SuaraSumsel.id - Bank Indonesia perwakilan Sumatera Selatan atau Sumsel memprediksikan inflasi akan terus melaju menjelang akhir tahun 2022 ini. Hal ini disebabkan sejumlah faktor yang mendukung.
Dalam keterangannya, Kepala BI Perwakilan Sumsel, Erwin Soeriadimadja mengungkapkan laju inflasi pada tahun ini memang lebih tinggi dibandingkan tahun 2021 pada triwulan (waktu) yang sama. BPS menyebutkan jika Indeks Harga Konsumen atau IHK Sumsel pada Juni mengalami inflasi sebesar 0,89% (mtm).
Situasi itu meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat inflasi sebesar 0,83% (mtm). "Perkembangan ini terutama dipengaruhi oleh inflasi yang bersumber dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta transportasi. Dengan perkembangan tersebut, inflasi IHK Juni 2022 tercatat sebesar 5,39% (yoy), lebih rendah dibandingkan inflasi regional Sumatera yang sebesar 5,82% (yoy). Sementara itu, inflasi nasional pada bulan Juni 2022 tercatat sebesar 4,35% (yoy)," ujarnya, Rabu (7/7/2022).
Inflasi Sumsel pun didorong oleh peningkatan harga pada beberapa komoditas subkelompok makanan seperti cabai merah, bawang merah, telur ayam ras, cabai rawit, serta tomat.
"Peningkatan harga komoditas hortikultura tersebut dipengaruhi oleh kondisi cuaca dengan curah hujan yang cukup tinggi di beberapa daerah sentra produksi. Sementara itu, kenaikan biaya produksi karena kenaikan harga pakan ternak juga ikut mendorong peningkatan harga telur ayam ras," sambung ia.
Inflasi juga didorong oleh peningkatan inflasi pada komoditas ikan goreng yang mengalami inflasi sebesar 6,42%(mtm) dengan andil 0,014%. "Selain ini, inflasi pada kelompok ini juga didorong oleh komoditas bebek goreng yang mengalami inflasi 12,90% (mtm) dengan andil 0,005%. Peningkatan inflasi komoditas tersebut didorong oleh peningkatan permintaan terhadap restoran dan kafe ditengah pelonggaran mobilitas dan liburan sekolah," ujarnya.
Menjelang akhir tahun sejumlah faktor yang mendukung inflasi terus meningkat namun tetap terkendali.
"Tekanan inflasi tersebut diperkirakan bersumber dari pulihnya permintaan masyarakat sebagai dampak dari meningkatnya mobilitas masyarakat di tengah pelonggaran kebijakan pembatasan," ujar Erwin.
BI pun mengungkapkan TPID Provinsi Sumatera Selatan bersama Satgas Pangan terus memperkuat koordinasi kebijakan guna menjaga inflasi tetap stabil serta menindaklanjuti rekomendasi dari Rapat Koordinasi Wilayah Sumatera tahun 2022 yang diselenggarakan pada 23 Juni 2022.
"Tindak lanjut tersebut antara lain penguatan distribusi pangan melalui perluasan dan optimalisasi Kerja sama Antar Daerah (KAD), penguatan konektivitas transportasi, hilirisasi komoditas pangan. Di sisi peningkatan produksi pangan, akan dioptimalkan pengaturan pola tanam untuk menjaga kesinambungan produksi, optimalisasi kemandirian pangan melalui Gerakan Sumsel Mandiri Pangan, serta implementasi digital farming baik di sisi hulu maupun hilir," harapnya.
Tag
Berita Terkait
-
Saat Dugaan Dana Umat Diselewengkan Mencuat: ACT Sumsel Unggah Video Hasil Kerja, Netizen Bahas Islamophobia
-
Dugaan ACT Selewengkan Dana Umat, Embasador Fauzi Baadilla Klarifkasi Singgung Fee Transportasi
-
Peristiwa Kebakaran Diselidiki Polisi, Begini Tanggapan RS Siloam Sriwijaya Palembang
-
Cuaca Sumsel Hari Ini, Hujan Ringan di Palembang Hingga Hujan Disertai Petir di Banyuasin
-
Sebagian Wilayah Sumsel Mati Listrik, PLN WS2JB Diingatkan Soal Antisipasi
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Pinjaman hingga Rp200 Juta dari Bank Sumsel Babel, Bisa Diajukan ASN hingga Pelaku Usaha
-
Cushion Sudah Mahal tapi Tetap Abu-Abu? Mungkin Undertone Anda Salah
-
Dulu Rusak Akibat PETI, Sungai di Tebo Kini Jadi Tempat Anak Muda Menanam Kehidupan
-
Harga Emas Palembang Awal Juni 2026 Masih Tinggi, Beli Sekarang atau Tunggu Turun Lagi?
-
Biaya Kuliah Anak Naik Terus? Ini Cara Menyiapkan Dananya tanpa Mengganggu Keuangan Bulanan