SuaraSumsel.id - Selama dua tahun terakhir setidaknya sebanyak 126 kantor bank di Sumatera Selatan (Sumsel) ditutup. Penutupan ini disebutkan disebabkan oleh sejumlah penyebab, salah satunya perkembangan digitalisasi sistem perbankan yang berujung pada efisiensi.
Hal ini terungkap saat OJK merilis sejumlah perkembangan perbankan, sistem keuangan, pembiayaan dan permasalahan pengawasan di Sumsel.
Disebutkan berdasarkan data OJK Kantor Perwakilan Regional Sumatera Selatan dan Bangka Belitung terdapat ratusan kantor bank dengan status beragam yang memilih untuk tutup karena adanya perkembangan digitalisasi sekaligus menjadi efisiensi yang dilakukan perbankan.
“Ke depan memang persaingan kantor-kantor bank aja semakin berat, karena produk perbankan, seperti halnya fungsi penyaluran pembiayaan dan kredit, sudah bisa dilakukan dengan kemudahan digital yang dikembangkan oleh perbankan,” ujar Kepala OJK Perwakilan Regional Sumatera Selatan dan Bangka Belitung, Untung Nugroho, Selasa (12/12/2023).
Kekinian ia menyebutkan jika sejumlah kebutuhan yang diperlukan masyarakat pada instansi seperti perbankan masih bisa diakses dengan pilihan lainnya.
“Dengan bermodal smartphone di tangan, maka akses biaya, sekaligus sistem pembayaran sudah bisa melalui sejumlah pilihan dompet digital, pembiayaan digital, sampai perusahaan aplikasi yang menawarkan layanan mirip perbankan, seperti akses keuangan, pinjaman, kredit berjangka dan program lainnya,” terang Untung.
Dia pun mengungkapkan perkembangan digital yang terjadi pada perbankan, termasuk di Sumsel juga ada dampak baik dan negatifnya. “Semakin sering juga, ada perbankan yang kantornya beralamat tidak di Sumsel namun mencoba segmen pasar di Sumsel. Inti tentu terus berkembang dan semakin beragam metode yang ditempuh, baik langsung mendatangi calon nasabahnya, melakukan kemudahan dalam program dan aplikasi lainnya,” ujar Untung menerangkan.
Berdasarkan datanya, di Sumatera Selatan (Sumsel) ini terdapat sekitar 1506 kantor bank, dengan ragam fungsi dan statusnya, baik ada kantor utama, kantor pembantu, kantor kas, sampai pada unit terendah baik yang berada di kecamatan, sampai desa. Di Sumsel juga terdapat 26 perusahaan perbankan dan 8 institusi keuangan non bank (IKNB).
“Tapi fenomenanya, menurut saya juga dampak digitalisasi sistem perbankan, misalnya makin banyak produk laku pandai yang melibatkan masyarakat agar bisa bertransaksi digital sehingga tidak mesti bank, sehingga fungsi bank sebagai bangunan fisik, bisa tergantikan. Ada juga layanan perbankan yang bisa diakses melalui perangkat smartphone, agar lebih memudahkan nasabah bertransaksi,” ucap Untung.
Baca Juga: Petinggi KONI Sumsel Didakwa Rugikan Negara Rp3,4 Miliar dari Dana Hibah Pemprov Sumsel
Berita Terkait
-
Warga 8 Ulu dan Karang Jaya Positif Covid 19, Dinkes Minta Warga Pakai Masker
-
Izin 2 Diskotik di Kawasan Kampung Anti Narkoba Eks Lokalisasi Kampung Baru Dievaluasi
-
Petinggi KONI Sumsel Didakwa Rugikan Negara Rp3,4 Miliar dari Dana Hibah Pemprov Sumsel
-
Warga Sumsel Dihimbau Kembali Pakai Masker Agar Terhindar Covid 19
-
Pemilu Rentan Pengaburan Informasi, Mafindo Edukasi Anti Hoaks pada Mahasiswa Palembang
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Siapa Pendiri PO ALS? Kisah Bus Legendaris Sumatera di Balik Tragedi Muratara
-
Bus ALS di Muratara Diduga Hindari Lubang Sebelum Tabrakan dengan Truk Tangki
-
Polisi Sebut Sopir Bus ALS Sempat Ambil Jalur Kanan Sebelum Tabrakan Maut di Muratara
-
Berapa Jumlah Penumpang Bus ALS yang Terbakar di Muratara? Ini Data Sementara Polisi
-
Kronologi Maut Bus ALS di Muratara: Berawal dari Percikan Api hingga Terbakar Hebat, 16 Tewas