SuaraSumsel.id - Sebuah video memperlihatkan bule yang adu jotos dengan pengendara membuat imigrasi Palembang bertindak. Bule di Palembang terlihat adu jotos dengan pengendara hingga terekam oleh masyarakat.
Video adu jotos tersebut kemudian viral di media sosial. Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palembang Muhammad Ridwan mengungkapkan, pihaknya telah mengecek ke lokasi kejadian sehingga masih menunggu laporan dari Polrestabes Palembang.
“Kalau ini benar terjadi, yang bersangkutan atau pelakunya ini merupakan WNA, tentunya pada waktu selesai menjalani pidana akan segera di deportasi. Namun, kami serahkan penegakkan hukumnya ke Polrestabes Palembang,” ujarnya melansir Sumselupdate.com - jaringan Suara.com, Rabu (25/55/2022).
Salah satu mahasiswa Universitas PGRI yang dibincangi mengungkapkan kejadian tersebut berlangsung sangat cepat.
“Kalau dari medsos seperti itu, namun saya tidak melihat langsung. Dengan kata lain, benar atau tidaknya, semua itu saya tidak tahu. Apalagi melihat di video tersebut, kejadiannya sangatlah cepat dan terjadi begitu saja. Melihat dari bahasa dan postur tubuh yang ada di video tersebut, sangatlah besar kemungkinan WNA,” pungkasnya.
Video berdurasi 29 detik di jagat dunia maya memperlihatkan seorang bule berkulit hitam melakukan tindakkan kekerasan di muka umum di Kota Palembang
Belakangan diketahui peristiwa tersebut terjadi di Jalan Ahmad Yani, Lorong Gotong Royong, Kecamatan Seberang Ulu 1 Palembang, Selasa (24/5/2022) pukul 10.00 WIB.
“Karena tak diberi jalan, bule itu tersinggung sehingga terjadi keributan dan bule itu akhirnya memukul pengendara mobil itu berkali-kali,” ujar Angga, saksi mata lainnya.
Setelah melakukan pemukulan tersebut, bule tersebut langsung meninggalkan tempat kejadian perkara. Sedangkan korban masih berada di tempat.
Kapolsek Seberang Ulu (SU) 1 Palembang Kompol Firdaus saat dihubungi menuturkan hingga kini pihaknya belum menerima laporan terjadi pemukulan yang dilakukan bule.
Tag
Berita Terkait
-
4 Hal yang Membuat Kamu Tidak Disukai dalam Pergaulan, Selalu Bicara Tinggi!
-
Rohimah Ceraikan Suami Bule Gegara Sedih Anak-anak Terlantar, Kiwil Juga Tak Membantu
-
Terbukti Bersalah Kasus Suap Infrastuktur, 10 Anggota DPRD Muara Enim Divonis 4 Tahun Penjara
-
Laporan PHK Tak Kunjung Selesai, Puluhan Mantan Karyawan Hotel Sandjaja Palembang Demontrasi di Mapolda Sumsel
-
Viral Jaksa di Lahat Ramai Berjoget Sampai "Saweran" Uang, Lempar Uang ke Panggung
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Sengketa Pengawalan Truk CPO Berujung Bentrok Bersenjata, Ada Apa di Muara Lakitan?
-
Mengapa Dodi Reza Dipanggil Kejati? Fakta Baru Kasus Sungai Lalan Mulai Terungkap
-
Pria di Musi Rawas Tewas Diracun Selingkuhan dengan Sianida, Ini Kronologinya
-
Kilang Plaju Cetak Operator Scaffolding Bersertifikat, Dorong Kesiapan Tenaga Kerja Lokal
-
Dari Sawit hingga Mess Dibakar, Ini Kronologi Kerusuhan PT BCP Group Wilmar