Akibat semakin menurunkan peremajaan lahan membuat produktivitas lahan karet Indonesia semakin menurun. Saat ini rata-rata hanya 1 ton per hektare per tahun, padahal negara pesaing seperti Vietnam dan Thailand sudah mencapai 2-3 ton per hektare per tahun.
Kondisi ini telah berimbas pada industri karet karena pabrik-pabrik mengalami kekurangan bahan baku dalam tiga tahun terakhir.
Ketua Gabungan Pengusaha Karet Indonesia Alex K Eddy dalam kesempatan yang sama mengatakan di tengah rendah produktivitas itu terdapat situasi yang lebih mengkhawatirkan yakni pelemahan penyerapan ekspor karet karena resesi di Eropa.
Jika pabrik ban tidak berproduksi maka siapa yang akan menyerap karet alam kita, kata Alex.
Baca Juga: Fakta-Fakta Kadus Dan Istri di Banyuasin Sumsel Tewas Dirampok: Harta dan Emas Ludes Digondol Pelaku
Selain itu, adanya negara-negara pesaing Indonesia yakni Thailand yang kini menyasar juga pasar Indonesia ke Amerika juga menjadi ancaman dalam situasi ini.
Gapkindo mengharapkan pemerintah dapat menemukan solusi efektif untuk mengatasi ini demi keberlanjutan perkebunan karet Indonesia.
“Saat 2017 Indonesia bisa mengekspor 3,2 juta ton tapi kini hanya 2,9 juta ton,” kata dia.
Artinya, ada penurunan produksi dari sejak 2017 yang diduga karena adanya pengalihan ke pekebunan sawit. Saat ini produksi Sumsel hanya mampu di bawah 1 juta ton per tahun, padahal biasanya di atas 1 juta ton.
Baca Juga: Sadis! Kadus Dan Istri di Banyuasin Sumsel Tewas Dengan Tangan Dan Kaki Diikat, Diduga Dirampok
Berita Terkait
-
Kasus Bikin Konten Rendang Hilang, Polisi Periksa Pelapor Willie Salim
-
Gubernur Herman Deru Buka Rakor Forkopimda Se-Sumsel
-
Gercep Antisipasi Arus Mudik Lebaran, Herman Deru Cek Jalur Tol Alternatif Palembang-Betung
-
Jejak Pendidikan Umi Hartati: Sarjana Ekonomi hingga Ketua Komisi yang Ditahan KPK
-
Dijerat OTT KPK, Ini Daftar Kekayaan Miliaran Umi Hartati yang Jadi Sorotan
Tag
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
Pilihan
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
Terkini
-
Darma Agung Club 41 Palembang Beroperasi Diam-Diam Meski Resmi Ditutup?
-
Herman Deru Pulang Kampung, Halal Bihalal di OKU Timur Penuh Keakraban
-
Pasca Penusukan Sadis, Izin Operasional DA Club 41 Palembang Dipertanyakan
-
Detik-Detik Kecelakaan Maut di Lahat: Satu Keluarga Tewas Saat Hendak Silaturahmi
-
Lebaran Berkah Bersama Bank Sumsel Babel: Mudik Gratis, Zakat Digital, dan Dana Tunai Siap