Wahyu Yulianto menjelaskan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (y-on-y), pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan bahkan lebih menggembirakan, mencapai 5,22%.
Angka ini secara signifikan lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada Triwulan I-2024, yang menjadi sinyal kuat bahwa fondasi ekonomi daerah semakin kokoh dan mampu beradaptasi dengan dinamika yang ada.
Data BPS mengungkapkan bahwa sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan serta sektor Pertambangan dan Penggalian masih mendominasi struktur ekonomi daerah, namun geliat pertumbuhan di sektor-sektor lain memberikan sinyal positif akan upaya diversifikasi ekonomi.
Berdasarkan data yang dirilis, sektor Pertambangan dan Penggalian mencatatkan kontribusi terbesar terhadap PDRB Sumatera Selatan dengan pangsa mencapai 23,34%.
Diikuti oleh sektor Industri Pengolahan sebesar 18,52% dan sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan dengan kontribusi 14,24%.
Baca Juga: Muba Dapat Rp674 Miliar DBH Migas, 24 Sumur Eksploitasi dan 4 Proyek Baru Siap Digarap
Dominasi ketiga sektor ini menunjukkan bahwa sumber daya alam dan industri pengolahan berbasis sumber daya alam masih menjadi andalan utama perekonomian daerah.
Pertumbuhan Sektor Unggulan Bervariasi, Sektor Informasi dan Komunikasi Melesat Tinggi
Dari sisi pertumbuhan (year-on-year), sektor Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas dan Udara Dingin mencatatkan pertumbuhan tertinggi yang impresif, mencapai 11,39%.
Hal ini mengindikasikan adanya peningkatan aktivitas dan investasi di sektor energi yang signifikan.
Menariknya, sektor Informasi dan Komunikasi juga menunjukkan pertumbuhan yang sangat kuat, yakni sebesar 8,85%.
Pertumbuhan ini sejalan dengan tren digitalisasi dan peningkatan kebutuhan akan layanan informasi dan komunikasi di berbagai aspek kehidupan dan ekonomi.
Tag
Berita Terkait
-
Muba Dapat Rp674 Miliar DBH Migas, 24 Sumur Eksploitasi dan 4 Proyek Baru Siap Digarap
-
4 Tahun Pacaran, Wanita di Palembang Dianiaya Saat Tagih Janji Nikah
-
Berawal dari Anak, Perkelahian Warga di Tulung Selapan OKI Berujung Maut
-
Mahasiswi 19 Tahun Dikeroyok di Kos, Dua Pelaku Ternyata Anak DPRD
-
Hari Pertama Keberangkatan, Calon Haji Palembang Kedapatan Bawa Pisau Dapur
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
BRI Siap Optimalkan Likuiditas dari Dana SAL untuk Perkuat Kredit Produktif
-
Sebulan Beroperasi, KA Rajabasa Ekonomi Premium Layani 66.521 Penumpang, Hubungkan Sumsel-Lampung
-
Kasus Korupsi Lampu Jalan Palembang Merembet, Wali Kota dan Wawako Bisa Diperiksa
-
Ketimpangan Sumsel Makin Rendah, Tapi Jurang Pengeluaran Kota dan Desa Masih Terasa
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Tapi 870 Ribu Warga Masih Hidup di Bawah Garis Miskin