Di kabupaten lumbung padi, Ogan Ilir juga beroperasi pengelolaan padi yang kemudian mengelola sekamnya sebagai energi penggerak di perusahaan. Perusahaan Buyung Poetra Sembada (BPS) yang dikenal sebagai produsen beras telah mengubah sekam padi yang sebelumnya dianggap limbah menjadi sumber energi biomassa.
Melansir sejumlah sumber, perusahaan ini ternyata menggiling gabah hingga 500 ton selama musim panen dengan produksi sekam di angka mendekati 20 persen. Dengan jumlah sekam sebanyak itu, perusahaan ini berinisiatif mengubahnya menjadi tenaga listrik yang dipergunakan sebagai penggerak operasional industrinya.
Di bangun tahun 2018, PLTBM Buyung Putra Energi menjadi yang pertama di Sumsel.
Dengan keberhasilan ini, Sumsel punya potensi teramat besar menghasilkan listrik dari sekam padi. Berdasarkan penelitian Hutan Kita Institute (HaKI) bersama Sumatera terang untuk energi bersih (STuEB) diketahui potensi besar sekam padi di dua kabupaten penghasil beras yang potensial menyokong energi terbarukan di Sumsel.
Baca Juga: Kemitraan Pertamina dan Masyarakat Banyuasin Wujudkan Perikanan Berkelanjutan
Koordinator Perubahan Iklim dan Transisi Energi HaKI, Boni Bangun mengungkapkan jika sekam padi merupakan hasil akhir dari setidaknya 20 sampai 22 persen berat gabah kering giling (GKG).
Saat Sumsel menghasilkan GKG rata-rata sekitar 2.832.774 ton maka potensi limbah sekam mencapai sekitar 623.210,28 ton.
“Sekam padi dapat diolah melalui teknologi gasifikasi untuk menghasilkan gas yang dapat digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik,” ujarnya belum lama ini.
Proses gasifikasi ini dapat meningkatkan efisiensi konversi energi. “Selain itu sekam padi juga dapat digunakan dalam pembakaran langsung menghasilkan energi panas yang kemudian diubah menjadi listrik,” sambung dia.
Boni mengungkapkan melalui gasifikasi, potensi energi listrik sekam padi di Sumsel bisa mencapai 80,0716 MW. Potensi ini berasal dari dua kabupaten produsen padi terbesar Sumsel, Banyuasin dan OKU Timur. “Di Banyuasin sendiri potensinya 26,0165 MW dan di OKU Timur sebesar 20,2633 MW,” ucapnya.
Baca Juga: Memorabilia Uang Rupiah Pecahan Rp10.000 Tahun Emisi 2005 Diresmikan di Sumsel
Potensi tersebut diperoleh dari perhitungan jika kabupaten Banyuasin memproduksi padi mencapai 920.413,00 ton, maka sekam padi yang dihasilkan sekitar 202.490,86 ton. Sedangkan Kabupaten OKU Timur dengan produksi padi adalah 716.876 ton maka sekam padi yang dihasilkan sekitar 157.712,72 ton.
Berita Terkait
-
Kasus Bikin Konten Rendang Hilang, Polisi Periksa Pelapor Willie Salim
-
Investasi Swasta Jadi Kunci Indonesia Capai Target Net Zero Emission
-
Gubernur Herman Deru Buka Rakor Forkopimda Se-Sumsel
-
Gercep Antisipasi Arus Mudik Lebaran, Herman Deru Cek Jalur Tol Alternatif Palembang-Betung
-
Jejak Pendidikan Umi Hartati: Sarjana Ekonomi hingga Ketua Komisi yang Ditahan KPK
Terpopuler
- Menguak Sisi Gelap Mobil Listrik: Pembelajaran Penting dari Tragedi Ioniq 5 N di Tol JORR
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Dibanderol Setara Yamaha NMAX Turbo, Motor Adventure Suzuki Ini Siap Temani Petualangan
- Daftar Lengkap HP Xiaomi yang Memenuhi Syarat Dapat HyperOS 3 Android 16
- Xiaomi 15 Ultra Bawa Performa Jempolan dan Kamera Leica, Segini Harga Jual di Indonesia
Pilihan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
-
Harga Emas Antam Lompat Tinggi di Libur Lebaran Jadi Rp1.836.000/Gram
Terkini
-
Sanjo Palembang: Antara Modernisasi dan Warisan Leluhur, Mampukah Bertahan?
-
Lebaran Aman Bertransaksi, BRI Cegah Penipuan dan Kejahatan Siber
-
Debat Paslon PSU Pilkada Empat Lawang Dipindah ke Palembang, Ada Apa?
-
Viral Bupati Pali Emosi Saat Sholat Id: Air PAM Mati, Rumah Pribadi Terdampak
-
7 Alasan Lebaran di Palembang Selalu Spesial dan Penuh Keunikan