SuaraSumsel.id - Fenomena La Nina telah menyebabkan awal musim kemarau 2022 pada umumnya terjadi pada bulan akhir Mei sampai dengan awal Juni menjadi mundur sekitar 20-40 hari dari normalnya.
Dinamika atmosfer terkini seperti Indeks ENSO bulan Juni menunjukkan kondisi La Nina lemah. BMKG memprakirakan ENSO Netral akan berlangsung pada Juli-Agustus-September 2022. Indeks IOD bulan Juni menunjukkan kondisi IOD Negatif.
"MJO saat ini telah meninggalkan benua maritim Indonesia yang memberi dampak turunan berupa pengurangan potensi hujan. Berdasarkan citra OLR, penurunan curah hujan berpotensi pada 10-20 hari ke depan," ujar peringatan BMKG tersebut.
Seiring menguatnya monsun timuran sebagai salah satu pemicu kemarau di wilayah Sumatera Selatan telah terjadi penurunan curah hujan sejak pertengahan Juni 2022.
BMKG memperkirakan kondisi IOD akan cenderung netral dan negatif hingga Desember 2022 yang masih memungkinkan adanya potensi hujan selama musim kemarau
"Penurunan curah hujan linier dengan penurunan jumlah hari hujan (HH), berarti juga meningkatnya jumlah hari tanpa hujan (HTH). Secara empiris jika HTH lebih dari 3 hari sudah dapat memicu kemunculan Hotspot. Jika HTH semakin panjang maka hotspot dapat meluas menjadi kebakaran hutan dan lahan (Kathutla)," tulis BMKG.
Meluasnya hotspot karhutla sudah tentu akan disertai kemunculan asap yang memberi dampak negatif pada banyak hal seperti kesehatan dan juga kerawanan sektor transportasi.
Untuk itu, antisipasi bersama dari pemangku kepentingan diharapkan dapat mengurangi meluasnya hotspot sebagai dampak penurunan curah hujan pada periode kemarau 2022.
Baca Juga: Cuaca Sumsel Jumat, 8 Juli 2022: Palembang Berawan
Tag
Berita Terkait
-
Cuaca Sumsel Jumat, 8 Juli 2022: Palembang Berawan
-
ACT Palembang Masih Beraktivitas Meski Izin Donasi Dicabut Kemensos
-
Viral Lagu Sikok Bagi Duo Terindikasi Negatif, Meli Dedi Dites Urine Dan Minta Maaf
-
ACT Sumsel Dilarang Kumpulkan Donasi Barang dan Uang, Dinsos: Izinnya Dicabut
-
Peneliti Dishut: 13 Jam Seluas 1.500 Hektar Lahan di Sumsel Terbakar, Padahal Dari 4 Hotspot
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
Pilihan
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
-
Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Terus Melawan
-
Dua Sepeda Motor yang Dibakar Massa di Pos Polisi Pejompongan Diduga Milik Intel
-
Sepeda Motor Dibakar Dekat Pos Polisi Pejompongan, Bentrok Pecah
-
Tolak MBG dan Kopdes, FMN: Anggaran Hanya Lari ke Prabowo dan Kroni-kroninya!
Terkini
-
Duel Maut di Kebun Sawit Muba, Korban Tewas Ditebas di Leher, Benarkah Curi Sawit?
-
99 Pekerjaan Disebut Fiktif, Eks Kadis Perkimtan Palembang Hanya Dituntut 1,5 Tahun
-
PT DSI Ambil Alih Ekspor SDA, Akademisi Ingatkan Nasib Perusahaan Lokal Sumsel
-
Kabut Asap Makin Parah, Unsri Alihkan Kuliah ke Online, Kapan Kembali ke Kampus?
-
KA Bukit Serelo Tabrak Isuzu Panther, Satu Keluarga Jadi Korban: 4 Meninggal, 1 Kritis