SuaraSumsel.id - Sebagai salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit, PT PP London Sumatra Indonesia (Lonsum) Tbk mendukung program pemerintah wujudkan swasembada energi pemanfaatan biodiesel dengan memperhatikan tata kelola lingkungan.
PT PP Lonsum Tbk juga melakukan penanaman pohon penghijauan, buah buahan dan manajemen pengelolaan limbah kelapa sawit. Saat peninjauan areal perkebunan oleh Chief Officer Operation (COO), Edy Haryanto, di kebun Kencana Sari Lahat Location dilakukan upaya penanaman pohon penghijauan.
"Tinjauan ini hal penting melihat aktvitas perkebunan, dukungan sarana prasarana, pelestarian lingkungan dengan menggalakkan penanaman pohon penghijauan dan meninjau tata kelola manajemen limbah kelapa sawit," ujar Vice President Agronomy South Sumatra, Indra Purnama.
Hadir langsung, Vice President Agronomy South Sumatra, Indra Purnama, Area Agronomy Lahat Location, Chris Runtu, Area Mill Manager Engineering Sumatra Selatan, (AME) H Efis Pulungan dan General Service & HS Environment & CSR Palembang, Erwin Bangun.
Dijelaskan Indra, Lonsum mendukung visi Presiden Republik Indonesia Prabowo menjadikan Indonesia mandiri energi dengan swasembada energi. Salah satu yang digencarkan ialah pencampuran bahan bakar minyak kelapa sawit atau biodiesel.
"Dalam usaha perkebunan, Lonsum berkomitmen melestarikan lingkungan dengan menanam pohon penghijauan dan buah-buahan yang memberikan manfaat di masa yang akam datang,"ujarnya.
Area Mill Manager Engineering Sumatra Selatan, (AME) H Efis Pulungan mengatakan Lonsum berkomitmen menjalankan aktivitas perkebunan dengan memperhatikan lingkungan hidup terutama pengelolaan limbah kelapa sawit di sejumlah pabrik Crude Palm Oil Mill (CPOM).
"Ada tahapan pengelolaan limbah kelapa sawit yakni limbah cair hasil pengelolaan kelapa sawit masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) lalu diproses di instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) untuk mengurangi tingkat polutan sampai di bawah baku mutu lingkungan,"tegas Efis Pulungan.
Untuk limbah padat, hasil pengolahan kelapa sawit berupa janjang kosong, cangkang, dan fiber masuk ke TPA diolah menjadi bahan-bahan yang bermanfaat seperti, janjang kosong merupakan limbah hasil pengolahan tandan buah segar kelapa sawit hasil olahan pabrik dimanfaatkan sebagai pupuk organik.
Baca Juga: Kericuhan Pendukung Warnai Debat Perdana Pilkada Muratara 2024 di Palembang
Janjang kosong bermanfaat untuk memperbaiki struktur tanah sehingga dapat meningkatkan produksi ton/hektar tanaman. Limbah padat lainnya dalam bentuk cangkang dan fiber dimanfaatkan sebagi energi alternatif dalam pembakaran turbin di pabrik.
"Dalam pengelolaan limbah komitmen kepedulian terhadap lingkungan. Penyediaan sumber daya manusia (SDM) yang rutin dan berkala melakukan pengawasan pengelolaan limbah. Dengan melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten/Kota mengecek langsung pengelolaan limbah,"ujarnya menjelaskan.
Selain itu, laporan berkala rutin dilaporkan Lonsum kepada DLH tertuang dalam dokumen rencana pengelolaan limbah (RPL) dan rencana pemantauan lingkungan (RKL).
Semua aturan dalam pengelolaan limbah dipenuhi bahkan karyawan dan petugas DLH mengambil sampel rutin untuk mengecek standar baku mutu air limbah.
Selanjutnya dilakukan pengujian Dinas Lingkungan Hidup dan pertanahan UPTD Laboratorium Lingkungan Hidup Provinsi Sumsel.
"Semua tahapan pengecekan, pengambilan sampel air limbah oleh instansi pemerintah, penyiapan sarana prasarana limbah dengan sumber daya manusia (SDM) dalam pengelolaan limbah. Komitmen Lonsum peduli dan melestarikan lingkungan hidup di areal perkebunan.
Berita Terkait
-
Kericuhan Pendukung Warnai Debat Perdana Pilkada Muratara 2024 di Palembang
-
Menyibak Energi Terbarukan Senyawa Panas Geothermal Menyinari Sumsel
-
Posyandu Cempaka, Inovasi Kampung Berseri Astra 13 Ulu untuk Indonesia Sehat
-
Kampung Berseri Astra, Oase Pendidikan di Tengah Kota Palembang
-
Sumsel Kepanasan! Suhu Capai 36 Derajat, Warga Keluhkan Cuaca Ekstrem
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Sebelum Jadi Deputi BGN, Ini Warisan Penanganan Kasus Ketut Sumedana di Kejati Sumsel
-
Kajati Sumsel Berganti, Siapa yang Kini Memimpin Kejati Usai Ketut Sumedana ke BGN?
-
Kronologi Kematian Brigadir EWS, Ditemukan Tewas di Rumah Kos hingga 13 Saksi Diperiksa
-
Komisaris Utama Pertamina Apresiasi Kesiapan Kilang Plaju Jadi Pelopor Green Refinery