SuaraSumsel.id - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) kota Palembang memiliki peran penting dalam menyadarkan kalangan masyarakat tentang kewajiban mengeluarkan zakat tertutama bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Dalam hal ini, Ridwan Nawawi selalu Ketua Baznas kota Palembang menjelaskan bahwa ASN di lingkungan kota Palembang bersedia berzakat saat ini menurutnya masih rendah, hanya 30 persen.
"Sebenarnya kan 2,5 persen dari gaji mereka itu ada hak orang lain, kalau ditotal dari gaji paling Rp80 ribu zakat yang harus mereka keluarkan. Tapi ASN kita masih banyak yang beralibi gaji mereka kurang saat mau mengeluarkan zakat tersebut," tukasnya.
Ketua BAZNAS kota Palembang, Ridwan menghimbau kepada semua ASN di lingkungan kota Palembang untuk segera mengeluarkan zakat karena dari total gaji yang diperoleh, ada hak orang lain didalamnya.
"Berangkat dari itulah kita hadir guna mensosialisasikan juga kepada ASN tentang pentingnya mengeluarkan zakat, karena kalau tidak dikeluarkan maka sama saja kita memakan hak orang lain," tegasnya usai diwawancarai usai kegiatan santunan penggali kubur dan sanyinan bilal jenazah serta pelantikan koordinator kecataman program palembang perduli Badan Amil Zakat Nasional kota Palembang pada Rabu, (10/8/22) kemarin.
Sekretaris Daerah (Sekda) kota Palembang Ratu Dewa menyebutkan bahwa saat ini ASN d lingkungan kota Palembang tercatat berjumlah 1.107 ASN.
“Saya sudah minta dengan pak Ridwan untuk mencatat dan diberi ceklist nanti ASN di OPD mana, siapa yang tidak patuh dan taat pada pengunpulan zakat,” tegas Ratu Dewa.
Dirinya juga menegaskan bahwa ASN yang tidak mengeluarkan zakat, maka akan diberi peringatan dan teguran.
“Karena sebagai umat muslim, zakat ini kan wajib. Jadi kalau ada ASN di OPD lingkungan kota Palembang yang tidak patih maka akan saya tegur, kalau dihitung besaran zakat yang harus dikeluarkan ini tidak begitu memberatkan mungkin Rp100 ribu tidak sampai,” tegasnya.
Baca Juga: Dinas Pertanian Pali Serahkan Dokumen Program Serasi 2019 ke Penyidik Kejati Sumsel
Tag
Berita Terkait
-
Dinas Pertanian Pali Serahkan Dokumen Program Serasi 2019 ke Penyidik Kejati Sumsel
-
Panas! Oknum Baznas Jadi Bagian Parpol, Sejumlah Anggota DPRD Cirebon Minta Bupati Baca Aturan
-
Laporan Mantan Istri Kedua Berlanjut, Polda Surati Gubernur Guna Periksa Bupati Banyuasin Askolani
-
Hati-Hati! Lokasi Pengerjaan Flyover Simpang 66 Palembang Membahayakan Pengendara
-
Harga BBM Naik, Sejumlah SPBU di Palembang Picu Kemacetan Lalu Lintas
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Rekonsiliasi Politik, Anies Baswedan Jadi Menteri Prabowo?
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI
-
Terekam CCTV, Pencuri Motor di Parkiran Alfamart Prabumulih Ditangkap di Ogan Ilir
-
Sumsel Dikepung 1.917 Titik Panas, Kualitas Udara Palembang Masuk Kategori Berbahaya
-
ISPA di Sumsel Tembus 52.483 Kasus, September Jadi yang Terburuk dan Kian Mengkhawatirkan
-
Indeks Udara Palembang Masih Berbahaya, Ribuan Titik Panas Masih Terdeteksi di Sumsel