SuaraSumsel.id - Warga Sumatera Selatan (Sumsel) kembali diingatkan potensi bencana hidrometerologi akibat curah hujan yang tinggi. BMKG mengungkap curah hujan di Sumsel pada dasarian awal November 2022 yang umumnya berada pada katagori menengah hingga tinggi.
Curah hujan dengan kategori menengah hingga tinggi yaitu 51 - 300 mm akan masih berlangsung. "Curah hujan tertinggi di Pos Hujan Tegalrejo, Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas sebesar 313 mm," ujar keterangan pers yang diterima, Sabtu (12/11/2022).
BMKG mengingatkan sifat hujan pada dasarian I November 2022 di wilayah Sumsel didominasi sifat hujan Atas Normal (AN).
Peristiwa ini tidak terjadi di sebagian Empat Lawang, sebagian kecil Lahat, sebagian OKU Selatan, sebagian Muara Enim, sebagian kecil Ogan Ilir, sebagian besar Banyuasin, sebagian besar Palembang, sebagian OKI.
"Monitoring Hari Tanpa Hujan Berturut-turut (HTH) menunjukkan Sebagian besar wilayah Sumatera Selatan masih mendapatkan hujan sampai dengan pemutakhiran data," kata BMKG
Wilayah yang mengalami HTH Sangat Pendek (1-5) terjadi di sebagian wilayah Musi Rawas, sebagian kecil Lahat, sebagian kecil OKU Selatan, sebagian kecil Ogan Ilir, sebagian kecil Banyuasin. Sementara wilayah yang mengalami HTH Pendek (6-10 hari) yaitu sebagian kecil Ogan Ilir.
Pada dasarian I November 2022 Indeks ENSO masih menunjukkan kondisi La Nina lemah dan diprakirakan kondisi La Nina masih berpotensi berlangsung hingga Januari 2023 kemudian berangsur menuju kondisi Netral. Indeks IOD juga masih menunjukkan kondisi IOD Negatif dan diprakirakan masih berpotensi terjadi hingga akhir bulan ini.
"Aliran massa udara di wilayah Indonesia didominasi oleh angin baratan. Prediksi anomali OLR secara spasial menunjukkan potensi pertumbuhan awan di wilayah Indonesia pada dasarian II November 2022 masih berpeluang terjadi," ujar BMKG.
Baca Juga: Pabrik Miras Mansion House Oplosan di Sumsel Digerebek, Beromzet Ratusan Juta
Tag
Berita Terkait
-
Sungai Musi Alami Pendangkalan 13 Km di Pesisir, Kapal-Kapal Besar Sulit Bersandar
-
Pabrik Miras Mansion House Oplosan di Sumsel Digerebek, Beromzet Ratusan Juta
-
Sumsel Lamban Registrasi Cagar Budaya, Padahal Kaya Peninggalan Sejarah
-
Gelar Festival Swadaya, Gojek Palembang Hibur Dan Apresiasi Para Mitra
-
Janji BLT-BBM Untuk Pengemudi Ojol di Palembang Tak Kunjung Cair
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung
-
Jangan Takut Gagal, Kisah Reski Menembus Pendidikan Tinggi Lewat BIDIKSIBA PTBA
-
Wajah Lain Krisis Karhutla: Anak Terpapar Asap, Perempuan Lebih Berat Merasakan Beban