Lalu, di tempat yang sama juga, Pameris Yuni Rahma mengatakan, ia mengangkat tema soal Kopi dan Lifestyle Masyarakat Modern, dimana gaya ngopi masyarakat modern dihubungkan dengan moderenisasi dan globalisasi, terutama untuk generasi Milenial dan Z.
"Gaya ngopi hari ini tentunya berbeda dengan jaman dulu. Sekarang, gaya ngopi yang didominasi anak-anak muda cenderung lebih modern, dimana kopi sudah banyak variasi, kedai kopi sudah menjamur dimana-mana, dan tentunya harganya juga cukup mahal," kata Yuni.
Sehingga kata Yuni, moderenisasi tadi membawa orang-orang menjadi lebih konsumtif untuk hanya memesan segelas kopi di sebuah kedai. Ditambah lagi, aktivitas yang dilakukan di kedai itu sendiri. Jika dulu, orang-orang ngopi tidak terbatas usia, pekerjaan dan strata sosial, di dalam satu meja warung kopi, sekarang orang-orang sudah bisa memilih tempat duduk masing-masing dengan segala aktivitasnya.
"Akhirnya, perubahan sosial masyarakat untuk menjadi induvidualis juga rawan terjadi. Tapi begitulah perkembangan jaman, yang tidak bisa dielakan," tutup dia.
Baca Juga: Siswi di Palembang Tewas Kecelakaan di Gandus, Begini Kronologinya
Salah satu pengunjung, Putri Ayu mengatakan, pameran yang diadakan Ghompok, menambah wawasannya soal fotografi dan tentu juga soal visualisasi sebuah cerita lewat dimensi foto. Beberapa foto yang dipamerkan kata Putri, juga sangat menarik untuk disaksikan.
"Jujur, ini keren banget. Aku ga berekspektasi ketika fotografer di pameran ini mengambil gambar seperti struk belanja, sedotan, timbangan, kaset dan juga lukisan, untuk menggambarkan sebuah simbol-simbol," kata dia.
Ia juga mengatakan, sebagai penggemar fotografi, kegiatan ini sangat wajib dilihat oleh banyak orang, karena ini bagus untuk menambah wawasan soal fotografi. "Semua orang harus liat pemran ini sih, karena keren banget," katanya.
Berita Terkait
-
Viral Momen Ibu-ibu di Palembang Protes, Antre Lama Cuma Dapat Rendang Dua Iris dari Richard Lee
-
Cara Ustaz Derry Sulaiman Jawab Salam Willie Salim Seorang Kristen, Banyak yang Kaget
-
Niat Bersihkan Nama Palembang, Acara Masak Besar Richard Lee Malah Ricuh?
-
Dokter Richard Lee Sumbang 1 Ton Ayam untuk Masak Besar di Palembang
-
Profil Sultan Palembang, Pemimpin Adat Tegas Haramkan Konten Willie Salim
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
Terkini
-
Darma Agung Club 41 Palembang Beroperasi Diam-Diam Meski Resmi Ditutup?
-
Herman Deru Pulang Kampung, Halal Bihalal di OKU Timur Penuh Keakraban
-
Pasca Penusukan Sadis, Izin Operasional DA Club 41 Palembang Dipertanyakan
-
Detik-Detik Kecelakaan Maut di Lahat: Satu Keluarga Tewas Saat Hendak Silaturahmi
-
Lebaran Berkah Bersama Bank Sumsel Babel: Mudik Gratis, Zakat Digital, dan Dana Tunai Siap