SuaraSumsel.id - Korban perpeloncoan di kampus Universitas Sriwijaya atau Unsri mengungkap sejumlah fakta yang dialami. Dia menceritakan bagaimana ia menjadi korban atas aksi bullying dan perploncoan saat duduk di bangku kuliah tahun ke dua.
Mulanya ia membagikan kisahnya di media sosial. Kepada Suara.com, ia membenarkan kisah perploncoan yang masih terjadi atas nama atau mengatasnamakan ikatan daerah atau mahasiswa Batak.
"Tentunya banyak di antara kita sudah mendengar bahwa mahasiswa Batak melakukan perploncoan dan bully di lingkungan kosannya. Tentunya kejadian ini sudah terjadi sejak lama dan belum ada yang berani speak up karena takut diintimidasi dan berbagai ancaman lainnya," ujar korban ini.
Dia menegaskan praktek perpeloncoan dilakukan oleh perkumpulan mahasiswa atas kesamaan daerah, yakni asal Sumatera Utara. Bukan dari bukan organisasi legal di kampus.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca 27 Mei 2022: Sejumlah Daerah di Sumsel Ini Diguyur Hujan Sedang Hingga Lebat
"Mulanya mereka (perkumpulan mahasiswa Batak) mencari biodata mahasiswa baru yang memiliki marga yang dinyatakan lulus di Unsri, kemudian mereka mencari sosial medianya untuk memulai berkomunikasi," sambung ia.
"Tentunya penawarannya sangat menarik, mulai dar penjemputan di Palembanghingga ke kos, dicarikan kos di dekat Unsri dengan harga murah dan siap membantu adiministrasi mahasiswa baru tersebut. Seketika semuanya menggiurkan, mungkin bagi kita mahasiswa baru akan merasa tersanjung dan mau bergabung," bebernya.
Namun ia mengungkapkan jika para pelaku hanya seperti Srigala berbulu domba. "Mahasiswa baru yang sudah bergabung akan terus dikumpulkan hingga subuh yang disertai pukulan dan bully. Selain dampak fisik dan mental, hal tersebut juga berdampak pada akademik mereka yang sering tidak masuk kuliah karena ketiduran akibat kegiatan tersebut," ujarnya.
Dia mengungkapkan jika cerita pelengkap lainnya juga berasal dari teman yang masih berada di dalam perkumpulan tersebut.
"Saya pernah mengalami hal tersebut di kumpulan mahasiswa batak hukum, saya diajak bergabung ketika mahasiswa baru dengan godaan bahwa akan diajak belajar bareng sebelum ujian, juga ada jaringan alumni. Setelah saya bergabung, tepatnya di malam penerimaan mahasiswa baru justru saya ditampar lebih dari setengah jam di sebuah tempat jauh dari kampus dan situasinya gelap," sambung korban.
Baca Juga: Harga Hewan Kurban di Sumsel Naik Terdampak Penyakit Mulut dan Kuku, Warga dan Peternak Was-Was
"Saya sudah cerita dengan senior saya namun tidak ada yang berani mengutarakannya ke publik. Akhirnya setelah saya pelajari, saya putuskan untuk tidak ada pembentukan kumpulan batak di fakultas hukum agar kejadian serupa tidak terulang lagi," ungkap korban.
Berita Terkait
-
Viral Momen Ibu-ibu di Palembang Protes, Antre Lama Cuma Dapat Rendang Dua Iris dari Richard Lee
-
Cara Ustaz Derry Sulaiman Jawab Salam Willie Salim Seorang Kristen, Banyak yang Kaget
-
Niat Bersihkan Nama Palembang, Acara Masak Besar Richard Lee Malah Ricuh?
-
Dokter Richard Lee Sumbang 1 Ton Ayam untuk Masak Besar di Palembang
-
Review Anime Kenka Dokugaku, Bukan Sekadar Adu Jotos Biasa!
Tag
- # Mahasiwa Batak
- # Mahasiwa Batak Unsri
- # Mafesripala Unsri
- # Mahasiswa Batak Unsri
- # Mahasiswi Unsri
- # Unsri
- # Perploncoan mahasiswa Unsri
- # Perploncoan Mahasiswa Batak Unsri
- # Praktik perpeloncoan mahasiswa Batak Unsri
- # Bullying
- # Bullying Mahasiswa Batak Unsri
- # Bullying Mahasiswa Unsri
- # sumsel
- # palembang
- # indralaya
- # Unsri Indralaya
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Lebaran Berdarah, Tukang Parkir Kritis Ditusuk 7 Kali Pengunjung Club DA 41 Palembang
-
Kronologi Siswi SD Hilang 2 Hari, Ditemukan Dicabuli di Hotel Palembang
-
Wisata Maut di Ogan Ilir: Speedboat Terbalik Lagi, 'Tak Basah Tak Bayar'
-
Baru Kenal, Pemuda 19 Tahun Tega Cabuli Siswi SD di Hotel Melati Palembang
-
Ritel Hingga Perkebunan, Puluhan Perusahaan di Sumsel Tak Cairkan THR