SuaraSumsel.id - Ujian Saringan Masuk Bersama (USMB) Universitas Sriwijaya (Unsri) pada tahun 2022 akan juga diikuti oleh 12 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Sumsel. Bagi calon mahasiswa yang ingin mengikuti tes USMB bisa klik Link Pendaftaran Ini.
Universitas Sriwijaya (Unsri) akan menggelar ujian saring masuk bersama (USMB) bersama 12 perguruan tinggi swasta (PTS) di Provinsi Sumatera Selatan. Sehingga jika peserta USMB tidak lulus bisa langsung, maka akan masuk ke PTS yang dipilih tanpa harus mengikuti tes kembali.
Rektor Unsri Prof.Anis Saggaff menngatakan ke-12 PTS ini mengalami penambahan dibandingkan sebelumnya, yakni adanya penambahan satu PTS.
Adapun 12 PTS yang bekerjasama pada USMB ini adalah Universitas Bina Darma, Universitas Indo Global Mandiri, Universitas Katolik Musi Charitas, Universitas MDP.
Selain itu, Universitas Muhammadiyah Palembang, Universitas Musirawas, Universitas PGRI, Universitas Tridinanti, Universitas Sumatera Selatan, Universitas Taman Siswa, Stisipol Candradimuka, STIE/AKUBANK Mulia Darma Pratama.
"Kegiatan USMB Unsri Palembang dan 12 PTS tersebut untuk program sarjana strata satu (S1) diploma tiga (D3) dan alih program," ujar Anis.
Pelaksanaan USMB akan berlangsung pada ujian tertulis berbasis komputer (UTBK) pada gelombang pertama pada 4-7 Juli, UTBK gelombang kedua yakni 11-12 Juli 2022.
Setelah itu, pengumuman kelulusan diterima Unsri atau PTS yang dipilih pada 14 Juli 2022.
Untuk USMB program D3 dan alih program pendaftarannya dimulai 29 April-18 Juli 2022, UTBK pada 19 Juli 2022, dan pengumuman hasilnya pada 21 JULI 2022.
Baca Juga: Ekspor Minyak Goreng Dilarang, Kelapa Sawit Jadi Komoditas Ekspor Terbesar Sumsel Setelah Batu Bara
Melalui ujian saring masuk bersama atau jalur mandiri itu, Unsri menyediakan daya tampung untuk 2.307 calon mahasiswa.
Unsri pun telah menyelenggarakan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dengan menerima 1.605 calon mahasiswa, dan Seleksi Bersama Masuk PTN (SBMPTN) menerima 3.913 calon mahasiswa.
Dengan rincian yakni, program studi yang diminati peserta seleksi tersebut yakni Manajemen 1.508 orang, Ilmu Komunikasi 1.320, Farmasi 1.231, PGSD 1231, Pendidikan Dokter 1.153 dan Ilmu Hukum 1.069.
Selain itu, Akuntansi 1.052, Ilmu Kesehatan Masyarakat 1.024, Ilmu Adminitrasi Negara 1.024, dan Teknik Informatika 946 orang. (ANTARA)
Tag
Berita Terkait
-
Lakukan Pelecehan Seksual pada Mahasiswi Saat Bimbingan Skripsi, Donsen Unsri Divonis 6 Tahun Penjara
-
Dosen Unsri Divonis 6 Tahun Penjara Kasus Pelecehan Mahasiswi
-
Menolak Surat Edaran Larangan Demonstrasi dari Pihak Rektorat, BEM Unsri Bikin Petisi Ini
-
Tiga Mahasiswa Unsri Gadungan Ditangkap, Enam Pelajar SMA Diminta Pulang Gegara Ingin Ikut Demonstrasi
-
Beredar Surat Himbauan Larangan Demonstrasi dari Rektorat Unsri, Begini Tanggapan BEM Unsri
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla
-
Sopir Logistik Diminta Setop Masuk Empat Lawang, Ada Cerita Perampokan Pukul 05.00 WIB
-
PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba
-
438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?
-
Edison Didakwa Terima Rp4,67 Miliar dalam Kasus Smart Board, Jaksa Ungkap Dugaan Transaksi Bertahap