SuaraSumsel.id - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyiapkan lahan seluas 3,23 hektare untuk relokasi rumah warga yang terdampak program penataan kawasan kumuh di Desa Kurau.
"Tercatat sebanyak 119 rumah penduduk yang terdampak dari program penataan kawasan kumuh di bantaran Sungai Kurau, mereka direlokasi di lokasi baru," kata Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman di Koba, Sabtu.
Pembangunan rumah swadaya atau layak huni bagi warga terdampak akan dimulai pada Agustus hingga Desember 2024.
"Pada Desember 2024 akan fokus untuk pembongkaran rumah warga di lokasi eksisting dan proses pindah warga ke lokasi baru,” kata Algafry.
Ia menjelaskan pemukiman kumuh yang berada di sempadan Desa Kurau Barat dan Desa Kurau akan direlokasi ke lokasi sesuai dengan tata ruang wilayah yang sudah memenuhi kualifikasi dan mendapatkan persetujuan rencana kegiatan DAK Tematik PPKT Tahun 2024.
"Saat ini kita sudah melakukan pembagian kavling rumah dengan sistem diundi, supaya lebih adil dan merata," ujarnya.
Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Tengah Muhammad Husaini mengatakan pihaknya terus melakukan pendampingan pembangunan rumah swadaya sebagai proyek strategis daerah.
"Kami terus berkoordinasi dengan Diperkimhub Bangka Tengah agar target penyelesaian pembangunan rumah tepat waktu yaitu pada Desember 2024 dan pengerjaannya sesuai aturan," ujarnya. [ANTARA]
Baca Juga: Penanganan Banjir OKU Jangka Panjang, Kajian BRIN dan Solusi yang Berkelanjutan
Berita Terkait
-
Penanganan Banjir OKU Jangka Panjang, Kajian BRIN dan Solusi yang Berkelanjutan
-
Bahaya Tak Pernah Usai, Sumur Minyak Ilegal di Musi Banyuasin Kembali Meledak dan Terbakar
-
Tradisi Spanyol Berpadu Budaya Palembang: Tarian Flamenco Warnai Festival Sriwijaya
-
Minyak Ilegal Cemari Sungai Parung Muba, Warga Malah Sebut 'Rezeki Nomplok'
-
Pj Kepala Daerah Sumsel Jelang Pilkada 2024: Antara Politik atau Agenda Pemerintah?
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Program MBG di Sumsel Sudah Jangkau 2 Juta Penerima, Lalu Mengapa 10 Dapur Masih Disuspensi?
-
HUT RI ke-81, PTBA Perkuat Komitmen Hadirkan Energi, Masyarakat Berdaya, Lingkungan Terjaga