SuaraSumsel.id - Korban perpeloncoan di kampus Universitas Sriwijaya atau Unsri mengungkap sejumlah fakta yang dialami. Dia menceritakan bagaimana ia menjadi korban atas aksi bullying dan perploncoan saat duduk di bangku kuliah tahun ke dua.
Mulanya ia membagikan kisahnya di media sosial. Kepada Suara.com, ia membenarkan kisah perploncoan yang masih terjadi atas nama atau mengatasnamakan ikatan daerah atau mahasiswa Batak.
"Tentunya banyak di antara kita sudah mendengar bahwa mahasiswa Batak melakukan perploncoan dan bully di lingkungan kosannya. Tentunya kejadian ini sudah terjadi sejak lama dan belum ada yang berani speak up karena takut diintimidasi dan berbagai ancaman lainnya," ujar korban ini.
Dia menegaskan praktek perpeloncoan dilakukan oleh perkumpulan mahasiswa atas kesamaan daerah, yakni asal Sumatera Utara. Bukan dari bukan organisasi legal di kampus.
"Mulanya mereka (perkumpulan mahasiswa Batak) mencari biodata mahasiswa baru yang memiliki marga yang dinyatakan lulus di Unsri, kemudian mereka mencari sosial medianya untuk memulai berkomunikasi," sambung ia.
"Tentunya penawarannya sangat menarik, mulai dar penjemputan di Palembanghingga ke kos, dicarikan kos di dekat Unsri dengan harga murah dan siap membantu adiministrasi mahasiswa baru tersebut. Seketika semuanya menggiurkan, mungkin bagi kita mahasiswa baru akan merasa tersanjung dan mau bergabung," bebernya.
Namun ia mengungkapkan jika para pelaku hanya seperti Srigala berbulu domba. "Mahasiswa baru yang sudah bergabung akan terus dikumpulkan hingga subuh yang disertai pukulan dan bully. Selain dampak fisik dan mental, hal tersebut juga berdampak pada akademik mereka yang sering tidak masuk kuliah karena ketiduran akibat kegiatan tersebut," ujarnya.
Dia mengungkapkan jika cerita pelengkap lainnya juga berasal dari teman yang masih berada di dalam perkumpulan tersebut.
"Saya pernah mengalami hal tersebut di kumpulan mahasiswa batak hukum, saya diajak bergabung ketika mahasiswa baru dengan godaan bahwa akan diajak belajar bareng sebelum ujian, juga ada jaringan alumni. Setelah saya bergabung, tepatnya di malam penerimaan mahasiswa baru justru saya ditampar lebih dari setengah jam di sebuah tempat jauh dari kampus dan situasinya gelap," sambung korban.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca 27 Mei 2022: Sejumlah Daerah di Sumsel Ini Diguyur Hujan Sedang Hingga Lebat
"Saya sudah cerita dengan senior saya namun tidak ada yang berani mengutarakannya ke publik. Akhirnya setelah saya pelajari, saya putuskan untuk tidak ada pembentukan kumpulan batak di fakultas hukum agar kejadian serupa tidak terulang lagi," ungkap korban.
"Saya mencoba membuat organisasi mahasiswa batak di unsri agar dapat legal di internal kampus seperti kedaerahan lainnya yang sudah di lengkapi dengan AD/ART, GBHO dan panji-panji organisasi lainnya. Nyatanya kami mendapat penolakan dari golongan mereka karena mereka takut," sambung dia.
"Selama pertemuan untuk membahas peleburan antara perkumpulan itu dengan organisasi yang kami bentuk. Kami mengalami cacian, katakata kasar, bahkan pemukulan kepada anggota perempuan dan laki-laki kami," ujar kepada Suara.com.
Korban pun berharap agar cerita ini tersebar dan mahasiswa baru angkatan tahun ini, bisa menghindarinya.
"Saya harap cerita ini cepat tersebar agar mahasiswa baru angkatan 2022 atau mahasiswa baru angkatan 2020 dan 2021 yang belum pernah ke kampus bisa menghindarinya. Perlu digarisbawahi bahwa mahasiswa Batak bukan hanya berasal dari perkumpulan itu saja," sambung korban.
"Masih banyak mahasiswa batak lain yang tidak tergabung namun berperan aktif dalam membanggakan nama baik Unsri. Cerita ini untuk menyadarkan mahasiswa, mahasiswa baru, maupun calon mahasiswa bersuku Batak agar tidak bergabung dengan perkumpulan seperti itu," tutup tulisannya.
Tag
Berita Terkait
-
5 Fakta Bule di Palembang Viral Gegara Memukul Bertubi-tubi Sopir GoCar
-
Geger! Jasad Bayi Laki-Laki Berumur Sembilan Bulan Ditinggalkan di Kapal Tongkang Gandus
-
Merasa Jadi Korban Bullying? Lakukan 5 Hal Ini untuk Menghentikannya!
-
Prakiraan Cuaca 27 Mei 2022: Sejumlah Daerah di Sumsel Ini Diguyur Hujan Sedang Hingga Lebat
-
Mengenang Wakil Ketua DPRD Kota Palembang Azhari Harris, Meninggal Dunia di Usia 30 Tahun
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
CIP Award 2026, Wadah PTBA Ubah Gagasan Jadi Solusi Nyata
-
Sultan Muda Goes to OKU Timur, Dorong UMKM Melek Keuangan dan Akses Pembiayaan
-
Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju Peduli Masyarakat Sungai Rebo, Salurkan PMT dan Edukasi Parenting
-
Rumah BUMN Bukit Asam Dorong Kreativitas Masyarakat lewat Pelatihan Lilin Aromatik Bernilai Usaha
-
Paket Pernikahan Ciatok di Wyndham Opi Hotel Palembang Mulai Rp4,8 Juta per Meja