Scroll untuk membaca artikel
Tasmalinda
Selasa, 10 Mei 2022 | 17:52 WIB
Veri Sanovri (kiri) bersama dengan fotografer Palembang, Musfahul Imam [dok pribadi]

Ternyata sebelum Veri menghampiri mereka, kedua pemudik tersebut beradu argumen kalau Veri merupakan seorang bule dari Jerman dan tidak bisa bahasa Indonesia.

"Mereka pikir gitu, dan ternyata salah. Obrolan hangat itu berakhir dengan foto selfi bareng," aku Veri.

Tak hanya itu, ketika dia dalam perjalanan pulang ke Serpong di wilayah sebelum Simpang Randu, hujan deras dan angin kencang menerpa.

Veri mampir dan berteduh. Lalu datanglah anak kecil pakai kopiah turun dari mobil, kemudian mendekat dan mengajak berbicara Veri bahasa Inggris.

Baca Juga: Polwan di Sumsel Suci Trending Twitter, Ceritakan Suami Berselingkuh "Layangan Putus" Versi ASN

"Ya saya jawab juga pakai bahasa Inggris. Terus dia minta berfoto. Setelah itu dia pergi ke warung dan memberi saya air minum, saya bilang terima kasih lalu dia tersenyum," sampainya.

"Cerita diperjalanan itu pastinya banyak, begitu juga kendala di perjalanan pasti ada tapi alhamdulillah cuma kendala minor, gak berat," imbuhnya.

Untuk merealisasikan perjalanan mudik tersebut, Veri mengatakan tidak terlalu banyak persiapan. Ia hanya menyiapkan kondisi fisik yang fit supaya tubuh tidak terkejut.

Dia pun menyarankan untuk membiasakan bersepeda seharian dengan total jarak tempuh minimal 100 kilometer. "Di tengah hari bolong juga gak apa, yang penting badan punya feel-nya sendiri," jelasnya

Veri juga menyampaikan, hal terpenting lainnya pada sisi pengendalian mental dan emosi. Sementara itu, untuk manajemen waktu, ia mengaku tidak terlalu ribet.

Baca Juga: Curhat Istri di Sumsel yang Laporkan Suami ke Polisi Karena Berselingkuh: Layangan Putus Versi ASN Protokol

Menurutnya tolok ukur ada pada kemampuan diri sendiri dan tidak perlu memaksakan diri ketika jalan sendirian.

Load More