SuaraSumsel.id - Pemerintah Provinsi Jambi menyiapkan bantuan sosial bagi sekitar enam ribu nelayan di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur.
"Pemerintah Provinsi Jambi berencana memberikan bantuan sosial kepada enam ribu nelayan dan saat ini Dinas Kelautan dan Perikanan bersama pemerintah kabupaten sedang mempersiapkan penyalurannya," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jambi Temawisman di Jambi, Senin.
Sasaran bantuan sosial senilai Rp759.000 bagi nelayan ditentukan berdasarkan data yang ada dalam aplikasi Kusuka dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Menurut dia, bantuan sosial dari pemerintah provinsi akan diberikan kepada nelayan yang sudah punya Kartu Kusuka dan nelayan yang menurut pemerintah kabupaten/kota layak menerima bantuan dari pemerintah.
"Bukan hanya nelayan yang punya Kartu Kusuka yang mendapatkan bantuan, tetapi nelayan yang tidak memiliki Kartu Kusuka juga berhak menerima bantuan (jika dinilai layak)," katanya.
Menurut dia, bantuan sosial Rp759.000 untuk membantu nelayan yang terdampak kenaikan harga bahan bakar minyak akan disalurkan dalam dua tahap.
Bantuan senilai Rp379.500 akan disalurkan dalam bulan Oktober dan sisanya akan dibagikan pada November 2022.
Para nelayan yang terdaftar sebagai penerima bantuan bisa mengambil bantuan tunai dari pemerintah provinsi di kantor-kantor PT Pos Indonesia. [ANTARA]
Baca Juga: Sidang Vonis Mantan Pejabat Polda Sumsel Terima Suap Rp10 Miliar Proyek PUPR Muba Digelar 19 Oktober
Berita Terkait
-
Siswa Magang Hilang di Lahan Perusahaan Tambang Batu Bara Jambi
-
Harga Sawit Terbaru di Jambi Anjlok hingga Rp 645 per Kilogram
-
Jambi Bakal Selenggarakan Empat Kejurnas Balap di Suwarnadwipa Nusantara Circuit, Ketua IMI Memuji Spek Sirkuit
-
Harga Tandan Buah Segar Kelapa Sawit di Jambi Turun Rp646 per Kilogram
-
Cerita Keluarga di Jambi Menabung Uang Receh Rp1.000, Akhirnya Bisa Beli Mobil Toyota Ratusan Juta
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Pria di Musi Rawas Tewas Diracun Selingkuhan dengan Sianida, Ini Kronologinya
-
Kilang Plaju Cetak Operator Scaffolding Bersertifikat, Dorong Kesiapan Tenaga Kerja Lokal
-
Dari Sawit hingga Mess Dibakar, Ini Kronologi Kerusuhan PT BCP Group Wilmar
-
Dua Warga Tertembak dan Mess Dibakar, Bagaimana Kerusuhan di PT BCP Group Wilmar Bermula?
-
Dua Warga Alami Luka Tembak, Mess PT BCP Dibakar: Apa yang Terjadi di Lempuing?