SuaraSumsel.id - Penamuan jasad bayi laki-laki di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Husnul Hotimah, Sukamaju RT 4 Rw 5 Sukamaju Muara Enum, Sumatera Selatan (Sumsel) membuat warga geger.
Penemuan bayi laki-laki yang diperkirakan sengaja ditinggalkan telah lebih dari tujuh hari pertama kali dilaporkan oleh para penggali kuburan.
Informasi dihimpun, penemuan mayat bayi laki-laki berumur sekitar satu bulan dan mulai membusuk berawal dari beberapa warga sedang menggali kuburan mencium bau nan tidak sedap.
Pada bayi tersebut ditemukan kain putih dengan dua helai pakaian. Mayat orok bayi laki-laki tersebut ditemukan dalam kondisi telanjang tanpa identitas dan hanya berbungkus satu kain dan dua pakaian.
Warga yang menemukan melaporkannya ke polisi.
Melansir sumselupdate.com-jaringan Suara.com, Kapolres Muaraenim AKBP Andi Supriadi membenarkan penemuan mayat bayi laki-laki yang diperkirakan berumur satu bulan tersebut.
“Saat ini, mayat bayi tersebut sudah divisum di RSUD HM Rabbain Muara Enim Untuk motifnya masih dalam penyelidikan,” ungkapnya, Jum’at (12/5/2023) dalam keterangan persnya.
“Kita amankan barang bukti satu lembar kain berwarna Putih Panjang sekitar 1 meter, Baju kaos tangan panjang dengan warna Putih dan warna Coklat di lengan baju dengan gambar angka 8 dan tulisan warna Putih yang bertuliskan Eight dan Baju kaos lengan panjang dengan warna Putih list Biru, yang bergambar kartun hewan beruang dan bertulisan dgn tulisan happy bear,” ujarnya.
Kapolres mayat bayi tersebut diduga berumur kurang lebih 1 bulan dengan menghitung tanda – tanda tali pusat yang terlepas paling lama 2 minggu.
Baca Juga: Mantan Kades di Sumsel Korupsi Dana Desa Ratusan Juta Untuk Open BO Wanita
“Mayat bayi tersebut diduga telah meninggal lebih dari 7 hari, dengan menganalisa lebam di mayat, dan pembusukan di seluruh tubuh mayat bayi,” bebernya.
Berita Terkait
-
Mayat Bayi Laki-laki Ditemukan di TPU Muara Enim, Terbungkus Kain Putih Dengan Dua Pakaian
-
Kawasan Kambang Iwak Park Palembang Tak Tertata, Sering Macet Dan Semrawut
-
Mantan Kades di Sumsel Korupsi Dana Desa Ratusan Juta Untuk Open BO Wanita
-
Warga Ramai Berkumpul, Ida Dayak Batal Datang ke Lubuklinggau Sumsel
-
Ngaku Kena Mental Setelah Berstatus Tersangka Penghinaan Agama, Lina Mukherjee Ingin Konseling Psikolog
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
PHR Zona 4 Perkuat Budaya HSSE, Keselamatan Kerja Jadi Prioritas Operasi Hulu Migas
-
HUT RI ke-81, Mitra Grab Palembang Rayakan Semangat Gotong Royong Bersama 810 Mitra
-
Pemkot Palembang Tak Lagi Menanggung 5.502 Guru PPPK, Ini Dampaknya bagi APBD