SuaraSumsel.id - Puluhan preman di Palembang, Sumatera Selatan ditangkap polisi. Dari sekian banyak preman yang diamankan tersebut, ternyata ada kedapatan membawa senjata mainan.
Tindakan itu dilakukan hanya untuk meneror calon korban dalam melancarkan aksinya. Senjata api mainan tersebut diakui dibeli di toko online mainan anak-anak.
Ada sembilan titik tempat yang dimonitoring, yakni daerah Pasar 16 Ilir, Menpora, di Jalan Kolonel H Burlian, dan tempat lainnya.
“Punya budak kecik itu (punya anak kecil), saya nemu (saya dapat) di jalan,” kelit Farul (40), warga Kertapati Palembang yang diringkus di Stasiun Kertapati.
Dia bersama kakaknya sedang mencari mobil ke Baturaja. Di jalan, ada anak kecil yang lewat membuang senjata, ia pun kemudian berinisiatif mengambil untuk hadiah anaknya.
Lain hal Andi (39), yang diamankan di salah satu minimarket yang berada di Jalan Kolonel H Burlian. Bapak dua anak ini mengungkapkan membeli senjata mainan tersebut dibelinya dari toko online.
“Beli di Lazada Pak, seharga Rp50 ribuan. Sehari bisa dapat Rp150.000 aku setorke ke gondrong,” jelasnya.
Melansir Sumselupdate.com - jaringan Suara.com, Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Tri Wahyudi mengatakan, giat razia premanisme dan juru parkir liar ini dilakukan, dikarenakan masyarakat melaporkan banyaknya aksi yang sangat meresahkan masyarakat.
“Alhamdulilah, hari ini kita melakukan penyisiran dari Plaju, Kertapati, masuk ke tengah kota dan tempat lainnya,” katanya.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Sumsel 22 Mei 2022: Daerah Dataran Rendah Bersuhu Terik 34 Derajat Celcius
Berita Terkait
-
Praktik Industri Rumahan Madu Oplosan Digerebek, Madu Asli Hanya 5 Persen Selebihnya Dioplos
-
Prakiraan Cuaca Sumsel 22 Mei 2022: Daerah Dataran Rendah Bersuhu Terik 34 Derajat Celcius
-
Sekda Muba Apriyadi Ditunjuk Sebagai Pj Bupati Muba, Pelantikan Berlangsung Besok
-
Pemerintah Cabut Larangan Ekspor CPO, Eksportir di Sumsel Siap Rebut Pasar Luar Negeri
-
Wanita di OKU Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Rumahnya, Polisi Temukan Luka Bacok di Kepala
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?