SuaraSumsel.id - Kenaikan harga telur ayam di Sumatera Selatan atau Sumsel masih berlangsung. Kenaikan harga kebutuhan bahan pokok ini dirasakan menyulitkan. Pedagang warung tegal atau warteg menyeluhkan hal tersebut.
Pedagang warteg di Lunjuk Jaya mengatakan kenaikan harga telur tersebut sangat berpengaruh pada aktivitas penjualan warteg. “Memang naik turun harga telur ini, kadang dua tiga hari naik terus tapi besoknya bisa turun terus besoknya naik lagi. Kalo dari saya sendiri dengan ketidakstabilan harga telur ini cukuo membingungkan,” keluhnya saat dibincangi Suarasumsel.id, Senin (29/8/2022).
Ia pun mengaku bingung saat harga naik, dan ingin menaikan harga penjualan makanan. Karena itu, siasat yang dilakukan ialah mengurangi atau mengecilkan porsi penjualan.
“Misal tiga hari naik terus, kita mutusin untuk naikin harga nasi telur terus kalau sudah turun nanti diprotes sama yang beli, kan harga tekur sudah turun kenapa nasi telur belum turun misalnya gitu. Jadi kami mutusin untuk pukul rata nasi telur harganya Rp10.000 saja,” aku pedagang warteg tersebut.
Tidak hanya pedagang warteg, peternak di Sumsel sudah lebih dahulu menjerit merasakan kenaikan harga telur. Dua minggu terakhir harga telur cenderung tidak stabil.
Peternak ayam di Palembang Gunawan, menyebutkan penyebab harga telur mengalami naik turun disebabkan beberapa faktor.
“Kalau dari pemerintah sendiri, pemerintah saat ini lagi menurunkan Bantuan Sosial (Bansos) dan Program Keluarga Harapan (PKH). Salah satu bantuannya tersebut telur, jadi otomatis toko-toko kecil untuk perputaran telurnya macet,” kata Gunawan saat ditemui di Pasar 16 Ilir Palembang pada Senin, (29/8/22).
Selain Bansos dan PKH, penyebab harga telur ayam naik juga disebabkan oleh pakan ternak yang saat ini juga mengalami kenaikan. “Sekarang juga pakan ternak ayam dan bahan campurannya juga ikut naik dan tidak stabil. Kalau ternak saya pakai campuran pakan ternak, jagung dan dedek. Nah ketiga bahan ini semuanya tidak stabil,” ungkapnya.
Saat ini harga pakan ternak ayam berada di kisaran Rp400.000, jagung di harga Rp4.500 dan dedak berkisar Rp2.200 per kilogram. “Yang masih tinggi dari ketiga bahan untuk pakan ayam ini masih bahan pakannya sendiri, kalau dulu harganya Rp340 hingga Rp350 ribu per kilo,” tambah dia.
Baca Juga: Tidak Hanya Harga Telur Ayam Naik, Harga Daging Ayam di Sumsel Juga Naik
“Kenaikan pakan ini sudah hanpir tiga bulan, dengan selisih kenaikan mencapai 20 persen. Kalau peternak atau petani ini kan harganya masih bisa ditekan, jadi kalau harganya naik turun ya itu sebenarnya wajar saja. Beda dengan bahan makanan yang diproduksi oleh pabrik, seperti mie kalau sudah naik gamungkin turun lagi,” ungkapnya.
Berikut daftar harga telur ayam ras di Palembang bulan Agustus 2022 :
8 Agustus 2022 harga telur Rp23.000
10 Agustus 2022 harga telur Rp24.000 (naik)
11 Agustus 2022 harga telur Rp25.000 (naik)
12 Agustus 2022 harga telur Rp26.000 (naik)
Berita Terkait
-
Dukung Transportasi Massal Elektrifikasi Kota Palembang, DFSK Gelora E Menjadi Feeder LRT
-
Paguyuban Kelakar PAKAR Dibentuk, Lestarikan Budaya Bertutur Lawak Khas Palembang
-
Tidak Hanya Harga Telur Ayam Naik, Harga Daging Ayam di Sumsel Juga Naik
-
Anggota DPRD Palembang Dipecat Karena Viral Pukul Wanita Dan 4 Berita Menarik Lainnya
-
Bu Guru Gelap Mata Lakukan Hal Tak Terduga Bersama Teman Lama di Hotel: Awalnya Cuma Antar Sate
Terpopuler
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 9 Pilihan HP Infinix RAM 8GB Kelas Entry Level Harga Rp1-3 Jutaan
- Kulkas Merek Apa yang Tidak Ada Bunga Es? Ini Pilihan dan Tips agar Tak Salah Beli
Pilihan
-
Sudah dari 2023, 'Nyelang' Jadi Napas Warga Pesisir Cilincing Demi Dapatkan Air Bersih
-
Dikepung Asap Karhutla, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Pontianak
-
Santap Siang Bareng di Rusia, Prabowo Minta Maaf ke Putin Karena Hal Ini
-
Dua Bus Transjakarta Tubrukan di Pancoran, Benarkah Sopir Mengantuk karena Cuti Duka Ditolak?
-
Bikin Cemas! Pesawat Garuda Indonesia Pecah Ban Angkut 156 Penumpang
Terkini
-
Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi
-
Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan
-
Karhutla Sumsel Belum Usai, Ini 4 Harapan Publik untuk Herman Deru di Tengah Kabut Asap
-
Sumsel Kembali Menengadah ke Langit, Doa Hujan di Tengah Karhutla yang Belum Usai
-
BRI Tampil Solid di Semester I 2026, Analis Kompak Bidik Kenaikan Saham BBRI