SuaraSumsel.id - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sumatera Selatan buka suara akan beredarnya video aktivitas pengemasan paket sembako. Beredarnya video ini diduga untuk dibagikan ke masyarakat menjelang hari pencoblosan pada 27 November mendatang.
Video yang beredar tersebut ribuan paket sembako yang disiapkan berlangsung di salah satu sekretariat Partai Politik di Sumsel yang beralamat di Jalan Letjen Harun Sohar, Sukarami Palembang.
Kordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi Bawaslu Sumsel, Ahmad Naafi yang dikonfirmasi membenarkan pihaknya bersama dengan Bawaslu Kota Palembang tengah melakukan investigasi yang berawal dari pengaduan masyarakat.
Ahmad Naafi mengaku, pihaknya juga telah mendatangi lokasi dari pengemasan paket sembako tersebut pada Kamis (21/11/2024).
“Bawaslu Sumsel bersama dengan Bawaslu Kota Palembang langsung mendatangi lokasi di kantor NasDem Sumsel. Didapati ada aktivitas pengemasan beberapa bahan pokok seperti gula, beras, dan minyak goreng,” ucap Naafi.
Naafi menjelaskan saat ini Bawaslu telah mengumpulkan sejumlah bukti dan meminta keterangan fungsionaris NasDem Provinsi Sumsel
“Didapatkan keterangan giat tersebut dalam rangka memeriahkan HUT NasDem dan diadakan setiap tahun,” ucapnya.
Bawaslu Sumsel masih menelusuri dan ada waktu sampai tujuh hari pasca-penelusuran terkait kebenaran aktivitas pengemasan paket sembako tersebut.
“Nanti akan diputuskan temuan ini untuk diregistrasi, ada atau tidak hasil temuannya, sekarang tahap kajian dan melengkapi bukti bukti apapun alasannya,” ucapnya.
Baca Juga: Cerita Pilu Novi Tolak Bayar Uang Damai Rp60 Juta, Padahal Dilecehkan Tetangga
Naafi menyebut Bawaslu Sumsel juga sudah memberi peringatan terhadap pihak yang terkait dalam hal ini fungsionaris Partai NasDem Sumsel.
“Kita sudah sampaikan dan laksanakan pencegahan dugaan pemberian materi lainnya kepada pemilih dengan maksud mempengaruhi untuk memilih pasangan tertentu dalam Pilkada yang dapat dipidana baik pemberi maupun penerima,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Cerita Pilu Novi Tolak Bayar Uang Damai Rp60 Juta, Padahal Dilecehkan Tetangga
-
Robby Minta Prabowo Turun Tangan: Kisah Video Viral Dugaan Pesta Sabu Lapas
-
Walkout di Tengah Debat Pilkada OKU, Paslon 01 Sebut Aturan Debat Dilanggar!
-
Penyelidikan Mendalam Kasus Pesta Sabu di Lapas, Oknum Petugas Jadi Tersangka?
-
WNA China Tewas Tertabrak Speedboat di Sumsel, Nakhoda Jadi Tersangka
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
- Perbedaan Pompa Air Jet Pump vs Pompa Celup Submersible untuk Sumur Dalam, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
Terkini
-
Di Balik Parkir Liar Palembang: Ada Bos, Setoran, hingga Klaim Ormas Pernah Masuk
-
Ketika Turbin Kembali Diharapkan Berputar, Rumah Kopi Pelakat Menunggu Energi dari Air
-
Spesial HUT ke-81 KAI, Pelanggan Cukup Bayar 81 Persen untuk Naik KA Sindang Marga
-
Karhutla Sumsel: 43 Orang Ditahan, 16 Korporasi Disidik, Tapi Hotspot Masih Muncul
-
Banpres Karhutla Rp100 Miliar Sudah Turun, Kenapa Asap Masih Kepung Palembang?