SuaraSumsel.id - PT Pertamina (Persero) mencatat jumlah kendaraan terdaftar BBM subsidi dalam Program Subsidi Tepat di Sumatera Selatan mencapai 10.000 unit per 31 Juli lalu.
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel mengajak masyarakat untuk bijak menggunakan bahan bakar minyak (BBM) yaitu sesuai dengan spesifikasi kendaraan.
Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) Tjahyo Nikho Indrawan di Palembang, Selasa, mengatakan, melalui program tersebut Pertamina berkomitmen agar penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dapat tersalurkan kepada masyarakat yang berhak.
“Kami mengapresiasi antusiasme masyarakat yang telah mendaftarkan kendaraannya melalui website, aplikasi maupun pendaftaran di booth-booth yang tersedia di SPBU Pertamina,” kata Nikho.
Pertamina memberikan gratis satu liter BBM untuk kendaraan roda dua dan 2 liter BBM untuk kendaraan roda empat untuk pembelian produk Pertamax, Pertamax Turbo dan Pertamina Dex.
Guna mendorong penyaluran BBM subsidi lebih tepat sasaran, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel terus memberikan edukasi kepada konsumen mengenai penggunaan bahan bakar sesuai dengan spesifikasi kendaraan.
"Pertamina juga terus mengedukasi golongan masyarakat mampu untuk membeli BBM berkualitas seperti Pertamax Series dan Dex Series," kata Nikho.
Harga BBM Pertamina saat ini tetap lebih kompetitif di pasar atau dibandingkan harga BBM sejenis dari operator SPBU lainnya.
Melansir ANTARA, Wawan, salah satu konsumen BBM berkualitas menyarankan untuk masyarakat yang lebih mampu untuk menggunakan BBM berkualitas tinggi seperti Pertamax Series dan Dex Series.
Baca Juga: Mantan Petinggi Klub Sriwijaya FC Augie Bunyamin Ditahan Polda Sumsel, Ini Kasusnya
"Harus ada kesadaran dari masyarakat untuk menggunakan BBM berkualitas tinggi. Jangan sampai mobil mewah menggunakan BBM RON rendah atau bersubsidi, harusnya malu," ujar Wawan.
Berita Terkait
-
Bejat! Pria 54 Tahun di Sumsel Cabuli Dua Bocah, Diiming-Iming Boleh Menonton Televisi di Rumahnya
-
Viral Nenek Kuya Tinggal Digubuk Reot, Begini Kisah Berdamai Dengan Anaknya
-
Sindikat Narkoba Melibatkan Anak-Anak Berhasil Diungkap, 1,8 Kilogram Sabu Ditimbun di Tanah
-
Santri, Ustaz dan Alumni Pesantren di Bumi Silampari Sumsel Doakan Ganjar Pranowo Jadi Presiden 2024
-
Mencuri HP Tetangga, Sultan Terpaksa Menikah di Polsek Plaju Palembang
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla
-
Sopir Logistik Diminta Setop Masuk Empat Lawang, Ada Cerita Perampokan Pukul 05.00 WIB
-
PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba
-
438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?
-
Edison Didakwa Terima Rp4,67 Miliar dalam Kasus Smart Board, Jaksa Ungkap Dugaan Transaksi Bertahap