Tasmalinda
Rabu, 06 Mei 2026 | 20:38 WIB
Polisi sebut sopir ALS sempat mengambil jalur kanan sebelum tabrakan
Baca 10 detik
  • Bus ALS dan truk tangki bertabrakan di Jalan Lintas Sumatera, Musi Rawas Utara, yang mengakibatkan 16 orang meninggal dunia.
  • Polda Sumsel menduga kecelakaan terjadi saat sopir bus mengambil jalur kanan untuk menghindari lubang di badan jalan.
  • Tabrakan frontal tersebut menyebabkan kedua kendaraan terbakar hebat serta memicu proses identifikasi korban oleh tim DVI kepolisian.

SuaraSumsel.id - Fakta baru terungkap dalam kecelakaan maut Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki yang menewaskan 16 orang di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan.

Polda Sumsel menyebut sopir bus ALS diduga sempat mengambil jalur kanan beberapa saat sebelum tabrakan frontal dengan mobil tangki terjadi.

Informasi itu disampaikan berdasarkan hasil penyelidikan awal aparat kepolisian di lokasi kejadian.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengatakan kecelakaan bermula saat bus ALS melaju dari arah Lubuklinggau menuju Jambi.

Saat melintas di wilayah Karang Jaya, sopir bus diduga berusaha menghindari lubang di badan jalan hingga kendaraan mengambil jalur kanan.

Namun nahas, dari arah berlawanan datang mobil tangki milik PT Seleraya yang dikemudikan sopir berinisial Y.

“Tabrakan tidak dapat dihindarkan dan menyebabkan kedua kendaraan terbakar,” ujar Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya dalam keterangan resmi, Rabu (6/5/2026).

Benturan keras membuat suasana di lokasi berubah mencekam. Kobaran api langsung membesar dan melalap bus ALS serta mobil tangki di tengah Jalinsum.

Kepulan asap hitam pekat terlihat membumbung tinggi dan dapat disaksikan dari kejauhan. Video detik-detik kebakaran kendaraan itu pun viral di media sosial dan menjadi perhatian publik.

Baca Juga: Berapa Jumlah Penumpang Bus ALS yang Terbakar di Muratara? Ini Data Sementara Polisi

Banyak warga mengaku panik saat mendengar suara benturan keras sebelum api membesar di lokasi kejadian.

“Awalnya terdengar dentuman keras, lalu asap langsung naik tinggi,” ujar seorang warga di sekitar lokasi.

Berdasarkan data sementara kepolisian, kecelakaan maut tersebut menyebabkan 16 orang meninggal dunia. Selain itu, tiga korban mengalami luka berat dan satu korban lainnya mengalami luka ringan.

Seluruh jenazah korban saat ini telah dibawa ke RSUD Lubuklinggau untuk proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumsel.

Petugas gabungan dari Satlantas Polres Muratara, Ditlantas Polda Sumsel, BPBD, hingga tim medis masih melakukan penyelidikan menyeluruh terkait penyebab pasti kecelakaan maut tersebut.

Selain mengamankan kerangka kendaraan yang hangus terbakar, polisi juga mengumpulkan sejumlah barang bukti dan memeriksa saksi-saksi di lokasi kejadian.

Load More