SuaraSumsel.id - Sebuah peristiwa berdarah menggemparkan masyarakat Desa Tulung Selapan Ulu, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan Minggu (4/5/2025) kemarin.
Insiden perkelahian antarwarga ini tak hanya menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat, tapi juga berujung pada hilangnya satu nyawa dan satu korban luka.
Rekaman video yang memperlihatkan keributan bersimbah darah itu dengan cepat beredar di berbagai grup WhatsApp dan media sosial, menimbulkan keresahan dan rasa duka mendalam bagi warga desa.
Video tersebut kemudian viral di media sosial warga Sumatera Selatan (Sumsel).
Menurut keterangan Kapolsek Tulung Selapan, AKP Budi Santoso, insiden terjadi sekitar pukul 14.30 WIB.
Diakuinya. pihak kepolisian langsung bergerak cepat mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah menerima laporan warga.
“Benar, kejadian keributan itu terjadi di Desa Tulung Selapan Ulu. Satu orang meninggal dunia dan satu orang lainnya mengalami luka dan kini dirawat di Puskesmas,” kata AKP Budi saat dikonfirmasi pada Senin pagi (5/5/2025).
Korban yang meninggal dunia diketahui bernama Madrasah (53), seorang warga setempat yang sempat dilarikan ke Puskesmas dalam kondisi bersimbah darah.
Namun sayang, nyawanya tidak tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia beberapa saat kemudian karena kondisi luka yang dialami.
Baca Juga: Mahasiswi 19 Tahun Dikeroyok di Kos, Dua Pelaku Ternyata Anak DPRD
Menurut informasi yang diperoleh, perkelahian tersebut ternyata dipicu oleh pertikaian antar anak-anak dari kedua belah pihak—korban dan pelaku.
Konflik kecil yang seharusnya bisa diselesaikan secara damai justru meluas dan berujung fatal ketika orang tua dari masing-masing pihak ikut terlibat secara langsung.
Hal ini turut dibenarkan oleh Camat Tulung Selapan, M Soleh, yang menjelaskan bahwa akar dari pertikaian ini berasal dari permasalahan antar anak, yang kemudian melibatkan orang tua mereka.
“Ya, menurut informasi yang saya dapat, awalnya itu karena anak-anak mereka bertengkar. Tapi kemudian orang tuanya ikut campur dan malah menjadi bentrok fisik yang fatal,” ungkapnya.
Sementara itu, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui kronologi secara menyeluruh dan motif mendalam dari kejadian ini.
Salah satu pelaku yang saat ini masih menjalani perawatan di Puskesmas akan dimintai keterangan lebih lanjut setelah kondisinya membaik.
Berita Terkait
-
Mahasiswi 19 Tahun Dikeroyok di Kos, Dua Pelaku Ternyata Anak DPRD
-
Hari Pertama Keberangkatan, Calon Haji Palembang Kedapatan Bawa Pisau Dapur
-
Berbahaya, Mobil Pengangkut Sampah Tak Layak Masih Aktif di Palembang
-
Lion Parcel Gandeng Warga Palembang Jadi Agen: Cuan dan Diskon 35 Persen
-
AMD Perkenalkan Ryzen AI 300 dan Max Series: Prosesor Pintar Hemat Daya
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Festival Kuliner hingga Digital Expo Siap Ramaikan BKB, LRT Palembang Cuma Rp43
-
Kampung Perigi, Kampung Tua di Palembang yang Menjaga Tradisi Kopi dan Roti Ratusan Tahun
-
Kejati Tegaskan Perbankan Tidak Menikmati Dana Ilegal, Kerugian Negara Rp1,4 Triliun Sudah Kembali
-
BRILink Agen Bisa Dapat Reward dari BRI, Begini Caranya
-
BRI Hadirkan Program Reward Emas bagi BRILink Agen yang Sukses Tingkatkan Pengguna BRImo