SuaraSumsel.id - Dinas Kesehatan Sumatera Selatan (Sumsel) mengambil langkah cepat dengan melakukan pengambilan sampel menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Empat Lawang. Langkah ini diambil setelah sejumlah siswa mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Trisnamarwan, mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi yang diterima dari Dinas Kesehatan Empat Lawang, delapan siswa mengalami sakit setelah menyantap menu MBG pada Selasa, 18 Februari 2025.
Siswa-siswa yang terlibat dalam insiden ini antara lain Efri (8), Moza (11), dan beberapa siswa lainnya yang kini sedang dalam perawatan.
Tim Dinkes datang ke sekolah mengambil sampel makanan yang dibagikan ke siswa dan melakukan pengecekan katering "Dua Sepakat" yang menjadi dapur MBG, untuk mengambil sampel yang telah disimpan di kulkas oleh pihak katering sebelum pembagian ke sekolah.
"Sampel dikirim ke Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) Palembang untuk pengecekan dan masih menunggu hasilnya," katanya.
Melansir ANTARA, Trisnamarwan mengatakan dalam pembagian MBG itu, ada 3.100 paket makanan yang dibagikan kepada siswa. Pembagian di TK Aulia 2 Tebing Tinggi untuk 14 siswa dan satu guru, SDN 5 Tebing Tinggi 395 siswa dan satu guru, SDN 7 Tebing Tinggi 253 siswa dan satu guru, serta SDN 8 Tebing Tinggi 711 siswa dan satu guru.
Di SMPN 1 Tebing Tinggi 839 siswa dan dua guru, MAN 1 Tebing Tinggi 167 siswa dan sat guru, serta SMAN 1 Tebing Tinggi 713 siswa dan satu guru.
Berita Terkait
-
Ulat Ditemukan di Makanan Program MBG, Sejumlah Siswa Dilarikan ke Puskesmas
-
Hanya Satu Gugatan Pilkada di Sumsel yang Bertahan, 10 Lainnya Gugur di MK!
-
Alasan di Balik Penundaan Makan Bergizi Gratis di Sumsel, Apa yang Terjadi?
-
Evaluasi Bikin Makan Bergizi Gratis di Sumsel Ditunda, 7 Wilayah Ini Terdampak
-
Surat Kaleng Pelajar Kritik Makan Bergizi Gratis: Tahunya Tak Saya Makan
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
Dengung Kecil, Jejak Besar Efek Berganda Migas yang Mengubah Nasib Perempuan Desa
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Tata Kelola dan Perlindungan Aset Lewat Kerja Sama dengan Kejari PALI
-
Usai Terima SK Plt Pasca Edison Jadi Tersangka, Bisakah Sumarni Jadi Bupati Muara Enim?
-
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Ini Dampaknya bagi Kelas Menengah dan UMKM di Sumsel
-
Apa Itu Jongot? Cara Orang Musi Menjaga Pangan, Air, dan Ingatan Leluhur di Sumsel