SuaraSumsel.id - Insiden pembunuhan ajudan Brigadir Nofriansyah Yosua Huatabarat atau Brigadir J masih menjadi perhatian publik. Meski polisi sudah menetapkan lima tersangka, termasuk Irjen Ferdy Sambo, sang mantan propam Polri, namun sejumlah makin mengungkapkan kehidupan sang jenderal ini.
Salah satu yang terungkap dari kasus ini adaya keistimewaan yang ternyata diterima oleh anak-anak Ferdy Sambo. Hal ini terungkap dari pengakuan pengacara Bripka RR yang juga menjadi tersangka atas peristiwa kematian Brigadir J.
Pengacara Bripka RR, Erman Umar mengungkapkan jika kliennya selama ini lebih banyak bekerja sebagai ajudan untuk para anak Ferdy Sambo.
"(Ricky Rizal) ini kan orang Lantas, mungkin dia paham. Makanya kewajiban dia yang disuruh (sebagai) ajudan bukan mendampingi (Sambo) tapi ngurus anak," terang Erman, dikutip dari program AIMAN di KompasTV, Rabu (14/9/2022).
Pernyataan ini membuat pengacara ini kembali ditanyakan perihal mengurus anak-anak Ferdy Sambo.
"Ricky Rizal ngurus anak?" tanya Aiman Witjaksono memastikan pernyataan Erman.
"Rizal itu untuk ADC untuk mengurus segala sesuatunya (untuk) anaknya (anak Sambo) yang di Magelang," lanjut Erman.
"Jadi semacam ADC anaknya ya?" imbuh Aiman menegaskan.
Jawaba ini pun kemudian makin menyakinkan jika anak-anak Ferdy Sambo memang mendapatkan keistimewaan.
Baca Juga: Pempek Dan Songket Jadi Produk Sumsel Paling Berpeluang Berkembang, Juga Secara Digital
"Luar biasa ya."
Informasi ini kemudian ramai dibagikan oleh akun publik. Netizen pun kemudian ramai, dan dominan mengkritisi hal yang seharusnya tidak menjadi keistimewaan.
Akun yang membagikan informasi ini adalah @tante.rempong.official.
"The real beban negara!!!!!," tulis netizen.
"Hiiih tetep aja di cap anak pembunuh," ujar netizen lainnya.
"Baru juga jenderal bintang dua," ungkap netizen lain.
Berita Terkait
-
Diduga Anak Bungsu Putri Candrawathi Hasil Hubungan Terlarang dengan Kuat Ma'ruf, Ternyata Hoaks
-
Nama Bripka RR dan Brigadir J Dicatut, Apa Motif Putri Candrawathi Buka Rekening Bank Atas Nama Dua Ajudannya?
-
Inilah Fakta Surat Dakwaan Ferdy Sambo dalam Dua Kasus yang Dihadapinya
-
Komnas HAM Sebut Kasus Ferdi Sambo Sangat Rumit, Banyak Barang Bukti Hilang dan Libatkan 90 Orang Lebih Polisi
-
Ketua Komnas HAM Soal Kasus Ferdy Sambo: Menurut Saya Rumit
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
Terkini
-
Hari Ketiga GPR x DKG 2026 Semarak, Wadah Pelestarian Budaya dan Penguatan Ekonomi Kreatif
-
Festival Lahan Basah Tempirai Hidupkan Lagi Joadah, Kuliner Beras Hitam Masyarakat Musi
-
Petani Tewas di Kebun Sawit Wilmar, Komnas HAM Didesak Turun Usut Penembakan
-
Festival Lahan Basah Tempirai: Kedatuan Sriwijaya Menjaga Lahan Basah Sungai Musi
-
Sepekan Festival Lahan Basah Tempirai, Merawat Budaya dan Pengetahuan Masyarakat Musi