SuaraSumsel.id - Kesultanan Palembang Darussalam memiliki koleksi kuno baru berupa sebuah jubah milik Sultan Mahmud Badaruddin II. Benda bersejarah ini kemudian disimpan oleh Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama RM Fauwaz Diradja SH Mkn.
Jubah dengan panjang diperkirakan 1, 5 meter, berwarna kuning oranye, bermotif bunga bunga, berlengan panjang namun ada sedikit sobek di leher kanan menjadi salah satu koleksi kuno yang dimiliki Kesultanan Palembang Darussalam.
“Jubah ini milik SMB II jadi kita perlihatkan bahwa SMB II memiliki motip baju yang berbeda dan cukup indah pada masanya sehingga bisa dijadikan salah satu contoh atau salah satu warisan budaya yang kita miliki dari Kesultanan Palembang Darussalam,” katanya.
Umur jubah tersebut menurut SMB IV diperkirakan antara 200 sampai 300 tahun .
“ Kalau dari motipnya jubah itu adalah jubah pada acara-acara tertentu, sebab kalau jubah itu tidak setiap hari di pakai sultan, “ katanya.
Meski demikian, SMB IV pun mengaku jika jubah milik SMB IV ini belum ada kajian akademiknya.
Sultan Mahmud Badaruddin (SMB ) II (23 November 1767 - 26 September 1852) adalah Sultan Palembang yang berkuasa dari 12 April 1804.
Sepuluh hari setelah ayahnya wafat, hingga diasingkan Belanda pada 1 Juli 1821. Nama lahirnya sebelum berkuasa adalah Raden Muhammad Hasan Pangeran Ratu.
Dalam masa pemerintahannya, ia beberapa kali memimpin pertempuran melawan Inggris dan Belanda di antaranya yang disebut Perang Menteng.
Baca Juga: Ganja Kering Terbungkus Kardus Kemplang Palembang Gagal Diterbangkan ke Lombok
Pada tangga 14 Juli 1821, ketika Belanda berhasil menguasai Palembang, Sultan Mahmud Badaruddin II dan keluarga diasingkan ke Batavia lalu ke Ternate pada tahun 1822.
Namanya kini diabadikan sebagai nama bandara internasional di Palembang, Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II juga bisa ditemui di mata uang rupiah pecahan 10.000 yang dikeluarkan oleh bank Indonesia pada tanggal 20 Oktober 2005.
Berita Terkait
-
Ganja Kering Terbungkus Kardus Kemplang Palembang Gagal Diterbangkan ke Lombok
-
Breaking News, Penumpang Super Air Jet Menumpuk di Bandara SMB Palembang Karena Delay
-
Penerbangan Internasional Belum Dibuka, Wisatawan Asing ke Palembang Masih Rendah
-
Halo Traveller, Ini Berbagai Fitur Aplikasi Travelin yang Dikenalkan Bandara SMB II
-
Nikmati Festival Durian Lokal di Palembang, Bayar Rp 125 Ribu Bisa Makan Durian Sepuasnya
Terpopuler
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 9 Pilihan HP Infinix RAM 8GB Kelas Entry Level Harga Rp1-3 Jutaan
- Kulkas Merek Apa yang Tidak Ada Bunga Es? Ini Pilihan dan Tips agar Tak Salah Beli
Pilihan
-
Sudah dari 2023, 'Nyelang' Jadi Napas Warga Pesisir Cilincing Demi Dapatkan Air Bersih
-
Dikepung Asap Karhutla, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Pontianak
-
Santap Siang Bareng di Rusia, Prabowo Minta Maaf ke Putin Karena Hal Ini
-
Dua Bus Transjakarta Tubrukan di Pancoran, Benarkah Sopir Mengantuk karena Cuti Duka Ditolak?
-
Bikin Cemas! Pesawat Garuda Indonesia Pecah Ban Angkut 156 Penumpang
Terkini
-
Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Hadirkan Aneka Promo Spesial untuk Nasabah
-
Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi
-
Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan
-
Karhutla Sumsel Belum Usai, Ini 4 Harapan Publik untuk Herman Deru di Tengah Kabut Asap
-
Sumsel Kembali Menengadah ke Langit, Doa Hujan di Tengah Karhutla yang Belum Usai