Scroll untuk membaca artikel
Tasmalinda
Senin, 18 April 2022 | 19:25 WIB
Ilustrasi penangkaran buaya. Bantu evakuasi penangkaran yang jebol, dua Warga Banyuasin digigit buaya serta disalahkan BKSDA [Unsplash/Alexis Montero]

Ujang menjelaskan, mereka memperikarakan jumlah buaya yang lepas itu mencapai antara 20 sampai 30 ekor yang masih anakan. Saat ini, BKSDA pun sudah mendirikan posko untuk melakukan evakuasi kepada buaya yang lepas  di sekitar kawasan Banyuasin.

"Untuk sekarang ada satu posko, kami juga meminta bantuan dari pawang buaya dan komunitas reptil untuk melakukan evakuasi ini termasuk juga warga,”ujarnya.

Diungkapkan Ujang, lokasi penangkaran PD Budiman di Desa Tanjung Sari, Kelurahan Sukomoro, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin itu merupakan tempat titipan buaya hasil tangkapan BKSDA Sumsel.

Hujan yang terjadi sejak beberapa waktu terakhir membuat kolam menjadi meluap sehingga anakan buaya lepas dari kolam penangkaran. 

Baca Juga: Pamit Ingin Jajan ke Warung, Tiga Balita di Sumsel Tewas di Kolam Renang Fibelia Tirta

Selain itu, Ujang pun memastikan bahwa seluruh buaya yang lepas tersebut merupakan anakan bukan kawanan buaya dewasa. “Kami paham warga mulai takut karena masih ada buaya di sekitar tempat mereka tinggal. Kami sekarang sedang mengupayakan untuk mengevakuasi semuanya, termasuk kami mendirikan posko agar sama-sama bisa terpantau,”jelasnya.

Sebelumnya, puluhan buaya muara lepas dari kolam penangkaran yang berada di Desa Tanjung Sari, Kelurahan Sukomoro, Kecamatan Talang Kepala, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Kontributor : Welly Jasrial Tanjung

Load More