Bergeliat mengenalkan makanan terenak di dunia
Selama pandemi, diakui Jimmy sebagai reseller ia mengirim setidaknya 240 kilogram selama satu bulan. Sementara untuk para mitra yang sudah mencapai 40 UKM di kampung kuliner tersebut, menyumbang kontribusi atas 35 kilogram secara rata-rata.
“Karena yang mitra cenderung sangat ditentukan oleh pesanan yang masuk, sangat tidak pasti, kekinian semua bangkit bersama demi pempek tetap dikenal. Serasa makan di warung Pempek karena kualitasnya yang sama enaknya,” aku Jimmy.
Dengan adanya pengakuan sebagai makanan terenak keempat dunia bahkan mengalahkan sushi, promosi pempek lebih mudah. Mendekati bulan puasa Ramadhan pun permintaan meningkat.
Baca Juga: Ada Indikasi Praktik Cuci Uang di Bisnis Solar Ilegal di Sumsel, Ditemukan Rekening Rp 16 Miliar
Pemerintah mencatat Palembang mengirimkan pempek mencapai 60 ton per hari. Dengan adanya layanan truk pendingin dan teknologi vakum, pempek akan hadir senikmat dan serasa makan di warung pempek para raden di Palembang tersebut.
Di Palembang sendiri, jasa layanan truk pendingin tersebut telah diaktifkan sejak November tahun lalu.
VP of Marketing JNE Eri Palgunadi mengatakan salah satu aktivitas yang terpenting dalam ekosistem bisnis online adalah pengiriman yang dapat menentukan keberhasilan suatu transaksi online, mulai dari cara pengemasan paket dan pemanfaatan produk layanan JNE sesuai kebutuhan para pelaku UMKM.
“Karena itulah JNE hadir dan menyelenggarakan program UMKM Lokal di 10 kota dengan mengedukasi dan mengintegrasi baik offline maupun online sehingga 360 marketing tercipta. Sekaligus penjelasan mendalam mengenai strategi distribusi paket serta pemasaran,” terangnya.
Sebagai informasi pempek menjadi makanan Indonesia terenak menurut Taste Atlas. Hasil survei oleh Taste Atlas, jika pempek menduduki peringkat keempat hidangan seafood atau makanan laut terbaik dunia dengan nilai 4.7.
Baca Juga: Lagi-Lagi Gudang Solar Ilegal di Sumsel Digerebek tapi Pemilik Kabur
Taste atlas adalah sumber rasa hidangan tradisional dunia yang merangkum berbagai makanan yang diteliti dan dipetakan menjadi populer di kota, wilayah dan desa di dunia.
Berita Terkait
-
Viral Momen Ibu-ibu di Palembang Protes, Antre Lama Cuma Dapat Rendang Dua Iris dari Richard Lee
-
Cara Ustaz Derry Sulaiman Jawab Salam Willie Salim Seorang Kristen, Banyak yang Kaget
-
Niat Bersihkan Nama Palembang, Acara Masak Besar Richard Lee Malah Ricuh?
-
Dokter Richard Lee Sumbang 1 Ton Ayam untuk Masak Besar di Palembang
-
Profil Sultan Palembang, Pemimpin Adat Tegas Haramkan Konten Willie Salim
Tag
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Lebaran Berdarah, Tukang Parkir Kritis Ditusuk 7 Kali Pengunjung Club DA 41 Palembang
-
Kronologi Siswi SD Hilang 2 Hari, Ditemukan Dicabuli di Hotel Palembang
-
Wisata Maut di Ogan Ilir: Speedboat Terbalik Lagi, 'Tak Basah Tak Bayar'
-
Baru Kenal, Pemuda 19 Tahun Tega Cabuli Siswi SD di Hotel Melati Palembang
-
Ritel Hingga Perkebunan, Puluhan Perusahaan di Sumsel Tak Cairkan THR