SuaraSumsel.id - Warga Kelurahan Sridadi, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi, memblokir Jalan Lintas Tengah Sumatera.
Pemblokiran jalinsum dilakukan karena warga menuntut pemerintah menertibkan angkutan batu bara yang meresahkan masyarakat.
"Hari ini kami bersama-sama turun ke jalan demi menegakkan edaran Gubernur Jambi Nomor 1165/Dishub-3.1/v/2022 tentang Pengaturan Lalu Lintas Angkutan batu bara di Provinsi Jambi," kata ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Sridadi Nahrowi di Batanghari, Senin (6/6/2022).
Pemblokiran jalan dilaksanakan warga di jalan lintas tengah sumatera, tepatnya di Simpang Malapari, RT 16 RW 05 Kelurahan Sridadi dari pukul 09.00 WIB.
Warga daerah itu menuntut angkutan batu bara mematuhi surat edaran Gubernur Jambi terkait dengan aturan jam operasional angkutan batu bara.
Dimana dalam surat edaran tersebut mengatur jam operasional angkutan batu bara diperbolehkan melintas pada pukul 18.00 WIB.
Namun sejak surat edaran gubernur tersebut dikeluarkan, sopir angkutan batu bara terkesan tidak mengindahkan aturan tersebut, dan masih melintas sebelum pukul 18.00 WIB.
"Kami ingin batubara ikuti aturan yang telah ditetapkan, apalagi jam operasional," kata Nahrowi.
Akibat pemblokiran jalan tersebut, jalan lintas tengah sumatera lumpuh. Pantauan di lapangan macet total mencapai dua puluh kilometer lebih, dimana kemacetan terjadi dari Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Muara Bulian hingga Pasar Muara Tembesi, Kecamatan Muara Tembesi.
Baca Juga: Polisi Tutup Sumur Minyak Ilegal di Muarojambi, Pemilik Segera Diperiksa
Yang tergabung dalam aksi pemblokiran jalan tersebut sepakat akan menutup akses lalu lintas apabila pejabat daerah dan juga ketua DPRD tidak hadir di lokasi aksi.
Jalan lintas sumatera yang diblokir masyarakat tersebut merupakan akses jalan dari Provinsi Jambi ke Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Sumatera Selatan.
Selain itu, jalan tersebut merupakan satu-satunya jalan penghubung dari Kota Jambi menuju enam kabupaten lainnya di Provinsi Jambi, yakni ke Kabupaten Bungo, Tebo, Merangin, Sarolangun, Kerinci dan Kota Sungai Penuh. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Polisi Tutup Sumur Minyak Ilegal di Muarojambi, Pemilik Segera Diperiksa
-
Sungai Batanghari Jambi Alami Fluktuasi Tajam, Kualitas Air Menurun dan Makin Keruh
-
Dua Debt Collector di Jambi Ditangkap Polisi Karena Gelapkan Mobil Konsumen
-
Pakai Helikopter, Harimau Sumatera Jantan Usia 10 Tahun Dilepasliar ke Taman Nasional Kerinci Seblat Jambi
-
Terpisah dari Kelompoknya, Dua Gajah Sumatera Dipindahkan ke Indragiri Hulu Jambi
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Tiga Pegawai PTBA Raih Penghargaan Nasional Satyalancana Wira Karya dari Presiden
-
Bank Sumsel Babel Bedah Rumah Ibu Ojol di Palembang, Nurmalinda Kini Punya Harapan Baru untuk 3 Anak
-
Detik-detik Kebakaran Hebat di Pasar 16 Ilir Palembang Malam Ini, Pedagang Panik saat Muncul Kilatan
-
BRI Perkuat Inklusi Keuangan Lewat 1,18 Juta BRILink Agen
-
Ultra Mikro BRI Catat 22 Ton Tabungan Emas dan 7,9 Juta Polis Baru