SuaraSumsel.id - Polda Sumatera Selatan (Sumsel) memeriksa terhadap istri dan kedua anak Aiptu FN terkait laporan dugaan perampasan paksa dan pengeroyokan debt colector.
“Pemanggilan klien kami tadi siang terkait apa yang sudah kita laporkan kemarin. Dari siang hingga Senin malam kemarin juga, klien kita juga diperiksa sebagai saksi dalam peristiwa tersebut,” ujar Rizal Syamsul, SH selaku kuasa hukum dari DS melansir sumselupdate.com-jaringan Suara.com.
Selain DS (40) dan kedua anaknya, mereka juga didampingi oleh dua kakak kandung Aiptu FN yang memberikan dukungan moril.
Rizal mengatakan jika tidak hanya kliennya yang dimintai keterangan namun juga memberikan klarifikasi tetapi dua anak Aiptu FN juga menyaksikan kejadian itu dari dalam mobil.
“Mobil klien kami ‘kan sempat dikuasai oleh debt collector dan dibawa dan posisi anak klien kami ikut terbawa, bahkan menurut kami ini bisa dikategorikan sebagai penculikan anak karena masih di bawah umur,” beber Rizal.
Sedangkan istri Aiptu FN berada di luar mobil bersama sang suami menjelaskan terkait kepemilikan mobil dengan debt collector.
“Awalnya klien kami DS mengejar suaminya keluar mobil lalu rombongan debt collector di waktu bersamaan juga menuju mobil dan mencabut kunci mobil, keluar sebentar lalu masuk lagi ke mobil dan menyalakan mobil dan sempat memindahkan mobil,” terang Rizal.
Terkait kedatangan juga sekaligus menemui Aiptu FN yang hingga hari ini masih menjalani pemeriksaan intensif.
Sementara DS kepada awak media juga berharap agar kasus yang dilaporkan dan dialami oleh suaminya Aiptu FN agar bisa berjalan baik.
Baca Juga: Penuhi Kebutuhan Uang Warga Pesisir Sungai Musi, Ini Dilakukan Bank Indonesia
“Dan suami saya mendapatkan yang terbaik semua yang telah dilakukan masyarakat. Mencari yang terbaik, agar ke depannya suami saya bisa bertugas kembali,” harap DS.
Bersamaan dengan itu, dukungan moril juga datang dari berbagai elemen masyarakat. Terbukti banyaknya karangan bunga yang berjejer di depan Mapolda Sumsel yang menyampaikan ucapan semangat kepada Aiptu FN
Tak hanya itu, ada pula elemen masyarakat dari Gabungan Pemuda Peduli Sumsel (GPPS) yang menggelar aksi damai mendukung Aiptu FN dan mengecam praktik arogan dalam penyelesaian kasus fidusia.
“Kami juga meminta Kapolda Sumsel memerintahkan jajarannya agar menangkap seluruh debt collector dan mata elang di Sumsel. Yang sudah sangat meresahkan masyarakat,” ujar koordinator aksi yang juga selaku Direktur Sriwijaya Corruption Watch (SCW), M Sanusi dalam orasinya.
Berita Terkait
-
Penuhi Kebutuhan Uang Warga Pesisir Sungai Musi, Ini Dilakukan Bank Indonesia
-
Ini Alasan Masyarakat Palembang Belum 100% Miliki Jaminan KIS
-
Jadwal Buka Puasa Wilayah Palembang dan Sekitarnya Selasa 26 Maret 2024
-
Ditinggal Mawardi, Herman Deru Undang 2 Eks Bupati ke Rumah, Bakal Berkoalisi?
-
Sempat Buron, Ini yang Dilakukan Aiptu FN Saat Kabur Setelah Tembak Debt Collector
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
Terkini
-
Link Pendaftaran Mandiri Unsri 2026: Jadwal Ujian, Syarat, dan Cara Cek UKT
-
Simulasi Cicilan KPR Bank Sumsel Babel 2026: Cara Punya Rumah di Palembang dengan Angsuran Ringan
-
Biaya Kuliah UIN Raden Fatah Palembang 2026: Daftar UKT Semua Jurusan dan Kelompok Pembayaran
-
Kelangkaan BBM di Sumsel: Pertamax Kosong, Antrean Kendaraan Mengular Saat Libur Panjang
-
Kebakaran Bus Jakarta - Padang di Muba: Fakta Terbaru, Dugaan Penyebab, dan Kondisi Penumpang-