Sikap sadar akan kemampuan diri juga diakui Rasma turut menyehatkannya. Dia meyakini tidak memaksakan pekerjaan yang sudah bukan waktunya, tempatnya dan bekerja cukup dengan kemampuan diri menjadi penyambung usia.
“Hidup jangan stress, kerja jangan dipaksa, sesuai kemampuan. Jika sudah ada lauk ikan, sayur dan buah, ada kayu bakar, ada kopi, ya cukup. Tidur juga harus cukup, berkebun sesuai kemampuan. Mampu tanam tomat, tanam tomat, mampu tanam pisang, tanam pisang. Hidup sesuai kemampuan,” ujarnya.
Masyarakat di desa dengan penduduk mencapai 230 KK atau sebanyak 916 jiwa, memegang teguh sejumlah hukum adat, seperti Dik tau ngiluk'i jangan merusak jadilah yang artinya jangan menjadi perusak apalagi merusak lingkungan.
Hukum adat tersebut mengajak agar berbuat baik kepada orang lain, namun jika belum mampu berbuat kebaikan maka sebaiknya jangan melakukan tindakan merusak yang merugikan kepentingan banyak orang (warga adat).
Baca Juga: Eks JI Sumsel Evaluasi Paham Radikalisme, Komitmen Kembali ke NKRI
Selain sikap hidup tersebut, kebiasaan mengkonsumsi makanan segar juga diungkap Daniah, yang kekinian sudah menginjak usia 80 tahun.
Daniah menceritakan bagaimana sangat mudah mendapatkan makanan segar seperti ikan, sayuran segar yang dimasak menjadi lalapan atau dicocol dengan sambal. Ia pun mengungkapkan tidak terlalu sering mengkonsumsi makanan berbahan kimia seperti kebiasaan masyarakat perkotaan.
Apalagi diakuinya, setiap hari dia pun menghabiskan waktu cukup untuk berjalan ke kebun sebagai olahraga harian. “Hidup perlu keseimbangan kapan ke kebun, istirahat dan ibadah,” ucapnya.
Berita Terkait
-
Kasus Bikin Konten Rendang Hilang, Polisi Periksa Pelapor Willie Salim
-
Gubernur Herman Deru Buka Rakor Forkopimda Se-Sumsel
-
Menjaga Kelestarian Hutan Adat: Upaya Masyarakat Kampung Friwen dalam Pemanfaatan Berkelanjutan
-
Gercep Antisipasi Arus Mudik Lebaran, Herman Deru Cek Jalur Tol Alternatif Palembang-Betung
-
Jejak Pendidikan Umi Hartati: Sarjana Ekonomi hingga Ketua Komisi yang Ditahan KPK
Tag
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Lebaran Berdarah, Tukang Parkir Kritis Ditusuk 7 Kali Pengunjung Club DA 41 Palembang
-
Kronologi Siswi SD Hilang 2 Hari, Ditemukan Dicabuli di Hotel Palembang
-
Wisata Maut di Ogan Ilir: Speedboat Terbalik Lagi, 'Tak Basah Tak Bayar'
-
Baru Kenal, Pemuda 19 Tahun Tega Cabuli Siswi SD di Hotel Melati Palembang
-
Ritel Hingga Perkebunan, Puluhan Perusahaan di Sumsel Tak Cairkan THR