Pilihan menggunakan IM3 diceritakan Putri Andini, mahasiswi Universitas Sriwijaya (Unsri). Dia mengaku sempat mengganti beberapa provider sejak sekolah menengah pertama sampai kuliah saat ini.
Adanya event di kotanya, ia memutuskan kembali ke IM3. Ia tertarik dengan layanan kuota sekaligus even edukasi literasi digital yang diselenggarakan Indosat.
“IM3 Indosat sekarang berbeda, vibes gen z makin terasa, banyak event, banyak promo. Akhirnya kembali pakai Indosat, karena waktu acara itu beli nomor baru, kok makin hemat dibandingkan kompetitornya. Sebagai pembanding saja, jika di IM3 itu 1-3 giga bisa Rp13.000, tapi yang lain bisa sampai Rp37.000. Jauh banget, itu pula yang buat menjadikan nomor IM3 sebagai nomor utama sekarang,” akunya.
Tidak jauh beda dibandingkan Putri, Nyala, seorang pelajar di SMA Negeri 3 Palembang juga suka dengan edukasi literasi digital yang digelar Indosat.
Baca Juga: Sumsel 3 Kali Batal Tuan Rumah Piala Dunia, Publik Makin Geram Akan Asap Karhutla
“Itu ikut nonton konser sekaligus ada tenan edukasi, dan malamnya juga ada Mbak Najwa, saya jadi terpikir bagaimana pemberitaan hoaks itu membahayakan. Dengan penyampaian versi anak muda dan publik figur yang cerdas, saya semakin sadar memilah dan membagikan link pemberitaan. Bahayanya itu ternyata besar ya ka,” ujarnya mengungkapkan bahaya berita hoaks.
Upaya literasi digital yang menjadi bagian dari Corporate Social Responsibility atau CSR, dirasakan sangat tepat. Kalangan anak muda sampai dengan milenial dan gen Z di Palembang tergolong besar, upaya literasi digital sebagai upaya makin mencerdaskan informasi yang beredar di publik.
Apalagi surveinya memprakirakan 40 persen dari kalangan Gen Z masih berada dalam kategori digital nan rendah.
Saat tampil menjadi bintang tamu di event Indosat, Generasi Happy Festival, Najwa Shihab mengungkapkan era digital sebenarnya menyuguhkan segudang tantangan sekaligus kesempatan.
Munculnya informasi yang salah atau dikenal hoaks sampai cyberbullying, menjadi peluang gen Z berkarya semakin kreatif.
Baca Juga: Respon PSSI Sumsel Atas Laga Timnas Kontra Brunei Darussalam Terancam Batal di Palembang
Gen Z hendaknya bisa mengembangkan diri dalam ekosistem digital tersebut. Anak-anak Gen Z hendaknya bisa membuktikan diri mampu beradaptasi dengan kemajuan digital, sehingga suara anak muda terdengar oleh generasi kekinian. Sehingga generasi Z tidak hanya berbahagia, namun tetap bisa berkarya.
Berita Terkait
-
Viral Momen Ibu-ibu di Palembang Protes, Antre Lama Cuma Dapat Rendang Dua Iris dari Richard Lee
-
Cara Ustaz Derry Sulaiman Jawab Salam Willie Salim Seorang Kristen, Banyak yang Kaget
-
Niat Bersihkan Nama Palembang, Acara Masak Besar Richard Lee Malah Ricuh?
-
Cara Indosat Hadapi Lonjakan Konektivitas di Lebaran, Perkuat Jaringan dengan AI
-
Dokter Richard Lee Sumbang 1 Ton Ayam untuk Masak Besar di Palembang
Tag
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
Pilihan
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
Terkini
-
Darma Agung Club 41 Palembang Beroperasi Diam-Diam Meski Resmi Ditutup?
-
Herman Deru Pulang Kampung, Halal Bihalal di OKU Timur Penuh Keakraban
-
Pasca Penusukan Sadis, Izin Operasional DA Club 41 Palembang Dipertanyakan
-
Detik-Detik Kecelakaan Maut di Lahat: Satu Keluarga Tewas Saat Hendak Silaturahmi
-
Lebaran Berkah Bersama Bank Sumsel Babel: Mudik Gratis, Zakat Digital, dan Dana Tunai Siap