Pengalaman sebagai pelanggan IM3 juga disampaikan Riri Septiani. Ibu dua anak ini menceritakan jika sejak kuliah, ia juga sebagai pelanggan IM3. Kekinian meski sudah berumah tangga dan punya kewajiban mendampingi kebutuhan pendidikan anak-anak, ia tetap mengandalkan produk Indosat.
“Sejak awal pekan ini, Pemerintah menerapkan sekolah daring untuk sekolah dasar. Sebagian pembelajaran mengandalkan aplikasi zoom, whatsApp orang tua, YouTube, dan lainnya. Semuanya itu dilakukan di ponsel orang tua dan anak,” aku Riri.
Punya dua anak yang duduk di sekolah dasar, Riri mengungkapkan terus beradaptasi dengan pembelajaran digital, sekaligus penggunaan ponsel pintar. Meski ia pun masih harus mengurus usaha kuliner kecil-kecilan yang dioperasionalkan di rumah, pilihan provider yang murah sekaligus punya banyak paket promo pilihan, membuatnya memilih produk indosat, IM3.
Dia mengungkapkan, saat pembelajaran daring, anak-anak juga menyesuaikan dengan modul yang dibuat makin digital. Persoalannya muncul ketika tugas sekolah tersebut diberikan saat ia tidak berada di rumah, namun anak-anak harus mengerjakan dengan batas waktu diberikan guruya.
“Saat itu, butuh provider yang kuotanya cukup, sinyal kuat bisa diakses saat di jalan, saat belanja dan saat harus menjual dagangan. Itu biar tak repot, ya masih pertahankan IM3,” aku warga Perumnas Sako Palembang.
Pilihan menggunakan IM3 diceritakan Putri Andini, mahasiswi Universitas Sriwijaya (Unsri). Dia mengaku sempat mengganti beberapa provider sejak sekolah menengah pertama sampai kuliah saat ini.
Adanya event di kotanya, ia memutuskan kembali ke IM3. Ia tertarik dengan layanan kuota sekaligus even edukasi literasi digital yang diselenggarakan Indosat.
“IM3 Indosat sekarang berbeda, vibes gen z makin terasa, banyak event, banyak promo. Akhirnya kembali pakai Indosat, karena waktu acara itu beli nomor baru, kok makin hemat dibandingkan kompetitornya. Sebagai pembanding saja, jika di IM3 itu 1-3 giga bisa Rp13.000, tapi yang lain bisa sampai Rp37.000. Jauh banget, itu pula yang buat menjadikan nomor IM3 sebagai nomor utama sekarang,” akunya.
Tidak jauh beda dibandingkan Putri, Nyala, seorang pelajar di SMA Negeri 3 Palembang juga suka dengan edukasi literasi digital yang digelar Indosat.
Baca Juga: Sumsel 3 Kali Batal Tuan Rumah Piala Dunia, Publik Makin Geram Akan Asap Karhutla
“Itu ikut nonton konser sekaligus ada tenan edukasi, dan malamnya juga ada Mbak Najwa, saya jadi terpikir bagaimana pemberitaan hoaks itu membahayakan. Dengan penyampaian versi anak muda dan publik figur yang cerdas, saya semakin sadar memilah dan membagikan link pemberitaan. Bahayanya itu ternyata besar ya ka,” ujarnya mengungkapkan bahaya berita hoaks.
Upaya literasi digital yang menjadi bagian dari Corporate Social Responsibility atau CSR, dirasakan sangat tepat. Kalangan anak muda sampai dengan milenial dan gen Z di Palembang tergolong besar, upaya literasi digital sebagai upaya makin mencerdaskan informasi yang beredar di publik.
Apalagi surveinya memprakirakan 40 persen dari kalangan Gen Z masih berada dalam kategori digital nan rendah.
Saat tampil menjadi bintang tamu di event Indosat, Generasi Happy Festival, Najwa Shihab mengungkapkan era digital sebenarnya menyuguhkan segudang tantangan sekaligus kesempatan.
Munculnya informasi yang salah atau dikenal hoaks sampai cyberbullying, menjadi peluang gen Z berkarya semakin kreatif.
Gen Z hendaknya bisa mengembangkan diri dalam ekosistem digital tersebut. Anak-anak Gen Z hendaknya bisa membuktikan diri mampu beradaptasi dengan kemajuan digital, sehingga suara anak muda terdengar oleh generasi kekinian. Sehingga generasi Z tidak hanya berbahagia, namun tetap bisa berkarya.
Tag
Berita Terkait
-
Indosat Ooredoo Hutchison Gandeng Setara Networks Luncurkan Layanan Transaksi Instan, Gratis Biaya
-
Permintaan Maaf Erick Thohir, Laga Timnas Kontra Brunei Darussalam Batal Digelar di Palembang
-
Ketum PSSI Minta Maaf, Duel Timnas Indonesia versus Brunei Resmi Batal Digelar di Palembang
-
Sumsel 3 Kali Batal Tuan Rumah Piala Dunia, Publik Makin Geram Akan Asap Karhutla
-
Siapa Yoan Sandradyta Selebgram Palembang yang Dukung Karhutla Berujung Minta Maaf? Ini Profilnya
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Di Tengah Dinamika Gugatan terhadap Media di Sumsel, AJI Palembang Tekankan Pemahaman Sengketa Pers
-
5 Sepatu Lari yang Paling Nyaman Dipakai di Aspal Palembang, Bikin Kaki Nggak Cepat Pegal
-
Pomdam Sriwijaya Ungkap Kasus Penembakan di THM Panhead Palembang, Sertu MRR Ditangkap
-
Apa Motif Sertu MRR Tembak Pratu Ferischal? Fakta Hubungan Keduanya Terungkap Sebelum Penembakan
-
Kronologi Lengkap Penembakan Pratu Ferischal di THM Panhead, Cekcok Berujung Tembakan Maut