SuaraSumsel.id - Wajah transportasi di Pemerintahan Joko Widodo dan Maaruf Amin telah mengalami transformasi besar-besaran. Upaya pemerintah untuk mengintegrasikan berbagai moda transportasi publik semakin terasa hasilnya setidaknya dalam lima tahun terakhir.
Kini, masyarakat mulai beralih dari kendaraan pribadi ke pilihan yang lebih praktis dan efisien seperti KRL, TransJakarta, MRT, LRT, hingga JakLingko. Dengan jaringan yang semakin luas, dari perumahan hingga pusat kota, warga Jakarta kini dimanjakan oleh kemudahan dan kenyamanan perjalanan yang lebih singkat, bebas macet, dan terintegrasi penuh.
Semua fasilitas ini tersedia mulai dari lokasi-lokasi perumahan warga, sehingga masyarakat bisa menggunakan moda transportasi sejak keluar dari rumah menuju ke tempat kerjanya.
Keuntungan lain dari penggunaan moda transportasi publik adalah adanya jalur khusus bagi TransJakarta. Tentu, KRL, MRT, dan LRT demikian juga, sehingga memungkinkan mobilitas warga lebih dinamis.
Menurut BPS DKI Jakarta, sepanjang Januari 2024, total perjalanan MRT Jakarta mencapai 8.241 perjalanan, meningkat 1,44 persen dibandingkan Desember 2023 (m-to-m) dan meningkat 2,56 persen dibandingkan Januari 2023 (y-on-y). Jumlah penumpang MRT Jakarta pada Januari 2024 mencapai 3.143.854 orang, meningkat 3,54 persen dibandingkan Desember 2023 (m-to-m) dan mengalami peningkatan 23,76 persen dibandingkan Januari 2023 yoy.
Total perjalanan LRT Jakarta mencapai 6.324 perjalanan, turun 0,41 persen dibandingkan Desember 2023 (m-to-m), namun meningkat 2,16 persen dibandingkan Januari 2023 yoy. Jumlah penumpang LRT Jakarta sepanjang Januari 2024 sebesar 96.837 orang, turun 1,60 persen dibandingkan Desember 2023 (m-to-m), namun mengalami peningkatan 33,71 persen dibandingkan Januari 2023 yoy.
Total bus Transjakarta yang beroperasi sepanjang Januari 2024 mencapai 4.395 unit, naik 0,90 persen dibandingkan Desember 2023 (m-to-m) dan meningkat 14,07 persen dibandingkan Januari 2023 yoy.
Sepanjang Januari 2024, jumlah penumpang Transjakarta mencapai 30.934.491 orang, meningkat 6,83 persen dibandingkan Desember 2023 (m-to m) dan mengalami peningkatan 54,66 persen dibandingkan Januari 2023.
Beruntung sekali bagi Rina (41). warga Kebayoran Lama, Jakarta Selatan ini merasa sangat terbantu dengan kehadiran TransJakarta. Walau ia harus naik ojek online menuju halte terdekat, namun ia mengatakan, waktu tempuh ke kantornya, di bilangan Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, terbilang cepat.
Baca Juga: Menyewa Senjata Api untuk Merampok Indomaret, Tiga Residivis Ini Akhirnya Ditangkap
"Paling lama, waktu yang saya habiskan di jalan cuma 45 menit. Paling lama 1 jamlah. Waktu paling lama ini biasanya untuk jam pulang, karena masyarakat terkesan berbarengan untuk jam pulang kantor," ujarnya, beberapa waktu lalu.
Begitupun bagi penumpang lain, Indra (38). Lelaki yang tinggal di Ciledug, Tangerang ini mengatakan, ia kini bisa menikmati perjalanan dengan moda transportasi umum dengan lebih nyaman. Ia sudah berani meninggalkan motornya dan beralih ke TransJakarta, karena perjalanan dirasa lebih aman dan nyaman.
"Saya tinggalkan motor saya di lokasi parkir halte terdekat dan saya naik Transjakarta. Lebih baik begini, daripada saya harus naik motor sampai Jakarta Kota," ujarnya.
Indra sudah 2 tahun bekerja di bilangan Olimo, Jakarta Barat.
Sebelum ia yakin pada moda transportasi ibu kota, Indra naik motor pulang pergi ke lokasi kerjanya hingga ke tempat tinggalnya. Ia bisa membutuhkan waktu hingga 4 jam, belum kalau terdapat halangan berupa kemacetan atau hujan.
Di halte terdekat TransJakarta, Indra naik menuju kawasan Blok M dan berganti dengan TransJakarta dengan arah kantornya. Ia bisa juga memilih moda MRT dan dilanjutkan TransJakarta.
Berita Terkait
-
Menyewa Senjata Api untuk Merampok Indomaret, Tiga Residivis Ini Akhirnya Ditangkap
-
Tantangan Stunting hingga Pendidikan Bikin Debat Walikota Palembang Memanas
-
Jadwal Debat Pilkada Palembang di YouTube: Berikut Link Streaming di Sini!
-
Modus Operandi Bos Tambang Ilegal Muara Enim Bobol Negara Rp556 Miliar
-
Eks Wali Kota Harnojoyo Bersaksi di Korupsi Jargas, Terancam Penjara 12 Tahun
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
- Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Berulang, 43 Perusahaan Pemegang Konsesi Didorong Pulihkan Gambut, Siapa Mengawasi?
-
Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar
-
Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin
-
Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan
-
22,4 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Sumsel dan Sekitarnya, Mengapa Peredaran Sulit Diberantas?