SuaraSumsel.id - Pertandingan Reuni Legenda Sriwijaya FC (SFC) di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Kota Palembang, Minggu ditonton oleh puluhan ribu penonton. Pertandingan itu mempertemukan para Legenda SFC yang terbagi menjadi dua tim, yaitu tim Hati dan tim Mata.
Tim Hati diisi oleh pemain SFC era 2012, yaitu Rifki Mokodompit, Achmad Jufrianto, Boby Satria, Mahyadi, Supriado, Jarot, Septarianyo, M Ridwan, Tantan, Arif Suyono, Budi Sudarsono, Andi Irawan, Siswato, dan tim ini dinakhodai Kas Hartadi.
Tim Mata berisikan pemain SFC era 2007, yaitu Ferry Rotinsulu, Charis Yulianto, Ambrizal, Slamet Riyadi, Wijay, Worabay, Isnan Ali, Toni Sucipto, Nasuha, Keits Kayamba Gumbs, Oktavianus, Dede Sulaiman, dan Amirul Mukminin, dan dinakhodai Rahmad Darmawan.
Laga yang berlangsung 2x45 menit itu berjalan cukup seru dan menarik karena kedua tim saling jual beli serangan. Namun, pada menit ke-16 tembakan keras dari luar kotak penalti oleh Wijay membuat tim Mata unggul 1-0.
Pada menit ke-26 anak asuh Kas Hartadi bisa menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui gol cantik Tantan. Dan hingga peluit babak pertama berbunyi skor tetap bertahan 1-1 untuk kedua tim.
Memasuki babak kedua pertandingan, pada menit ke-40 Budi Sudarsono berhasil menciptakan gol untuk tim Hati untuk unggul 2-1 dengan tendangan pinalti.
Skor kembali berubah menjadi 2-2 usai striker sekaligus kapten tim Mata Kayamba mencetak gol di penghujung babak kedua pada menit ke-72.
Sebelum laga berakhir, terdapat momen unik pada menit ke-74 saat pelatih kedua tim masuk ke lapangan sebagai pemain yang disambut decak tawa para penonton yang hadir.
Hingga peluit babak kedua berbunyi skor masih bertahan 2-2, sehingga dilanjutkan hingga babak adu penalti.
Baca Juga: Hujan Tak Halangi Semangat Legenda SFC Hibur Ribuan Penggemar di Big Match Palembang
Dalam adu penalti, anak asuh Kas Hartadi atau tim Hati keluar menjadi pemenang dengan skor 8-7.
Rahmad Darmawan usai pertandingan tersebut mengucapkan terima kasih karena dengan pertandingan reuni ini ia kembali melihat pemandangan luar biasa dari suporter.
"Sangat bahagia dengan pertandingan hari ini, surprise sekali melihat antusisme penonton yang hadir," katanya.
Atmosfer yang luar biasa ini diharapkan dapat menjadi motivasi untuk menciptakan momentum dan mengembalikan SFC kepada muruahnya.
"Dengan atmosfer yang luar biasa ini haru menjadi motivasi untuk menciptakan momentum di tim SFC untuk dapat kembali berlaga pada Liga 1 Indonesia," kata dia.
Kas Hartadi mengatakan kebahagiaannya atas laga reuni ini yang mengingatkannya pada masa kejayaannya bersama SFC.
Berita Terkait
-
Hujan Tak Halangi Semangat Legenda SFC Hibur Ribuan Penggemar di Big Match Palembang
-
Big Match Legenda SFC Berakhir Dramatis! Adu Penalti Hentikan Pertandingan Imbang
-
Saksikan Sore Ini! Big Match Reuni Legenda SFC di Stadion Jakabaring Palembang
-
Legenda SFC Era 2007 dan 2012 Bakal Beradu Skill di Big Match Reuni 30 Juni 2024
-
Legenda SFC Beradu Gengsi di Big Match: Saksikan di Stadion Jakabaring 30 Juni!
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
-
Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir
Terkini
-
7 Cara Mengatasi Cushion Belang agar Makeup Terlihat Rata dan Natural
-
Jejak Dakwah Kiai Marogan Dihidupkan Kembali Lewat Napak Tilas Sungai Musi
-
10 HP Harga Terjangkau untuk Update Android Jangka Panjang, Ideal bagi Pelajar & Karyawan
-
5 Cushion Matte untuk Tampilan Wajah Rapi Tanpa Kesan Dempul
-
Bukan Sekadar Estetika, Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang Dinilai Keliru Makna