Sejak tahun lalu, Singapura menyewa jasa Michael Sablon dari Belgia sebagai Technical Director FAS.
Sablon adalah manusia kunci di balik reinkarnasi Belgia menjadi negara sepakbola terbaik di dunia dengan Ranking 1 FIFA.
Praktisi dan public local kini mulai menagih kinerja Sablon.
"Sentuhan Sablon mulai terlihat di The Young Lions. Meski kalah telak kontra Albirex, mereka selalu konsisten membangun serangan dari bawah secara terstruktur.
“Metode belajar suatu gaya bermain terbaik adalah memainkan gaya bermain tersebut melawan tim kuat, meskipun beresiko gagal dalam jangka pendek,” puji Alex.
Adaptasi dengan Budaya?
Bagian paling menohok tulisan tersebut adalah kritik Alex pada persepsi orang Singapura terhadap praktisi ahli asing.
Dari riset sederhananya, ia temukan bahwa publik beranggapan praktisi ahli asing selalu gagal karena tak mampu beradaptasi dengan budaya lokal.
Fakta subjektif ini begitu aneh menurut Alex. Bagaimana mungkin seorang Michael Sablon yang sukses merevolusi sepakbola Belgia jadi nomor satu di dunia harus ikuti budaya Singapura, negeri rangking 148 FIFA? Lalu “haruskah Sablon beradaptasi dengan kepelatihan sepakbola Singapura yang masih menerapkan metode tahun 80-an?” kritiknya.
Baca Juga: Achmad Yakub: Cegah Karhutlabun Butuh Kolaborasi Melibatkan Petani di Sumsel
Akhir tulisan Alex menjadi gong yang sangat sentimental. Dengan puitis, ia mengutip Mary Ann yang mengatakan “Melihat langsung bulan bersinar berbeda dengan melihatnya dari belahan bumi yang lain.” Ya, Sablon bukan cuma melihat langsung bulan.
Ia juga hidup bersama sinar bulan tersebut, bukankah sebaiknya praktisi lokal mengikuti Sablon?.
"Tulisan Alex menjadi menginspirasi saya untuk merenda cerita pada konteks sepakbola Indonesia," sambung Coach Yoyo.
Cerita berawal dari Bernard Schumm, Direktur Teknik PSSI di era 90-an. Schumm membawa ide revolusioner.
Salah satunya adalah pesepakbola haram melakukan static stretching. Pelatih asal Jerman itu mengatakan stretching hanya buang-buang waktu.
Ide Schumm sulit diterima oleh pelatih lokal.
Tag
Berita Terkait
-
Saham Diserahkan Surakerela Oleh Mantan Presiden Klub, Sriwijaya FC Tak Lagi Bertaji?
-
Harusnya Sudah Kantongi Tiket Semifinal? Sriwijaya FC Tunggu PK Sanksi PSSI Dikabulkan
-
Sriwijaya FC Bisa Rebut Tiket Semifinal Meski Menjamu PSMS Medan, Asalkan ...
-
Situasi Sulit, Manajer Dan Suporter Sriwijaya FC Tuntut Hal Ini Pada PJ Gubernur Agus Fatoni
-
Update Klasemen Group Sumatera: Harap-Harap Cemas Rebut Tiket Semifinal di Pemungkas Lag
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Di Tengah Dinamika Gugatan terhadap Media di Sumsel, AJI Palembang Tekankan Pemahaman Sengketa Pers
-
5 Sepatu Lari yang Paling Nyaman Dipakai di Aspal Palembang, Bikin Kaki Nggak Cepat Pegal
-
Pomdam Sriwijaya Ungkap Kasus Penembakan di THM Panhead Palembang, Sertu MRR Ditangkap
-
Apa Motif Sertu MRR Tembak Pratu Ferischal? Fakta Hubungan Keduanya Terungkap Sebelum Penembakan
-
Kronologi Lengkap Penembakan Pratu Ferischal di THM Panhead, Cekcok Berujung Tembakan Maut