Saat Sumsel menghasilkan GKG rata-rata sekitar 2.832.774 ton maka potensi limbah sekam mencapai sekitar 623.210,28 ton.
“Sekam padi dapat diolah melalui teknologi gasifikasi untuk menghasilkan gas yang dapat digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik,” ujarnya belum lama ini.
Proses gasifikasi ini dapat meningkatkan efisiensi konversi energi. “Selain itu sekam padi juga dapat digunakan dalam pembakaran langsung menghasilkan energi panas yang kemudian diubah menjadi listrik,” sambung dia.
Boni mengungkapkan melalui gasifikasi, potensi energi listrik sekam padi di Sumsel bisa mencapai 80,0716 MW. Potensi ini berasal dari dua kabupaten produsen padi terbesar Sumsel, Banyuasin dan OKU Timur. “Di Banyuasin sendiri potensinya 26,0165 MW dan di OKU Timur sebesar 20,2633 MW,” ucapnya.
Potensi tersebut diperoleh dari perhitungan jika kabupaten Banyuasin memproduksi padi mencapai 920.413,00 ton, maka sekam padi yang dihasilkan sekitar 202.490,86 ton. Sedangkan Kabupaten OKU Timur dengan produksi padi adalah 716.876 ton maka sekam padi yang dihasilkan sekitar 157.712,72 ton.
Dari angka tersebut maka diperoleh perhitungan nilai kalor sekam padinya. “Jika nilai kalor sekam padi sekitar sekitar 14,8 MJ/kg, maka perhitungannya diperoleh dengan mengalikan sekam padi guna mendapatkan total energinya,” ujarnya.
Perhitungan untuk kabupaten Banyuasin semisalnya terdapat 202.490,86 ton sekam padi maka 2.996.864.728 MJ yang merupakan hasilkan mengalikan 202.490.860 kilogram dikalikan 14,8 MJ/kg. Perhitungan yang sama untuk estimasi nilai kalor sekam dihasilkan oleh kabupaten OKU Timur mencapai 2.334.148.256 MJ. Nilai kalori sekam ini dikonversi ke listrik.
“Semisal saja, Banyuasin mencapai efisiensi adalah 25%, maka energi listrik yang dihasilkan adalah 2.996.864.728 MJ dikalikan 0.25 persen maka akan 749.216.182 MJ, sedangkan di OKU Timur 583.537.064 MJ,” ujarnya menjelaskan.
Perhitungan belum selesai karena dibutuhkan upaya mengkonversi energi listrik tersebut dalam satuan kWh. Misalkan 1 MJ setara dengan 0.2778 kWh maka diperoleh di kabupaten Banyuasin sebanyak 208.132.255,4 kWh dan Kab. OKU Timur 162.106.596,4 kWh.
Baca Juga: Kemitraan Pertamina dan Masyarakat Banyuasin Wujudkan Perikanan Berkelanjutan
Boni juga memastikan estimasi kapasitas pembangkit listrik jika di Banyuasin dan OKU Timur, pembangkit listrik beroperasi selama 8.000 jam per tahun, maka kapasitas pembangkit listrik dihasilkan di Banyuasin 26,0165 MW dan di OKU Timur sekitar 20,2633 MW.
“Dengan potensi, kita tinggal mengetahui bagaimana kapasitas kebutuhan listrik di Banyuasin dan OKU Timur, sejauh mana potensi ini mampu menyokong, melengkapi atau sampai pada peluang sebagai pengganti,” ujar Boni.
Dihubungi terpisah, Humas PLN WS2JB, Iwan Arissetyadhi menjelaskan skema membeli listrik dari pihak luar atau swasta atau lembaga lainnya memang diatur. PLN sendiri bisa menyerap atau membeli pasokan listrik baik yang dihasilkan dari proses menghasilkan atau kelebihan pasokan.
“Skemanya bisa swasta mengelola langsung menjadi listrik lalu dijual ke PLN dengan skema take and pay, atau misalnya swasta tersebut mengelola untuk kebutuhan mandiri, lalu ketika berlebih dari kegiatan tersebut maka dijual ke PLN. Kedua skema ini diatur dalam peraturan secara detail,” ujarnya memastikan skema jual beli listrik dengan pihak swasta memang kerap dilakukan PLN.
Setidaknya PLN pernah membeli dari PT Bukit Asam (PTBA), dan pernah juga mengetahui kemandirian swasta menciptakan listrik bagi kegiatan operasional mereka.
“Saya pernah dengar di Musi Banyuasin dan kabupaten lumbung sawit lainnya, tapi yang dari sekam sepertinya belum,” ujar Iwan, Minggu (6/10/2024).
Berita Terkait
-
Kemitraan Pertamina dan Masyarakat Banyuasin Wujudkan Perikanan Berkelanjutan
-
Memorabilia Uang Rupiah Pecahan Rp10.000 Tahun Emisi 2005 Diresmikan di Sumsel
-
Uang Rp3,4 Juta Berhamburan di Jalan, Kisah Jujur Pengemudi Mobil Bikin Haru
-
Harga Cabai Merah, Telur Ayam dan Bensin Turun, Sumsel Alami Deflasi
-
Paslon Herman Deru-Cik Ujang Lapor Dana Kampanye Terbesar di Pilgub Sumsel
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Dukung Penguatan Tata Kelola Danantara, BRI Tegaskan Komitmen Berantas Fraud
-
Api Melalap 10 Hektare Lahan di Dekat Tol Palindra, Manggala Agni Turun hingga Dini Hari
-
PTBA Gandeng Pertamina NRE Sulap Lahan Pascatambang Jadi PLTS, Percepat Transisi Energi Hijau
-
Sidang Korupsi Disperkimtan Palembang Bongkar Dugaan Potongan 51 Persen Dana Proyek
-
Sidang Hampir Rampung, Keberadaan Buronan Pasar Cinde Aldrin Tando Masih Misterius