SuaraSumsel.id - Belum banyak yang tahu bahwa buah nanas tak hanya enak dikonsumsi, baik sebagai buah segar ataupun diolah menjadi produk pangan turunan. Kandungan enzim bromelin, karotenoid, vitamin C dan flavonoid yang ada pada nanas sangat baik bagi kesehatan. Salah satunya teruntuk kesehatan kulit.
Kandungan enzim bromelin diyakini bisa menghambat penuaan sel kulit. Kandungan flavonoid bersifat antioksidan, anti alergi, anti inflamasi sekaligus anti bakteri. Karena sederet keutamaan ini, saripati atau ekstrak nanas sangat cocok dijadikan sabun.
Di Sumatera Selatan (Sumsel), terdapat kota yang sudah dikenal sebagai kota Nanas. Prabumulih, nama kotanya. Kota Prabumulih dikenal sebagai Kota Nanas karena produksi sekaligus pemanfaatan buah nanas ke bidang lain selain sebagai buah dan produk makanan belum banyak dikembangkan.
Gagasan inovasi produk hilir nanas menjadi salah satu prioritas program Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih. Inilah yang menjadi salah satu pertimbangan Tanisani Projekt, sebuah usaha kreatif di bidang Kesehatan dan kecantikan guna mengembangkan produk sabun batang berbahan saripati atau ekstrak nanas.
Produk sabun Batangan dengan merek Tanisani ini turut hadir menyemarakkan “Expo Media dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Memperingati Hari Pers", bazaar yang digelar Pemkot Prabumulih di Islamic Center pada tanggal 4-6 Oktober 2022. Terdapat banyak jenis atau varian sabun yang mereka produksi diantaranya sabun berbahan ekstrak nanas.
Reka Agni Maharani, pendiri Tanisani Projekt dalam wawancara di sela-sela kegiatan pameran menjelaskan sabun dari ekstrak nanas ini memang menjadi salah satu produk unggulan.
"Idenya sederhana saja. Usaha Tanisani ini dirintis dan dikembangkan di Kota Prabumulih. Kota yang sangat identik dengan buah nanas. Kami terpanggil untuk menciptakan produk yang selaras dengan icon kota tempat Tanisani lahir," ujarnya.
Sabun ekstrak nanas buatan Tanisani Projekt ini dibuat dengan menggunakan beragam bahan alami, di antaranya minyak kelapa murni, minyak sawit, zaitun, dan minyak biji tengkawang khas Indonesia.
Selain sabun ektrak nanas, Tanisani juga memproduksi sabun dengan beragam varian; madu-kunyit, lidah buaya, kopi, dll, yang Sebagian besar bahannya didapat dari mitra-mitra local termasuk jaringan UMKM yang tersebar di Sumsel.
Baca Juga: Tiga Tersangka Penjua BBM Ilegal Diringkus Polda Sumsel, Begini Modus Pelaku
Sejauh ini pasar utama produk sabun Tanisani masih menyasar konsumen di luar kota. Bahkan luar pulau. Terutama, wilayah Jabodetabek.
“Ceritanya, Panjang. Awal mula usaha artisan sabun ini memang sekadar hobi, sekaligus coba membuat untuk Ibu saya yang memang memiliki masalah kulit yang tidak sembuh-sembuh. Pas saya buatkan sabun sendiri, sekarang malah sudah tidak kambuh lagi masalah kulitnya. Lalu saya coba buat dan tawarkan ke orang-orang terdekat, ternyata mulai ada teman-teman lama di luar Prabumulih yang memesan. Lama-kelamaan pesanan dari jaringan pun lancar dan terus-menerus,” terang Reka yang didamping Salsa Nindya, Manager produksi dan inovasi produk Tanisani.
Usaha pembuatan sabun ini mulai diseriusi. Mulailah pemasaran dilakukan melalui marketplace online. “Untuk pasar lokal, tepatnya di Kota Prabumulih, kami baru akan memulai. Ceruknya sudah ada. Dan produk kita juga mulai mendapat sambutan dari banyak kalangan,” sambung Salsa.
Ia mengaku sedang merancang strategi pemasaran untuk menjangkau konsumen Prabumulih.
“Ini bukan sekadar supaya produk Tanisani laku terjual. Produk kami cocok untuk semua orang. Baik perempuan maupun laki-laki, orang tua maupun anak-anak, apalagi bagi orang yang memiliki kulit sensitif. Kami ingin, salah satunya ayuk-ayuk atau para perempuan Prabumulih tidak hanya memiliki kulit cantik tetapi juga kulit yang sehat dengan menggunakan produk buatan lokal,” terangnya.
Kepala Dinas Kominfo Kota Prabumulih, Mulyadi Musa ketika mengunjungi stan Tanisani mengajak warga Prabumulih untuk mendukung dan menggunakan produk-produk buatan buatan Prabumulih.
Tag
Berita Terkait
-
Viral Polisi Pangkat "Kombes" di Palembang Ketakutan Ditangkap, Netizen Sebut Nama Sambo
-
Lalai Menanggulangi, Walhi Tuntut Wali Kota Harnojoyo Laksanakan Keputusan Gugatan Banjir Palembang
-
Intensitas Hujan di Palembang Disebut BMKG Tertinggi Selama 30 Tahun Terakhir
-
Kinerja Wali Kota Harnojoyo Dinilai Buruk, Banjir Terus Merugikan Warga
-
Kronologi Lengkap! Mahasiswa Diksar UKMK Litbang UIN Raden Fatah Palembang Dianiaya, Ditelanjangi, Disulut Rokok
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Inflasi Sumsel Menurun, Tekanan Harga Masih Mengalir di Sektor Konsumsi
-
Kronologi Tersangka 58 Kg Sabu Kabur dari Ruang Pemeriksaan Polda Jambi, Masih Terborgol
-
Apa Itu Sampah Antariksa? Ini Fakta Terbaru di Balik Fenomena Bola Api yang Viral di Lampung
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Digeruduk Korban, Oknum Guru di Palembang Akhirnya Menyerah: Modus Tukar Uang THR Rugikan Miliaran